Minggu, 13 Februari 2011

MENJOMBLO ADALAH PILIHAN TERHORMAT KARENA ALLAH

Kebanyakan manusia tidak begitu saja menempuh jalan yang disyari'atkan penciptanya. kadang mereka membuat aturan sendiri pada beberapa masalah. Pada masalah menjalin hubungan dengan lawan jenis ini kebanyakan manusia menempuh jalan awal pernikahan dengan pacaran, sesuatu yang tidak disyari'atkan sang pencipta.</span>


Melalui pacaran, pasangan yang berpacaran berharap bisa mengenal kepribadian dan seluk-beluk pasangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh hidup bersama. Walaupun lazim dilakukan manusia saat ini, ada juga yang tidak mengambil jalan pacaran ini, mereka menjadi generasi muda tanpa pacar dan hidup tanpa pacaran, bahasa gaul saat ini mencap mereka dengan gelar jomblo.

Beberapa macam alasan saat orang mengambil pilihan untuk menjadi jomblo :

1. Studi dulu

Sebagian anak muda merasa sadar akan pentingnya ilmu yang harus ia pelajari, sehingga mereka menunda masalah hubungan dengan lawan jenis dengan alasan karena masih sekolah/kuliah. Tidak bisa dipungkiri hubungan dengan lawan jenis berpotensi untuk mengganggu konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar pacaran.

2. Kerja dulu

Kebanyakan orang tua juga setuju dengan alasan ini jika anaknya menjomblo. biar kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa memberi makan anak orang, setelah itu silahkan pacaran!, demikianlah. Prientasi bekerja tentu saja mencari penghasilan. dengan demikian, yang belum bekerja dan tak ingin merepotkan orang tuanya mengambil alasan ini untuk tidak berpacaran.

3. Tidak laku-laku

Orang yang seperti ini termasuk kategori menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka tidak memilih untuk menjomblo. jadi jangan terkejut jika yang seperti ini masih giat mencari lawan jenis untuk dijadikan pacar, kalau ada yang mau, ya… ayo…!.

4. Malu kepada lawan jenis

Ini alasan yang berhubungan dengan kepribadian, pada dasarnya malu adalah sikap terpuji, dalam banyak hal seharusnya kita mempunyai akhlak malu ini. Dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu seharusnya lebih dikedepankan dan inilah sifat yang terpuji di mata syariat. Namun, adanya malu pada seseorang bisa jadi bukan karena orang itu sadar syariat, tetapi karena merasa tidak percaya diri, malu yang seperti ini bisa hilang ketika suatu saat kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi. Jadi jangan heran jika tiba-tiba si pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan lawan jenis setelah kelemahannya teratasi.

5. Karena AllaH Subhanahu Wa Ta’ala

Alhamdulillah inilah alasan yang tepat, mengapa menjomblo? karena pacaran tidak disyariatkan dan sarat maksiat. Memang ketika ingin menikah harus mengenal dan mengetahui calon pasangan hidup, namun pacaran bukanlah cara yang mesti ditempuh. Informasi mengenai calon pasangan hidup bisa diperoleh lewat sumber yang terpercaya;  keluarganya, teman dekat maupun saudaranya tanpa harus mendekati si dia.


Ikhwan...oh...Ikhwan

Ikhwan….oh…. ikhwan

walopun gk begitu rupawan
alias modal tampang pas-pasan
tapi, tetep aza tebar
senyuman

oh….ikhwan….
Gayanya sih bisa ditebak dan keliatan
jenggot melambai, baju koko ‘n celana goyang murahan
sesekali komat-kamit sambil jalan (maksoed’a zikir)

oh…ikhwan…..
Nyarinya susah-susah gampang
kadang di masjid, mushola, kampus or sekolahan
mungkin juga lagi nyari sampingan buat biaya walimahan (he…he..he….21x )

oh…ikhwan…
anehnya kalo lagi jalan
ngukurin tanah apa nyari’ koin wan ???
ooo ….ternyata jaga pandangan….

