Sabtu, 08 Januari 2011

Pede Dong jadi Remaja Muslim!


Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya?
Silakan dicoba.

Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.

Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!

Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.

Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?

Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…

Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udah understand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.

Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.

Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.

Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..

Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.

Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!

Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).

Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?

Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.

Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!

Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.

Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam bikin kita pede

Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.

Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)

Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?

Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.

Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata¬kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga¬belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”

Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh!

http://ksrdki.blogspot.com

Jaulah FIKRA 23 Ke KALAM 28

(Versi Kalam 28)
Sabtu, 25 Desember 2010, KALAM 28 kedatangan tamu dari jauh, yaitu FIKRA 23 yang merupakan forum alumni ROHIS SMAN 23 Jakarta. Para alumni yang sekolahnya terletak di daerah Tomang, Jakarta Barat ini bermaksud datang untuk menyambung silaturahim sekaligus melakukan studi banding mengenai manajemen organisasi dan sistem kaderisasi KALAM dan ROHIS 28.

Sekadar informasi, kegiatan jaulah ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Hubungan Luar (Hublu) yang diketuai oleh Amin Ilyas (2005) dengan didukung pengurus KALAM 28 lainnya.
Awalnya, FIKRA 23 berencana jaulah ke KALAM beserta ROHIS 28, namun dikarenakan ada kegiatan E-Gen bagi siswa 28 maka jaulah diadakan dengan hanya mempertemukan para pengurus kedua forum alumni tersebut. Hal tersebut tidak mengurungkan niat FIKRA 23 untuk bersilaturahim ke Pasar Minggu. Bahkan mereka masih berencana untuk bertemu dengan teman-teman ROHIS 28 di lain kesempatan.

Jaulah yang rencananya dimulai pukul 10.00 ternyata harus mundur 1 jam dari jadwal karena kendala teknis dari pihak tuan rumah. Acara ini dilaksanakan di ruang kelas SMPIT As-Salaam  atas pertimbangan kondisi di lapangan. Pengurus KALAM yang hadir saat itu berjumlah 4 orang, yaitu Amin (Hublu), Fikar (PPSDS), Nesti (Pendidikan), dan Ulfah (Humas), sedangkan dari FIKRA berjumlah 9 orang (5 ikhwan, 4 akhwat).

Acara dibuka dan dimoderatori oleh Amin selaku penanggung jawab. Mulai pembukaan sampai zhuhur diisi dengan perkenalan struktur dan program kerja departemen-departemen KALAM (exp. Hublu dan PPSDS). Tidak lupa sebelumnya pihak FIKRA memperkenalkan para pengurusnya yang hadir dan maksud kedatangan mereka.

Ba’da sholat zhuhur dilanjutkan dengan acara inti jaulah, yaitu sharing. Sharing dimulai dengan penjabaran kondisi dakwah di SMAN 23 dan kondisi sumber daya alumni di FIKRA. 28 patut bersyukur mempunyai alumni seperti Bang Oho (1992) yang telah menulis buku Panduan Dakwah Sekolah. Berawal dari buku tersebut FIKRA termotivasi untuk mengembangkan manajemen organisasi dan sistem kaderisasi di SMAN 23 agar dakwah di sekolah mereka bisa berjalan dengan baik.

Hujan yang turun di luar cukup mengademkan hawa udara yang tadinya panas. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dari FIKRA kepada KALAM. Tema utama yang ditanyakan berpusat pada sistem kaderisasi di sekolah, alumni, dan keputrian serta bagaimana mensolidkan para alumni yang tersebar. Lagi-lagi 28 patut bersyukur dengan para alumni yang mempunyai kesempatan mengecap bangku kuliah di perguruan tinggi negeri. Karena ilmu dan pengalaman dakwah kampus menjadi bekal yang kemudian dikembangkan di dakwah sekolah. Sehingga KALAM yang dirintis oleh para alumni angkatan ‘90an bisa tetap berjalan sampai sekarang seiring dinamika dakwah SMAN 28.

