Jumat, 18 Februari 2011

Dalam Dekapan Ukhuwah (Part 3)

Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa

Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali: "jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara".

Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji..


Dalam dekapan ukhuwah, jadilah orang yang mau berubah, mampu menerima kegagalan, bersedia membahas persoalan, bisa belajar dari orang lain, dan siap melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah.

Dalam dekapan ukhuwah, hindarkan diri dari kepengecutan dan mengeluhlah hanya pada Allah..

Salim A. Fillah




Panitia Walimahtul 'Ursy akh Parlin
 
Out bond Tafakur Alam di Gunung Salak endah

Tafakur Alam di Cigamea Gunung Salak Endah ^_^
Makan malam berjamaah"MABIT" di base camp ikhwan

NAMA-NAMA SYURGA DAN NERAKA

Tingkatan dan nama-nama syurga ialah :- 


1. Firdaus 
2. Syurga 'Adn 
3. Syurga Na'iim 
4. Syurga Na'wa 
5. Syurga Darussalaam 
6. Daarul Muaqaamah 
7. Al-Muqqamul Amin 
8. Syurga Khuldi 



Sedangkan tingkatan dan nama-nama neraka adalah :- 

1. Neraka Jahannam 
2. Neraka Jahiim 
3. Neraka Hawiyah 
4. Neraka Wail 
5. Neraka Sa'iir 
6. Neraka Ladhaa 
7. Neraka Saqar 
8. Neraka Hutomah




Kamis, 17 Februari 2011

Antara Kebutuhan dan Keinginan

Antara kebutuhan dan keinginan pada diri seorang manusia selalu menjadi pertentangan batin tersendiri. Seseorang harus benar-benar mendengarkan suara hati (nurani) yang terdalam untuk memastikan keputusannya sesuai secara proporsional. Sesuatu yang didasari oleh rasa ingin, biasanya didorong oleh hawa nafsu. Sedangkan kebutuhan adalah sesuatu yang memang perlu dipenuhi. Namun, kadang porsi keinginan selalu lebih besar daripada kebutuhan. Terlebih lagi jika memiliki harta dan posisi (jabatan) yang menjanjikan.


Besarnya keinginan daripada kebutuhan didasari karena adanya pergeseran sistem nilai dari yangidealistic menuju sensate norms. Pada norma idealistic, manusia masih memandang bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara, maka tidak perlu terlalu cinta dunia. Oleh karena itu, pada norma ini, manusia masih memegang teguh nilai-nilai Ketuhanan. Sedangkan norma sensatedicirikan oleh adanya budaya hedonisme, materialisme, atau manusia yang sudah terlalu cinta dunia.

Hal yang menjadi permasalahan adalah keinginan untuk memuaskan nafsu sensoris manusia tidak ada batasnya. Bahkan, semakin banyak manusia memiliki harta, akan semakin menggebu-gebu tingkat keinginannya. Kecintaan terhadap dunia ibarat meminum air laut, semakin banyak diminum akan semakin haus, sehingga tidak akan pernah terpuaskan dahaganya. Keinginan manusia yang tidak ada batasnya itu dihadapkan dengan ketersediaan sarana dan sumber daya yang terbatas. Hal inilah yang membuat manusia cenderung bersikap “aji mumpung” jika ada kesempatan sekecil apapun datang menghampiri.

Sebagai jalan keluar yang harus ditempuh adalah bagaimana belajar mengendalikan diri dari nafsu duniawi yang tidak ada batasnya. Tentu hal ini akan sangat berhubungan dengan bagaimana membangkitkan kesadaran spiritualitas manusia. Dengan kesadaran spiritualitas itu, akan membangkitkan kesadaran pada diri manusia bahwa kehidupan dunia adalah sebuah ilusi. Hendak kemana harta-harta kita dibawa? Mau diapakan kemewahan dunia yang kita pelihara?Toh, dunia tetap disini saja. Tidak ada yang dibawa mati, kecuali amal-amal kita. Kecuali, jika harta yang kita miliki dimanfaatkan sebagai bekal kematian.