ikhwan….ikhwan…..
lucunya kalo akhwat sedang berpapasan
langsung minggir, acuh tak acuh kayak musuhan
(gubrak …!!!) apaan tuh wan ??
eh..eh.. ternyata dia jatuh,, kagak liat ada selokan !

oh…….ikhwan
apa semuanya begitu wan..???
ada gak sih ikhwan yang jelalatan …???
boleh gak sih “Tepe-Tepe” ke akhwat wan ???
kan dah dibilang murabbi dalam liqo’an !!
Yang bukan ikhwan,,pasti kagak ditunggu malaikat ridwan
yang bukan ikhwan gampang bgt didapatkan
tapi,,kalo ikhwan,,, yang tebal iman,,, dicari butuh tantangan..
karena ikhwan,, nggak doyan perempuan
melainkan lebih milih akhwat sebagai pasangan,,,

Janganlah bersedih...

AKHI, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat temyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..." jawab mad'u itu.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

"Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?", tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.

Sang mad'u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.

"Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?", sang murabbi mencoba memberi opsi.

"Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang mad'u.

Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

“Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?" Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad'u. Ia hanya mengangguk.

"Bagaimana bila temyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu temyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?" tanya sang murabbi lagi.

Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.

Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, "Cukup akhi, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan..."

"Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana", sang mad'u berazzam di hadapan murabbi yang semakin dihormatinya.

Sang murabbi tersenyum. "Akhi, jama'ah ini adalah jama'ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah."

"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu; maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar.

"Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah."

"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!"

Sang mad'u termenung merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya.

"Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?" sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.

"Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai, bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!", sahut sang murabbi.

"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya."

Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk qiyamullail malam itu. Sang murabbi sibuk membangunkan beberapa mad'unya yang lain dari asyik tidurnya.

Malam itu, sang mad'u menyadari kekhilafannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian juga yang kami harapkan dari Anda, pembaca...

Wallahu a'lam.

Jumat, 11 Februari 2011

Pelatihan & Talk Show IT Islami

Rabu, 02 Februari 2011

Manfaat Jilbab: Manfaat Jilbab Menurut Islam dan Sains

Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah. Berikut ini beberapamanfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)

“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

2. Terhindar dari pelecehan

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,  
“Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)
Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki-laki

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wata'ala tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.
“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim)
Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4. Akan seperti biadadari surga

“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)

“Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58)

“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.

5. Mencegah penyakit kanker kulit

Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6. Memperlambat gejala penuaan

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah.

Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.
Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.

Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna.


Ikhwan….oh…. ikhwan

walopun gk begitu rupawan
alias modal tampang pas-pasan
tapi, tetep aza tebar
senyuman

oh….ikhwan….
Gayanya sih bisa ditebak dan keliatan
jenggot melambai, baju koko ‘n celana goyang murahan
sesekali komat-kamit sambil jalan (maksoed’a zikir)

oh…ikhwan…..
Nyarinya susah-susah gampang
kadang di masjid, mushola, kampus or sekolahan
mungkin juga lagi nyari sampingan buat biaya walimahan (he…he..he….21x )

oh…ikhwan…
anehnya kalo lagi jalan
ngukurin tanah apa nyari’ koin wan ???
ooo ….ternyata jaga pandangan….

ikhwan….ikhwan…..
lucunya kalo akhwat sedang berpapasan
langsung minggir, acuh tak acuh kayak musuhan
(gubrak …!!!) apaan tuh wan ??
eh..eh.. ternyata dia jatuh,, kagak liat ada selokan !

oh…….ikhwan
apa semuanya begitu wan..???
ada gak sih ikhwan yang jelalatan …???
boleh gak sih “Tepe-Tepe” ke akhwat wan ???
kan dah dibilang murabbi dalam liqo’an !!
Yang bukan ikhwan,,pasti kagak ditunggu malaikat ridwan
yang bukan ikhwan gampang bgt didapatkan
tapi,,kalo ikhwan,,, yang tebal iman,,, dicari butuh tantangan..
karena ikhwan,, nggak doyan perempuan
melainkan lebih milih akhwat sebagai pasangan,,,

Minggu, 30 Januari 2011

Bahasa gauL & Istilah anak-anak ROHIS...