Secara keseluruhan acara jaulah ini berjalan dengan lancar. Saran-saran yang terlontar selama acara menjadi masukan untuk FIKRA sekaligus KALAM itu sendiri. Jaulah berakhir pada pukul 14.30. Kemudian sebagai kenang-kenangan FIKRA memberikan souvenir kepada KALAM dan tidak lupa ada sesi dokumentasinya juga. Semoga dengan adanya jaulah ini telah menyambung silaturahim antara 28 dan 23. (Uhs/hMs)

Senin, 27 Desember 2010

Jaulah FIKRA23 Ke KALAM28

FIKRA23 atau akronim dari Forum Silaturrahim dan Ukhuwah Rohis Alumni SMAN 23, berkunjung ke KALAM28, Keluarga Alumni Muslim SMAN 28, di bilangan Pasar Minggu. Bertolak dari Sekolahan 23, sambil menunggu beberapa alumni lainnya berkumpul di halaman depan SMAN 23. Alhamdulillah sesuai target, Alumni yang dapat berangkat berjumlah 9 orang dan star dari 23 pukul 8.42 pagi. Ada Ka Probo Setiawan (2006), Ka Wahyu Nursyiam (2006), Ka Aulia Rahman Utomo (2007), Ka Abdul Jakfat Asy Shidiq (2010), Arifin Iskandar (2007), Ka Antika Fajriani (2002), Ka Siti Fatimah (2002). Ka Eltria Putri (2005), dan Ka Munawaroh (2005). Dengan 5 buah motor, Alhamdulillah kita bisa konvoi sampai ke SMAN 28 pada pukul 9.35 pagi, Alhamdulillah ga telat, soalnya kita janjiannya jam 10 pagi. Sambil ngisi waktu, akhwat alumninya makan batagor bersama, maaf ya teman2 alumni ikhwannya...

Alhamdulillah dengan sangat antusias FIKRA23 disambut oleh KALAM28 yang dihadiri oleh Ka Amin Ilyas (2005), Ka Zulfikar (2006), Ka Nestiyanto (2007), Ka Ulfah Hadi Surya (2005), sayangnya ada satu lagi yang menginisiasi silaturrahim kami ke 28, yaitu Ka Desti Raisa (2005), namun beliau harus "overtime" di tempat kerjanya, tapi insya Allah ga papa koq Mba Ides, Jazakillah sudah memudahkan silaturrahim kami.

Latar belakang kunjungan kami sebenarnya kami ingin mo' Refreshing, "Go Ahead" kalo gayanya iklan A Mild, ketika masalah begitu ruwet, ya kita jalan2 aja, seperti Isra' dan Mi'rajnya Rasulullah saat dalam keadaan sulit, karena saat kita berada di Ketinggian seperti Rasulullah yang ber-Mi'raj, atau gaya iklan A Mild yang menaikin tambang demi tambang hingga sampai di ketinggian gedung, toh semua masalah itu sederhana saja jadinya. "Gampang aja!", kalo gayanya Ka Fikar dari Kalam 28. Diketinggian kaki saat berada di dalam pesawat pada malam hari pun, tak tampak seorang manusia pun, yang tamak hanya titik2 cahaya yang mengkilat. Yup, terkadang kita memang harus melihat masalah dari sudut pandang orang lain, karena memang tidak serumit yang kita pikirkan, gitu kata ka Aulia dalam status fb-nya.

Subhanallah dengan persiapan dari teman2 Kalam28 yang sudah mempersiapkan infokus dengan power point Kalam 28 nya yang lengkap, atau jamuan snack untuk kami yang sangat lezat, dan terutama untuk ilmu yang kami dapat teramat banyak dan berharga, sungguh tidak ingin kami lupakan bagaimana baiknya teman2 Kalam 28 yang menyambut kami semua. Saat umat nasrani Natalan, kita malah kunjungan di akhir tahun 2010 ini, dapat "special gift" malah, berupa ilmu dan pengalaman. Terima kasih banyak yang tidak terkira untuk teman2 dari Kalam 28 yang telah menydiakan waktunya, kesempatannya, dan sharing ilmunya.

