Senin, 14 Februari 2011

Bersegeralah Sebelum Hilang Kesempatan!

Setiap orang yang menyia-nyiakan hidupnya pasti akan menyesal ketika datang sakaratul maut. Dia akan meminta diperpanjang usianya, walau hanya sebentar, agar dapat mengejar sesuatu yang luput darinya. Bagaimana mungkin bisa, sedangkan yang lalu telah berlalu, dan kini telah datang sesuatu yang lain. Dan setiap orang akan menyesal sesuai dengan kadar kelalaiannya karena menyia-nyiakan kesempatan. Bagi orang kafir, Allah telah menfirmankannya;


وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ
"Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang dzalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul. (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?." (QS. Ibrahim: 44)


حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al Mukminun: 99-100)
Dan setiap orang akan menyesal sesuai dengan kadar kelalaiannya karena menyia-nyiakan kesempatan.
Namun, Allah sudah membuat ketetapan yang tak akan dirubah-Nya,
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al A'raf: 34)


Bagi orang beriman yang suka menunda-nunda amal shalih sehingga datang kematian, maka Allah firmankan.
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?" (QS. Al Munafiqun: 10)

Lalu Allah menjawab, bahwa Dia tidak akan memberi tangguh kepada seseorang jika sudah tiba ajalnya.
وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya." (QS. Al Munafiqun: 11) karena Allah mengetahui siapa yang benar dalam ucpannya, maka ia akan dibalas sesuai amal dan niatnya.
"Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan." perkataan orang kafir ketika datang kematiannya
Diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi, dari Ibnu Abbas rahimahullah, berkata: "barangsiapa yang memiliki harta yang sudah bisa menyampaikannya untuk berhaji ke Baitullah atau mewajibkannya zakat, tapi tidak juga melaksanakannya, pasti ia akan minta raj'ah (dikembalikan lagi ke dunia) ketika sudah mati." Ada seorang berkata, "wahai Ibnu Abbas bertakwalah kepada Allah! sesungguhnya yang minta dikembalikan lagi ke dunia adalah orang kafir." Ibnu Abbas menjawab, "aku akan bacakan kepadamu ayat Al Qur'an tentang hal itu." Lalu beliau membaca Surat Al Munafiqun ayat 9 sampai ayat 11.


Apa yang membuat mereka menyesal?
Penyesalan mereka dikarenakan tidak bisa menggunakan kesempatan hidup untuk menyiapkan bekal akhirat. Maka tatkala mereka memasuki gerbang akhirat tanpa membawa bekal, dan sudah melihat apa yang dijanjikan dan diancamkan di dalamnya maka mereka menyesal dan ingin diberi kesempatan hidup sekali lagi, walau sebentar, untuk menyiapkannya. Oleh karenanya, benar apa yang disampaikan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Ada dua nikmat yang mayoritas orang merugi pada keduanya, yaitu (nikmat) sehat dan waktu luang." (HR. Al Bukhari dari Ibnu Abbas)

Hadits ini menunjukkan, siapa yang tidak memanfaatkan nikmat sehat dan waktu luang untuk hal-hal yang semestinya maka dia benar-benar telah merugi. Sebab, dengan melakukan hal yang tidak berguna, dia telah menukar dua nikmat yang agung itu dengan harga yang murah.

Ibnu Baththal rahimahullah menjelaskan tentang makna hadits di atas, "seseorang tidak memiliki waktu longgar sehingga hidupnya tercukupi dan badannya sehat. Karenanya, siapa yang mendapatkannya hendaknya memperhatikannya agar tidak merugi karena tidak bersyukur terhadap nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepadanya. Dan salah satu cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Barangsiapa yang tidak memanfaatkan kesempatan itu maka dia telah merugi."

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, "barangsiapa menggunakan kedua nikmat tersebut dalam kemaksiatan kepada Allah, maka ia telah tertipu (rugi)."
"Barangsiapa menggunakan kedua nikmat tersebut dalam kemaksiatan kepada Allah, maka ia telah tertipu (rugi)." Ibnul Jauzi
Memang sedikit orang yang bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Terkadang seseorang berada dalam kondisi sehat, tapi tidak memiliki waktu luang untuk beribadah dan beramal shalih karena kesibukannya mencari nafkah. Sebaliknya, terkadang hidup seseorang telah berkecukupan, namun dia dalam kondisi tidak sehat sehingga dia juga tidak bisa beribadah lebih kepada Allah. Karenanya, jika kedua nikmat tersebut berkumpul dalam diri seseorang, namun dia dikalahkan oleh sifat malas untuk menjalankan ketaatan maka dia telah merugi.