A
Afwan:
a. Maaf.
b. Jawaban ketika lawan bicara mengatakan “Syukron”.
Adab: Sikap.
Ana: Saya.
Antum: Kamu.
Azzam: Tekad.
Akhwat: Sebutan untuk wanita yang sudah mendapatkan tarbiyah Islam.
Akhina/Akhi: Panggilan untuk Ikhwan (Lawan: Ukhtina/Ukhti).
Ahlan wa sahlan: Selamat datang.
Aqliyah: Akal.

B
Basecamp: Tempat berkumpul.
Briefing: Kegiatan konsolidasi sebelum suatu acara dilaksanakan.
Bi Khair: Baik/ Jawaban saat lawan bicara mengucapkan “Kaifa haluk ?”.
Bazaar: Kegiatan muamalah Rohis/ berjualan.

D
Da’i/du’at: Sebutan lain untuk aktivis dakwah.
Dauroh: Pelatihan organisasi.
Diknalar: (Pendidikan dan Penalaran) Kegiatan belajar akademik anggota Rohis.
Departemen/Dewan: Struktural di Rohis yang bertanggung jawab terhadap suatu bidang.

E
Evaluasi: Pembahasan setelah suatu acara/program dilaksanakan.

F
Futur: Suatu keadaan saat keimanan sedang menurun, sehingga timbul kemalasan untuk melakukan aktivitas dakwah.

G
Ghiroh: Semangat.
Ghozwul Fikri: Perang pemikiran.

H
Hafizh: Penghafal.
Hijab: Batasan antara ikhwan dan akhwat dalam Islam.
Halaqah: (Lingkaran) Majelis ilmu berbentuk lingkaran yang dipimpin oleh seorang Mentor/Murabbi.

I
Ifthor Jama’i: Berbuka puasa bersama.
Ibroh: Makna/kandungan.
Ikhwan: Sebutan lain bagi laki-laki yang sudah mendapatkan pendidikan/tarbiyah Islam (Lawan: Akhwat).
Iqob: Sanksi terhadap suatu pelanggaran.
Ikhwah: Saudara.

K
Kaderisasi: Strategi untuk merekrut anggota baru.
Kressen: (Kreasi Seni) Departemen di Rohis yang membidangi kesenian Islam.
Kaifa Haluk: Apa kabar ? (Jawab: Alhamdulillah, bi khair).

L
La Tahzan: Jangan bersedih
Liqo’: Majelis ilmu.

M
Mas’ul: Penanggung jawab.
Marhaban: Selamat datang.
Moderator: Pemimpin diskusi.
Mentor: Pengasuh/instruktur Rohis.
Murabbi: Guru.
Mabit: (Malam Bina Iman dan Taqwa/Bermalam) Kegiatan bermalam di suatu tempat dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Man Ismuka/Masmuka ?: Siapa nama Anda ? (Jawab: Ismi …).
Mad’u: Orang yang didakwahi.
Munsyid: Penyanyi nasyid.
Majelis: Perkumpulan orang-orang untuk tujuan tertentu.
Muhasabah: Introspeksi.

N
Nasyid: Salah satu kesenian musik Islami.

O
Open House: Kegiatan menyambut siswa baru yang dilaksanakan Rohis.
Outbond: Kegiatan outdoor berupa games-games menarik.

P
Pembina: Pimpinan tertinggi di struktural Rohis dan bertanggung jawab terhadap Rohis secara keseluruhan.
PJ: (Penanggung Jawab)

R
Riadoh: Olahraga.
Rihlah: Jalan-jalan.
Rekrutment: Perekrutan anggota baru.
Rohis: (Kerohanian Islam) Organisasi ekstrakurikuler Islam yang berada dibawah naungan sekolah.

S
Syar’i: Sesuai dengan syariat Islam.
Syuro: Rapat/musyawarah.
Sekre/sekretariat: Kantor/tempat berkumpul.
Syukron: Terima kasih (Jawab: Afwan).
Shaum: Puasa.