Jaulah kita dibumbui dengan Sharing yang menjadikan pertemuan itu terasa keindahan khuwahnya. Dengan di navigasi oleh Ka Amin Ilyas, jaulah tersebut sedikit banyak menarik perhatian kita untuk belajar belajar tentang manajemen da'wah dan struktur organisasi dari KALAM 28 yang cukup rapih untuk perbaikan FIKRA23 kedepannya. Sejujurnya, kami sangat puas dengan Jaulah dan Sharing tersebut, membuka pikiran dan memberikan inspirasi tersendiri bagi kami, hingga akhirnya kami dapat menemukan benang merah yang menjadikan da'wah kami tersendat pada waktu sebelumnya.

Jaulah kemarin memberi kami banyak oleh2 yang ingin kami bagi pada teman2 alumni rohis 23 lainnya, pada alumni2 yang telah mempertahankan da'wah ini hingga payah, lelah, goyah & berdarah2. Jazakumullah Khairul Jaza kepada teman2 Kalam28 semuanya, semoga silaturrahim kemarin menjaga kita dalam kerangka tawasshul pada kebenaran dan kesabaran. Amiin


Jumat, 24 Desember 2010

Terbentur, Terbentur, dan TERBENTUK!

Kalimat diatas tidak sengaja ku dengar saat menyaksikan acara televisi di suatu malam. Terbentur, terbentur, dan terbentuk. Pepatah diatas diucapka oleh Tan Malaka, Pahlawan Nasional kita. Memulai tulisan ini di pagi hari, agar dapat meramaikan blog ROHIS  SMAN 23 tercinta.

Siapa yang pernah terbentur? Sakit tidak? terbentur biasanya oleh benda keras ya, seperti dinding, kayu atau logam. Kalau bagian tubuh kita terbentur, biasanya ada sedikit luka lecet atau patahan pada tulang yang terbentur. Seperti orang yang mengalami kecelakaan dijalan, apapun yang terbentur oleh aspal, pasti sakit bagian luar dan dalamnya, dan yang sangat dikhawatirkan adalah benturan pada bagian kepala kita, Na'udzubillah. Terus, kalo misalnya Handphone kita yang terbentur, atau jatuh secara tidak sengaja, atau juga sengaja, apa yang terjadi? hancur, kacanya pecah, LCD-nya rusak, atau apapun, dan harus diservis.

Siapa yang kesehariannya tidak pernah terbentur? boleh dibilang tidak ada ya. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, dan sebagainya, pasti akan ada benturan. Benturan secara fisik ataupun secara nonfisik. Benturan dapat berupa permasalahan-permasalahan. Bedanya, benturan secara fisik itu sakit yang dirasakan secara langsung, berupa perih, dan kesudahannya mungkin ada bekas lecet, jahitan, atau operasi, sedangkan benturan dalam kehidupan kita sejatinya ingin membentuk diri kita menjadi lebih baik. Persamaannya, benturan-benturan itu sungguh menyakitkan, membutuhkan waktu kita untuk beristirahat agar cepat pulih, dan benturan itu mengganggu aktivitas kita, tapi sabar ya.

Benturan, atau permasalahan-permasalahan, yang membuat kita resah, khawatir, cemas, dan sebagainya, sejatinya adalah membentuk diri menjadi lebih baik. Bak sebuah gelas cantik yang terbuat dari tanah liat yang harus mengalami beberapa kali benturan atau pembentukkan, atau sebuah pedang yang harus beberapa kali pukulan baru dapat menghasilkan pedang yang tajam dan mengkilat, atau bangunan puluhan dan ratusan lantai yang harus ditanam dalam-dalam dengan beberapa kali pukulan agar menghasilkan bangunan yang tahan terhadap gempa dan bencana lainnya.

Seharusnya benturan itu membentuk diri, bukan malah melemahkan. Benturan-benturan itu mengajak kita untuk diam sejenak berkontemplasi, merenung tentang apa yang telah kita lakukan, adakah yang kurang tepat atau perlu ditingkatkan. Benturan mengajak kita berpikir sejenak mencari alternatif-alternatif cara untuk menyelesaikan masalah yang baru, dan agar kita lebih cerdas dari masalah kita.
wallahua'lam bisshawab.

SEPORSI CINTA?

Oleh : Laela Awalia 
  
Suatu malam, seorang teman mengirim pesan pendek pada saya yang sedang asyik bercengkrama dengan keyboard dan layar komputer. Dalam pesan pendeknya, ia menulis kata-kata yang tiba-tiba mampu menghentikan aktivitas saya dalam sejenak. Ia tak bertanya tentang PR-PR organisasi yang selama ini jadi menu sehari-hari kami. Ia pun tak bertanya tentang kabar kuliah atau kegiatan menulis saya. Ia hanya mengirim saya kata-kata ini.