Sesungguhnya dunia adalah ladang akhirat. Di dalamnya ada cocok tanam yang hasilnya akan dipanen di akhirat. Maka dari itu, siapa yang menggunakan waktu sehat dan luangnya untuk ketaatan kepada Allah maka dialah orang yang berbahagia. Sebaliknya, siapa yang menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah maka dialah orang yang merugi. Sungguh waktu luang akan diikuti oleh kesibukan dan sehat akan diikuti oleh sakit.
Sesungguhnya dunia adalah ladang akhirat. Di dalamnya ada cocok tanam yang hasilnya akan dipanen di akhirat.
Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada seseorang yang sedang dinasihatinya;
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْل خَمْس ، شَبَابك قَبْل هَرَمك ، وَصِحَّتك قَبْل سَقَمك ، وَغِنَاك قَبْل فَقْرك ، وَفَرَاغك قَبْل شُغْلك ، وَحَيَاتك قَبْل مَوْتك
"Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya; masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al Hakim dengan syarat al Bukhari dan Muslim dan diriwayatkan juga oleh Ibnul Mubarak dalam az Zuhd dengan sanad shahih dari riwayat mursal Amru bin Maimun).
Ibnu Umar radliyallah 'anhuma pernah berkata,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhari)
. . . Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. . . .
Sudah seharusnya seseorang selalu mempersiapkan bekal dirinya untuk menghadapi kondisi setelah kematian. Yaitu dengan mengerjakan amal shalih dan bertaubat dari semua dosa, karena kematian bisa datan secara tiba-tiba.

Imam Al Bukhari rahimahullah membuat satu bab dalamShahihnya, "Bab Kematian yang Datang Tiba-tiba," lalu beliau menyebutkan hadits Sa'ad bin Ubaidah ketika berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "sesungguhnya ibuku telah meninggal dengan mendadak, dan aku yakin seandainya ia bisa berbicara sebelum itu, pastilah ia ingin bersedekah. Maka dari itu, apakah dia akan mendapatkan pahala jika aku bersedekah untuknya? Beliaupun menjawab, "ya".
(PurWD/voa-islam.com)

"Rahsia Nikmatnya Hidup"

Bila hidup ini tidak halangan, tentu tidak menarik. Terlebih dahulu di-cast dengan ilmu, lalu kita amalkan dalam kehidupan, seperti bertarung dalam kehidupan nyata ini. Tapi kita harus benar-benar dapat mengukur diri kita. Misalnya, ketika terjadi pertemuan dengan kalangan tertentu, yang membuat keimanan kita turun, bererti pertemuan itu tidak bagus untuk kita. Bererti iman kita belum cukup untuk dapat menangkis pengaruh negatif dari kelompok itu. Maka untuk sementara waktu kita perlu berhijrah dari lingkungan tersebut, dalam rangka menguatkan diri. span class="fullpost">

Sehingga pada waktunya, kita sudah sedia untuk terjun ke dalam kehidupan sebenar, namun kita sudah berbekal dengan kemampuan yang lebih baik. Kita harus mendakwahi mereka, ketika kita sudah yakin dengan kekuatan diri kita. Di-cast dapat juga dengan cara berkumpul dengan orang-orang soleh. Diamnya saja akan berpengaruh terhadap keyakinan kita.

Yang paling membuat hidup kita tidak selesa adalah kebingungan, ragu-ragu, dan keraguan, kerana setiap yang meragukan membuat hidup kita tidak jelas. Dalam menjalani hidup ini, apabila belum mengenal peta hidup dengan jelas, maka menyebabkan hidup menjadi gamang, ragu, dan sangat meletihkan.

Dalam menjalani hidup ini, harus jelas hala tujunya dan bagaimana dalam melangkahnya, siapa Tuhan kita, siapa kita, apa yang bahaya, dan apa yang menyelamatkan, akan ke mana kita, dan sebagainya. Kalau sudah semuanya jelas, maka akan mantap dan tidak akan bingung dalam menjalani hidup.

Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia ini adalah menjadi hamba Allah. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Perkara rezeki adalah mutlak dalam genggaman Allah. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki pasti akan menjamin segala keperluan rezekinya.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. QS At-Thalaq : 2-3

Kita bekerja bukan hanya untuk mencari wang, tapi merupakan amal soleh dalam menjemput rezeki atau nafkah kita. Yang dicari keberkahan dan redha Allah SWT. Orang yang mencari redha Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pemberi rezeki, pasti kita akan bertemu dengan rezeki kita, sehingga tidak akan mahu berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari redha Allah, maka ia akan menghalalkan berbagai cara.

Dengan demikian, berbeza antara orang yang bekerja hanya untuk mencari wang, dengan orang yang bekerja untuk mencari redha-Nya. Orang yang mencari redha Allah, sama sekali tiada keraguan, yakin pasti bertemu dengan rezekinya. Selama sesuai dengan perintah Allah, tidak perlu menghiba-hiba kepada manusia, kerana manusia tidak dapat memberikan apa pun, tanpa izin Pemilik Semesta Alam.

Kita bergaul dengan manusia, bukan untuk menuhankan, dan memelas kepada manusia. Kita bergaul dengan manusia kerana Allah menyuruh kita bergaul dengan manusia dengan baik. Kita berbuat baik bukan untuk dihargai. Orang menghargai, dan mengakui kebaikan kita atau tidak, bukan urusan kita. Urusan kita adalah bergaul dengan manusia dengan baik sesuai perintah-Nya. Tidak boeh takut kepada manusia. Diri kita milik Allah, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa izin pemilik-Nya. Tidak akan pernah mati, kecuali Allah yang mematikan.

Manusia bukan pemberi rezeki, manusia hanya makhluk sebagai jalan dari ketentuan Allah. Tugas kita jelas, menjemput rezeki kita dengan cara yang halal. Semua anak-anak kita ada rezekinya. Tugas orang tua membawa anaknya mengenal siapa penciptanya, Lukmanul Hakim menjadi contoh bagaimana seorang hamba Allah, yang tidak bertuhankan selain Allah. Beliau mendidik anak untuk mengenal-Nya, dengan itu akan berjumpa dengan rezekinya yang berkah. Dan akan berjumpa dengan rezeki dan takdir terbaik dalam kehidupannya. Setelah kita mati, warisan terbesar kita kepada anak-anak kita adalah keyakinan dan istiqamah taat kepada Allah.
Dunia ini hanya tempat persinggahan. Semua kita akan tinggalkan. Dunia tidak ada apa-apa. Dunia bukan untuk memperbudak kita, tapi dunia diciptakan untuk menjadi pelayan kita. Harta, pangkat, gelaran, tidak ada apa-apa erti. Orang-orang zalim dan ingkar diberi oleh Allah dunia ini. Kemuliaan bukan dengan pencapaian duniawi, tanda kemuliaan bukan dengan berharta atau berpangkat, melainkan dengan takwa.
Takwa itu tandanya hatinya yakin, patuh kepada Allah, lahir batin. Redha dengan semua takdir yang telah ditetapkan Allah. Allah tidak pernah zalim dalam menentukan takdir kita. Jelas hidup ini hanya singgah sebentar di dunia dan dunia tidak dibawa ke alam kubur.


Siti hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim yang merupakan perintah Allah, ia lantas mengikutinya. Lalu tatkala memerlukan air untuk diri dan anaknya, beliau pun berlari-lari mencari air ke bukit shafa dan marwah. Namun air tidak muncul di bukit tersebut melainkan di sekitar ka’bah yang berjarak seratus meteran dari sana.
Maka tugas kita dalam hal ini adalah untuk menyempurnakan ikhtiar, bukan menentukan hasil. Jangan pernah risau dengan janji Allah. Sesungguhnya yang berbahaya bagi diri kita adalah keburukan dari diri kita sendiri. Orang lain hanya menjadi jalan.

Sekarang masalah apa pun yang menimpa, jangan sibuk dengan orang yang menjadi jalan, melainkan sibuk dengan diri kita yang menjadi penyebabnya. Kebaikan kembali pada pembuatnya, begitu pula keburukan. Tidak ada yang merosak diri kita selain dari keburukan diri kita.
Ketika kita menghadapi kesusahan, kita tidak dapat menyelesaikan dengan kemampuan kita, melainkan dengan pertolongan Allah. Bagaimana jalan keluarnya? Adalah dengan bertaubat.

Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menenangkan hatinya, Allah akan memberi jalan keluar, dan rezeki pertolongan dari yang tidak terduga.
‘maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh : 10-12)

Rezeki termahal dalam hidup ini adalah hati yang yakin, dan lahiriahnya patuh kepada Allah dengan istiqamah. Kejayaan orang adalah yakin kepada Allah, tidak ada keraguan dalam hatinya. Tidak bersedih hati. Kunci yakin adalah hati yang bersih. Makin bersih dari kemusyrikan, kemunafikan, dan cinta duniawi, hati akan langsung merasakan keyakinan, hati peka, doa mustajab, akhlak mulia, dan auranya tenang. Maka jangan ukur kejayaan seseorang dengan duniawinya, melainkan lihatlah sejauh mana keyakinannya yang merupakan kurnia Allah tidak ada tolok bandingannya.

Sekuat tenaga mengarungi hidup, disusuli dengan semangat kebersihan hati. Cari sahabat yang dapat membantu membersihkan hati. Seperti kereta yang tidak berfungsi whipernya/ pembersih kaca ketika hujan lebat, maka dia akan risau. Bukan tiada jalan, melainkan tidak dapat melihat jalan. Seperti itu pula ketika kita melihat dengan mata hati yang tertutup dosa. Oleh kerana itu, kembalilah kepada Allah, seperti kaca yang bersih, maka akan tampak semua yang ada, kerana tidak tertutup, seperti udara bagi paru-paru ini, penyelesaian sesungguhnya terhampar dekat kita.


   </span>

Sahabatku pahamilah...

Aku tidaklah setegar yg kau kira….. ..

Aku juga bisa menangis
Hanya saja kau tidak tahu kapan aku menangis
Dan kau pun tidak pernah melihat aku menangis
Tangisanku slalu aku sembunyikan dan ku ganti dgn senyuman
Agar kau slalu merasa nyaman & bahagia bila di dekatku
Karena senyumanku tulus untuk dirimu
……….Senyum itu ibadah…… ….
Dan biarlah tangisanku ini hanya aku dan tuhan saja yg tahu

Aku tidaklah sekuat yg kau tahu sahabat….. .
Hanya saja kau tak pernah menyadarinya
Aku juga sama seperti dirimu
Kadang kuat kadang lemah
Kadang hanyut terbawa gelombang
Kadang hilang di sapu angin
Kadang gundah di terpa badai
Kadang resah di hujani masalah
Kadang tenggelam di telan lautan
Kadang takut selalu menghantui
Kadang kecewa selalu memayungi
Kadang sesal selalu menertawai
kadang sedih setia menemani
Hanya saja aku berusaha tuk menyandarkan sluruh hidupku pada-Nya

Aku juga tak sebijaksana yg kau tahu sahabat….. ….
Aku juga masih butuh seorang guru
Bahkan lebih dari seorang
Mungkin juga ratusan atau ribuan guru
Untuk membimbing jalan hidupku
Yang penuh dgn dosa dan dosa

Aku juga tak sedewasa yg kau kira sahabat….. …
Aku merasa masih anak-anak berusia 5 tahunan
Yang belum mengerti apa-apa
Dan masih ingin di manja setiap waktu

Aku juga tak sebaik yg kau tahu sahabat….. ..
Orang baik hanyalah salah satu dari cita-citaku
Aku hanyalah manusia biasa yg penuh dgn kekurangan
Dan sedikit sekali kelebihannya. .bahkan mungkin tak punya sama sekali

Tapi sahabat….. ….
Aku bahagia bisa membahagiakanmu
Aku bahagia bisa menjadi temanmu
Aku bahagia bisa membuatmu tersenyum
Aku bahagia bisa membantu kesulitanmu
Aku bahagia bisa membuatmu tertawa
Aku bahagia bisa mengurangi beban pikiranmu
Aku bahagia bisa menjadi teman curhatmu
Dan aku bahagia kau bisa menerima segala kekuranganku tanpa membedakan mana miskin mana kaya……..

musafir perjuangan

Minggu, 13 Februari 2011

"PEREMPUAN dalam HIMPITAN ZAMAN...."

PEREMPUAN adalah TIANG NEGARA.... Berjaya atau hancurnya suatu negara, sedikit banyak ditentukan oleh kualitas SDM perempuan. Setiap perempuan mampu memberikan kontribusi dengan melahirkan & mendidik anak-anak yang terbaik kualitasnya,baik di mata manusia terlebih di mata ALLAH.