T
Tarhib: Menyambut (Tarhib Ramadhan: Kegiatan menyambut bulan suci Ramadhan).
Ta’aruf: Kenalan.
Tafaddol: Silakan.
Tafaddol Ijlis: Silakan duduk.
Ta’lim: Majelis ilmu yang dihadiri banyak orang.
Tarbiyah: Pendidikan.
Tanzhif: (Kebersihan) Gotong royong.
Tafakur Alam: Kegiatan berkemah Rohis.
Thoyyib : baiklah

U
Ukhuwah: Ikatan persaudaraan.
Ukhuwah Islamiyah: Ikatan persaudaraan sesama orang-orang beriman
Ukhtina/Ukhti: Panggilan untuk Akhwat (Lawan: Ikhwan).

Jumat, 28 Januari 2011

Strategi Sukses di Sekolah



Untuk apa kita sekolah?

Apakah sekedar untuk menyenangkan orang tua bahwa kita pergi ke sekolah, biar tidak diomelin dirumah karena tidak berangkat ke sekolah, sekedar ngisi waktu daripada tidur dirumah, sekedar mengisi absen, sekedar memiliki ijazah SMA, biar ketemu si-dia, agar bisa kerja setelah lulus sekolah, atau agar menjadi pelajar yang semangat menuntut ilmu dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan bermanfaat bagi ummat?

Sekolah adalah Investasi Masa Depan!

Fakta tentang lulusan SMAN 23 Jakarta:
Berapa % yang lulus UN...?
Berapa % yang tidak lulus UN dan mengulang kembali...?
Berapa % yang mengikuti SNMPTN/USM...?
Berapa % yang lulus PTN...?
Berapa % yang melanjutkan kuliah di PTN/PTS...?
Berapa % yang langsung bekerja...?
Berapa % yang menganggur setelah lulus sekolah...?
Berapa % yang mau berusaha mencari beasiswa ke Perguruan Tinggi...?
Berapa % yang berasal dari keluarga menengah...?
Berapa % alumni SMAN 23 yang mendapat pekerjaan yang bagus...?
Berapa % alumni yang dapat membina adik-adiknya disekolah, agar menjadi siswa/i terbaik di sekolah dan di kampus nanti...?
Berapa % alumni SMAN 23 yang dapat berwiraswasta dan mandiri...?
Berapa % siswa/i SMAN 23 yang memiliki kemampuan komunikasi dan organisasi yang baik sehingga pandai mengatur dirinya...?

Milikilah Karakter PEMENANG (Winning Character)!

beberapa karakter pemenang:
1. ProAktif (tidak reaktif dan tidak menunggu)
2. Kooperatif (mau bekerja sama dan bersinergi)
3. Gigih (pantang menyerah, never give up!)
4. Cerdas (akademik, inisiatif)
5. Beretika (menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda)
6. Komunikatif (pandai berkomunikasi, percaya diri)

Bagaimana Menumbuhkan MOTIVASI Belajar?
1. Tidak Malas
    2 alasan kenapa kita menjadi pribadi yang malas, adalah karena kita suka menunda     pekerjaan dan karena kita suka mendahulukan pekerjaan yang kurang penting.
2. Milikilah Sasaran/Target Belajar
     SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic & Timely).
3. Belajar bersama teman
4. Cari bantuan bila perlu.
5. Tidak malu bertanya pada guru, alumni, kakak kelas atau adik kelas.
6. Beri hadiah pada diri (Reward) untuk setiap keberhasilan target yang tercapai, atau      menghukum diri jika malas (Punishment), sehingga nilai2 ulangan kita hancur.
7. Buat perencanaan waktu

Bagaimana Jika Masih Malas Juga?
1. Evaluasi kembali target kita (apakah terlalu berlebihan atau malah sebaliknya)
2. Jangan menghindar dari tanggung jawab
3. Buat skala prioritas (mendahulukan yang penting dan mendesak)
4. Berpegang pada jadwal (tidak menunda)

selamat mencoba!
By: ROHIS SMAN 23 Jakarta (28 Januari 2011)

Beastudi ETOS 2011

 

Followers

Blogger Tricks

free counters