"Cinta itu begitu luar biasa ya, mampu membuat kita tergugu dengan berjuta harap juga rindu, bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai. Hingga wujudnya sudah mencipta resah, cemas, juga doa-doa."

Lama saya tak membalas pesan pendeknya. Bukan karena malas, tapi saya harus mencermati setiap kata yang ia tuliskan di layar kecil itu. Adakah ia serius atau hanya ingin ‘perang' kata-kata dengan saya. Dan setelah saya berpikir agak lama, saya membalasnya. Hingga saya harus menghentikan aktivitas saya sejenak karena setelah itu kami terus saling berbalas pesan pendek.

"Tapi, cinta pun menyediakan air mata... Bagaimanapun, ketika kita terjebak dalam sebuah rasa yang awalnya mungkin tak kita sadari, harusnya kita bisa jadi lebih dewasa. Bagaimanapun -sekali lagi- cinta akan tetap indah jika ia disembunyikan hingga hanya kita dan Allah saja yang tahu."

"Cinta itu ibarat warna, jadi ketika kita merasakan ada getar yang tak terdefinisi, itulah cinta. Hanya saja, kita tak tahu cinta dengan warna apa dan seberapa kuat pendarnya menerangi hati kita. Ada orang yang menyadari warna cinta dan kuatnya pendar itu langsung ketika dekat dengan orang yang dicintai.ada juga yang baru sadar ketika orang tercinta telah pergi."

"Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kita lah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu, mengapa harus sedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai kan!"

"Benarkah balasan cinta itu akan kita peroleh dari orang yang tidak kita cintai? Tidakkah itu justru akan semakin menyakitkan kita atau setidaknya bukan cinta yang kita berikan pada orang lain itu, melainkan hanya rasa sayang atau kasihan..."

"Ya, itulah keajaiban sebuah cinta! Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi, bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati? Yah, pada akhirnya kita harus memilih. Tapi, yakinku hanya satu, bahwa cinta tetap indah pada akhirnya..."

"Ya, cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itu lah seni keindahannya... mungkin memang tepat satu kalimat ‘Surga hanya diperuntukkan bagi para pencinta.'"

Pesan-pesan pendek itu menjadi smacam renungan untuk saya, dan mudah-mudahan bagi kita semua. Bahwa cinta seindah apapun akan bisa menciptakan luka jika terlalu mengejarnya dengan porsi yang tak seharusnya. Tapi di sisi lain, cinta bagaimanapun rupanya bisa menciptakan kebahagiaan jika diporsikan sesuai kadarnya.

Cinta memang sepatutnyalah bisa membuat kita jadi lebih dewasa dan bijaksana. Tanpa perlu label khusus bagi kebanyakan pecinta muda yang belum sepenuhnya mengerti makna sesungguhnya. Sepatutnyalah cinta diporsikan sesuai dengan kebutuhan dan hak sesorang atau Dzat yang memberi kita cinta. Jikalah ada seseorang yang memberi kita cinta, mungkinkah cintanya akan melebihi cinta yang telah diberikan Dzat pencipta cinta itu? Maka, bertanyalah pada diri kita sekarang. Seberapa besar porsi cinta yang telah kita berikan pada Pencipta Cinta?

dudung.net

Jumat, 17 Desember 2010

Maybe Not Now, But Later!



Maybe Not Now, But Later! Mungkin Tidak Sekarang, Tapi Boleh Jadi Esok...!

Bismillahirrahmanirrahim...
Segala puji bagi Allah yang senantiasa merindukan taubat hamba-hamba-Nya.
Saudaraku, Kakak2 Alumni Rohis SMAN 23, Para pengurus Rohis 23, dan adik2 Rohis kelas X yang dicintai Allah.