     Namun ironisnya kini banyak perempuan yang digilas roda GLOBALISASI. Merekapun meninggalkan budaya "Ibu".
Budaya yang mengajarkan bagaimana bersikap dan bertutur dengan yang baik & sopan.
Budaya yang mengajarkan untuk menjaga martabat & harkat sebagai perempuan.
Budaya yang sangat islami ini kemudian digantikan dengan budaya milik Madona, maria ozawa, shakira, paris hilton & christina Aguilera.

     Kehidupan bebas menjadi pilihan atas nama "HAM" yang sebenarnya sudah kehilangan nilai esensi kemanusiaan.

"Permisivisme" menjadi ideologi kehidupan tanpa malu menggusur rasa kemanusiaan.

     Mereka membanggakan ketelanjangan dalam foto-foto cabul, video porno, pentas perzinahan, & pergaulan tanpa batas.

Inilah sebagian problematika perempuan.

     Kalau perempuan diyakini sebagai tiang negara. Apakah kita tidak takut "tiang-ting itu jatuh & runtuh, lalu menghancurkan kita???"

Lihatlah bagaimana runtuhnya peradaban YUNANI & ROMAWI, yang tidak lain disebabkan moralitas masyaratnya yang rendah, bahkan LEBIH RENDAH DARI HEWAN.

     Atau tengoklah sejenak peradaban Amerika di masa 50-an, dengan kondisi sekarang ini, dimana seks diperkenalkan secara bebas dengan dukungan kapitalis. Kehancuran Amerika merambat kianPASTI.

Kini, tanpa disadari masyarakat kita tengah merangkak MENIRU KEHANCURAN Amerika atau Yunani dengan DALIH MODERNITAS.

     Kalo begitu, apa SOLUSINYA ????

"BACK to ISLAM !!!" inilah jawabannya.

Karena nilai-nilai ISLAM adalah untuk memuliakan & mengarahkan manusia pada keselamatan Dunia & Akhirat....

Namun pabila kita tidak bersegera kembali ke ISLAM... maka tunggulah kehancuran negeri ini !!!!

"Bagaimanakah IKHWAN SEJATI itu ???"

Seorang remaja bertanya pada ibunya  "Ibu ceritakan padaku tentang Ikhwan Sejati.......?????"


Sang Ibu tersenyum & menjawab :


"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang sekitar"

"Ikwan Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran"

''Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa."

"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat kerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah"

"Ikhwan Sejati bukanlah dilhat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan"

"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu"

"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya"

"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari  jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan"

"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Qur'an, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca"

    Setelah itu sang remaja kembali bertanya "siapkah yang dapat memnuhi keriteria itu Ibu ???"

    Sang Ibupun memberi sebuah buku sambil berkata "pelajari dia...."

    Sang remajapun mengambil buku itu, "MUHAMMAD SAW" judul yang tertulis dibuku itu.....
Logo "AL-IKHWANUL AL-MUSLIMUN"
Panitia Walimahtul 'Ursy akh Parlin
10 hari mencari lailatul Qodr

"SURAT CINTA untuk Sang Pencerah Pengemban DA'WAH"

BismiLLAHIRAHMANNIRRAHIM


ASsalamu'alaikum wr...wb...

Innalhamdalillah....

    Da'wah adalah menyeru kepada manusia dengan hikmah & cara yang baik hingga mereka mengkufurkan thogut & beriman kepada ALLAH & mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya Islam.

    Sesungguhnya jalan da'wah itu adalah jalan para Nabi & Rosul. Jalan yang penuh onak & duri. Jalan yang sepi dari pujian & tatapan mata kekaguman orang lain. Bahkan ramai dengan caci maki, hinaan & siksa yang memedihkan, namun itu semua adalah ujian bagi oarng-orang yang beriman. Karena ALLAH takkan mengakui keimanan tanpa ujian.

    Sesungguhnya  semua ujian itu adalah untuk membedakan orang-orang yang benar & orang-orang yang dusta. Antara orang-orang yang yang beriman dengan orang-orang yang munafik, agar dikenal siapa yang sabar & berjihad , & siapa yang menentang. (Risalah Hasan Albana)

    Tetaplah berkontribusi disaat yang lain hanya mengejar posisi. Jadilah Rahmat bagi sekalian alam seperti SunntuLLOH Dinul Islam. Sebaik-baik orang adalah yang paling banyak manfaat untuk orang lain walaupun ia jauh dari kekuasaan. (taujih seorang sahabat)

    Tidak ada gunanya kenikmatan yang mengantarkan ke Neraka. (pesan Sufyan Ats-Tsauri)

     Citra diri manusia bukan pada saat ia berdiri dihadapan banyak orang, atau saat identitas dirinya larut dalam kebanggaan, atau saat keheningan terkalahkan oleh gemerlap pujiaan, atau saat kata-kata menyeru lantang & membuat kagum banyak orang.