Saat kita disuguhkan atau ditawarkan segelas air putih oleh saudara kita, mungkin saat itu kita dapat menolaknya, walaupun mungkin juga kita menerimanya, tergantung kondisi tenggorokan kita saat itu. Kita menolaknya boleh jadi karena kita juga memiliki sebotol air minum dalam tas, atau kita sedang tidak haus, atau kita segan karena mungkin saudara kita itu lebih membutuhkannya, namun ia itsar kepada kita, atau mungkin juga segelas air putih tidak cukup menarik perhatian kita untuk meneguknya. Namun boleh jadi saudaraku, kita akan membutuhkannya esok kelak. Esok saat kita tidak mendapatkan air putih untuk diminum karena air mati atau gas mati, tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli segelas air putih, atau tidak ada penjual air putih di sekeliling kita, sehingga saat itu tenggorokan kita begitu kehausan, saat itulah kita akan menggenggam kuat sang gelas agar airnya tidak tumpah setetespun.

Saat Rasulullah SAW dilemparkan kotoran berkali-kali oleh seseorang yang sangat membencinya setiap Ia melewati sebuah blok jalan dekat rumahnya, sehingga membuat geram putri dan para sahabat-sahabatnya, namun di sebuah kesempatan saat orang yang selalu melempari kotoran pada Rasulullah itu jatuh sakit, Rasulullah adalah orang pertama kali menjenguknya. Anehnya, justru Rasulullah bertanya kemana orang yang "biasa" melempari kotoran kepadaku? Subhanallah! Dan orang itupun kemudian masuk islam. Dalam sebuah kesempatan, seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, kenapa Rasulullah tidak membalas kejahatan orang tersebut, bahkan malah menjenguknya, Rasulullah dengan bijaksana menjawab, "mungkin saat ini ia belum dapat menerima da'wah kita, namun boleh jadi esok...! atau mungkin keturunan-keturunannya kelak!" Masya Allah! siapa nama sahabat itu? silahkan temukan dalam buku shirah nabawiyah ya.

Tulisan ini sebenarnya untuk menyemangati diri dan menyemangati saudara-saudaraku yang terus berjuang dan bertahan dalam da'wah sekolah di almamater kita tercinta. Mungkin kita belum melihat semangat pembinaan, semangat mengikuti kegiatan-kegiatan rohis, semangat mendengarkan nasihat kebenaran dan kesabaran, semangat berda'wah, dan semangat memperjuangkan keindahan islam. Mungkin belum sekarang saudaraku! Mungkin mereka belum membutuhkan kita. Bukankah da'wah itu seperti menyuguhkan segelas air putih?  Siapakah orang yang lebih sabar antara yang menyuguhkan segelas air putih dengan orang yang sabar menolaknya? Ketika orang-orang yang menolak da'wah kita atau para penyeru-penyeru kejahiliyahan tetap sabar dan lebih berdedikasi dalam menghancurkan generasi-generasi muda islam, kenapa kita mudah lemah semangat?
Wallahua'lam bisshawab...

RENCANA TUHAN


Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang meyulam sehelai kain.
Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya,
apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam sesuatu di atas
sehelai kain.
Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku,
lanjutkanlah permainanmu,
sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan
kupanggil dan
kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari
atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu sembrawut
menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari ke
sini, dan duduklah di pangkuan ibu."
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,
dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah
sekali.
Aku hampir tak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah
benang-benang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang ruwet dan kacau,
tetapi engkau tidak menyadari bahwa dia atas kain ini sudah ada gambar yang
direncanakan, sebuah pola,
ibu hanya mengikutinya." "Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat
melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada TUHAN,
"apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah, "Tetapi
nampaknya hidup ini ruwet,
benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna
yang cerah?
Kemudian TUHAN menjawab, "kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga
menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini.
Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di
pangkuan-Ku,
dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku!"

SERING KALI KITA TIDAK MENGERTI APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA ..
TAPI PERCAYALAH BAHWA SEMUA YANG TELAH DIA IJINKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA
ADALAH YANG TERBAIK.

Salam Berkah !

(Satria Hadi Lubis)

Kamis, 16 Desember 2010

Untukmu Ibu


Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku


Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi balita kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku


Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras


Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia

Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu


Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku


Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda


Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu

by: http://radensomad.com/puisi-ibu.html

Rahasia Ayyamul Bidh

Pernah denger puasa pertengahan bulan?
Yap! Puasa pertengahan bulan itu sering disebut dengan AYYAMUL BIDH.
Rasulullah selalu melaksanakan Ayamul Bidh setiap 3 hari pada tengah bulan, yaitu setiap tanggal 13, 14, dan 15 (pada bulan Hijriyah). Dalam sebuah riwayat disebutkan,
Ibnu Abbas ra. berkata : "Adalah Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan berpuasa pada hari putih (tanggal 13, 14, dan 15) baik dalam bepergian atau di rumah." (HR. Thabrani)

Dalam riwayat lain disebutkan pula,
Dari Abu Dzar ra. berkata, Rasulullah bersabda : "Jika kamu berpuasa tiga hari dari satu bulan maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR. Nasa', Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Apakah rahasia dari Ayamul Bidh ini sehingga Rasulullah tak pernah luput dari mengerjakannya?
Dan mengapa pula dianjurkan pada tanggal-tanggal itu?

Pernah dengar Dracula? Vampire? Atau kuntilanak?
Ya, semua hantu itu dikabarkan sering berkeliaran di malam hari khususnya ketika bulan purnama. Lho??? Apa hubungannya ayamul bidh dengan hantu dan bulan purnama?
Ya, kalo’ dengan hantunya sih nggak terlalu berhubungan, tapi, yaumul bidh berhubungan dengan bulan purnamanya.
Jadi, hubungannya apa?



Begini…, sudah kita ketahui bahwa pertengahan bulan Hijriah adalah waktu munculnya bulan purnama. Nah, saat bulan purnama bersinar (kayak lagu aja, hhihihi…), terjadilah yang namanya pasang air laut. Letak bulan yang dekat dengan bumi menyebabkan gaya grafitasi bulan mempengaruhi ketinggian air laut dimuka bumi, dan terjadilah pasang air laut.

Terus??
Ternyata, grafitasi dari bulan ini tak hanya mempengaruhi kondisi bumi (benda mati) tetapi juga benda hidup. Terutama manusia.
Lho? Kok bisa?
Seorang peneliti berkebangsaan Amerika pernah mengadakan penelitian mengenai kondisi kejiwaan manusia ketika terjadi bulan purnama. Penelitian itu menyimpulkan bahwa kondisi kejiwaan manusia saat bulan purnama cenderung lebih labil, emosional, dan tidak terkendali. Semua perasaan menjadi mudah membuncah dari dalam diri. Mudah marah, mudah tersinggung, mudah senang, mudah sedih, pokoknya semua sifat yang ada pada dirinya menjadi lebih mudah ter‘upload’ dari dirinya. Mungkin inilah salah satu penyebab banyak mitos dan film yang mengaitkan antara monster atau hantu dengan bulan purnama.

Coba kita perhatikan dua fenomena ini.
Puasa, pada dasarnya menuntun kita agar menundukkan nafsu kita. Ketika kita berpuasa, kita dituntut untuk dapat mengendalikan emosi kita dan menjaga syahwat kita.
Ketika ilmu sains modern mengungkapkan adanya kelabilan emosi manusia saat bulan purnama, Islam telah menganjurkan untuk melaksanakan puasa tepat saat munculnya sang bulan purnama. Islam telah memberi jalan pada umatnya agar tidak terkena pengaruh kelabilan emosi yang terjadi pada tanggal tersebut. Rasulullah menganjurkan kita berpuasa, agar hati kita selalu terjaga dari amarah, nafsu, dan segala sifat buruk lain yang cendrung lebih meluap pada saat itu dibanding saat-saat lainnya.
Subhanallah...

Inilah hikmah di balik sunnah.
Tak heran jika Rasul tak pernah meninggalkan ayamul bidh. Tak heran pula jika Rasulullah menganjurkan kita untuk berpuasa 3 hari setiap bulan, terutama pada pertengahan bulan. Ternyata anjuran tersebut memiliki rahasia yang tak disangka-sangka. Ternyata memang segala amalan yang dianjurkan dalam Islam ini selalu memiliki hikmah yang tersembunyi yang luar biasa dahsyatnya. Lalu, masihkan ragu dan malas-malasan melaksanakan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah?
 

Followers

Blogger Tricks

free counters