    Citra diri manusia adalah saat ia berdiri dihadapan RabbNya, saat ia sedang sendiri di kamar2 kesunyiannya. Secapat apakah ia shalat ??? sefasih apakah tilawah & apa yang ia banggakan saat sendirian ??? 
     Sesungguhnya kita punya 1 kebanggan, yaitu kebanggan IMAN !!! (taujih sorang sahabat)

Ketika kerja keras kita kurang dihargai, maka saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usaha kita dinilai kurang pentig, maka saat itu kita sedang belajar KEIKHLASAN.

Ketika harus lelah & kecewa, maka saat itu kita sedang belajar KESUNGGUHAN.

Ketika merasa sepi & sendiri, maka saat itu kita sedang belajar KETANGGUHAN.

Ketika harus membayar biaya yang sebenarnya  tidak perlu kita tanggung, maka saat itu kita sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN. (taujih seorang sahabat)

Jika kamu merasa lelah & tak berdaya dari usah yang sepertinya sia-sia, ALLOH tahu betapa keras kamu sudah berusaha.

Jika kamu menangis lama & hatimu masih bersedih, sesungguhnya ALLOH sedang menghitung air matamu. 

Jika kamu fikir setahun ini hidupmu sedang menunggu sesuatu & waktu terasa berlalu begitu saja, sesungguhnya ALLOH sedang menunggumu setahun ini

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal & kau merasa tertekan, sesungguhnya ALLOH dapat menenangkanmu.

Jika kamu telah melihat jejak2 harapan sesungguhnya ALLAH sedang berbisik kepadamu.

Ketika kamu berfikir kamu sudah mencoba segalanya & kau tak tahu hendak berbuat apa lagi, sesungguhnya ALLOH punya jawabannya.(taujih seorang sahabat)

Hidup tidak selalunya indah
Langit tak selalu cerah
Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
Begitu aturan TUHAN
        Usah mengharap kesenangan
        Dalam perjuangan penuh pengorbanan
        Usah dendam berpanjangan
        Maafkan kesalahan insan begitu aturan TUHAN
Jadilah rumput yang lemah lembut
Tak luluh dipukul angin ribut
Bagai karang di dasar lautan
Tak terusik dilanda badai
        Dalam diam hitunglah kesyukuranmu
        Dalam tenang awasi kealpaanmu
        Tanamkanlah sifat sabar dalam jiwa itu
        Setitik derita melanda segunung kurniaNYA

Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau lebih sakit dari itu, melainkan ditulis untuknya 1 derajat & dihapus darinya 1 dosa. (H.R Bukhari)

Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik itu berupa rasa letih, sakit, gelisah, gangguan, gundah gulana, maupun duri yang mengenainya, adalah ujian baginya. Dengan ujian itu ALLAH SWT mengampuni dosa-dosanya. (H.R Bukhari)

Anakku, bertakwala kepada ALLAH SWT, maka Dia akan memenuhi hajatmu, memberimu kecukupan, menambah karuniaNYA. Hendaklah ketakwaan menjadi tiang ke 2 matamu & penerang hatimu. (Perkataan Umar bin Abdul Aziz kepada anaknya)

Sedekah rahasia dapat memadamkan murka ALLAH
Silaturahmi dapat memperpanjang umur &
Kebaikan-kebaikan dapat mencegah kematian yang buruk. (taujih seorang sahabat)

    Barang siapa beriman kepada ALLAH SWT, maka niscaya Dia menjadikan baginya jalan keluar & memberinya rezeki secara tak terduga. (Q.S Ath-Thalaq : 2-3)

    Ada banyak hal yang tak pernah kita minta, tetapi ALLAH tiada alfa menyediakannya untuk kita. Seperti udara sejuk untuk bernafas, air segar, hangat mentari & kicau burung yang mendamaikan hati. Jika demikian, atas do'a yang kita panjatkan bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan. (taujih seorang sahabat).



Logo "AL-IKHWANUL AL-MUSLIMUN"
para pencari TUHAN ('itikaf 2010)
10 hari mencari lailatul Qodr


outbond Tafakur Alam

 

Followers

Blogger Tricks

free counters