Orang yang paling miskin bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, tapi orang yang paling banyak keinginannya terhadap dunia. Mereka tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ada. Selalu saja merasa kurang. Apa artinya banyak harta jika kita tidak pernah merasa cukup? Agar hati tetap kaya, lepaskan belenggu dari keinginan terhadap dunia, pastikan hanya yang kita butuhkan saja. Semakin banyak keinginan terhadap dunia, akan semakin memenjarakan hati kita.

oleh Rizal Dwi Prayogo


tilawah ba'da isya

Dalam Dekapan Ukhuwah (Part 2)

Bismillah…


Akhina.. mendalami agungnya cerita para sahabat yang terlingkar dalam dekapan ukhuwah, membuatku banyak menerawang semua kisah yang mungkin sangat tak berbekas dibanding mereka..

Hanya saja, cerita-cerita sederhana itu, seperti menjadi kenangan-kenangan yang akan selalu membuat saya berkata ke dalam diri.. “bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta..” Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit, atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua, dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.. “Akankah kita mampu bertahan ?”…

Dalam dekapan ukhuwah akhina… Kudo’akan kita masih Istiqomah, kita tak mau kalah untuk berkeringat, kita tak mau resah untuk sebuah pekerjaan yang terasa berat..
Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kutitipkan semua kekuatan yang mungkin aku punya dan kau tak punya, agar ia terbang bersama, kemudian kita mampu saling bertukar semangat…

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kukirimkan setumpuk harap yang sederhana, namun berharap ia mampu saling menguati, kalimat sederhana ini hanyalah catatan-catatan bagi cerita perjalanan kita yang tak banyak diketahui orang selain diri kita, Allah dan orang-orang yang ikhlas bersama-Nya..

Dalam dekapan ukhuwah akhina… Kutanamkan ikhlas sebagai pedoman, kusemai iman sebagai kekuatan, dan kusuburkan keyakinan sebagai jawaban dari setiap persoalan.. Seperti hamparan kisah Hajar dengan keyakinannya pada Allah, seperti tumpukan rasa yakin Yunus as dalam do’a-do’a penuh penghambaannya.. Semuanya akhina, ikhlas, iman, dan keyakinan yang kokoh mengakar dalam diri kita yang akan membuat kita memahami kenapa Sayyid Qutb tersenyum tenang menjelang syahid, kenapa Yusuf Qardhawi dengan tenang melanjutkan syuro ketika masih dalam keadaan lapar, atau ketika para pendahulu dakwah ini berlelah-lelah untuk sekedar menyampaikan kalimat-kalimat tausyiah bagi para pejuang yang haus akan cinta-Nya..

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kusadari, bahwa setiap perjuangan bukanlah hal yang mudah. Ia meleburkan semua kebahagiaan, menghapus semua sifat pengandaian kita, menghujam dan menusuk semua sifat kemalasan kita, hanya saja, disetiap akhir cerita yang panjang dan menguras tenaga ini, Allah selalu menggantinya dengan kebahagiaan yang merasuk, kenyamanan yang membumi, hingga getar-getar cinta yang agung dan merambat di dalam jiwa-jiwa kita agar selalu tunduk pada-Nya..

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kupelajari satu yang tak pernah kudapat dari yang lain. Bahwa bekerja bukan hanya berarti melakukan apa-apa yang kita cintai. Namun bekerja, juga merupakan terjemahan dari berlelah-lelah bagi apa yang kita tidak sukai, bahkan sekalipun itu menyangkut dengan kenyamanan hidup kita. Maka karena kita telah berani untuk bersumpah dan bekerja bersama-Nya, jadilah hati dan jiwa kita takkan pernah habis di isi kekuatan oleh-Nya untuk bergerak, takkan pernah habis diisi dengan mata air segar yang selalu memancarkan kebaikan dalam episode-episode hari kita.. Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Aku belajar semuanya…

Akhina…
Aku, kamu dan kita semua, pernah merasa tak layak untuk sekedar berjuang dalam dekapan ukhuwah.. Mungkin karena kurangnya ilmu, kurangnya amal dan kurangnya iman di dalam diri.. Namun, karena dalam dekapan ukhuwah telah menawarkan sejuta cinta yang menggetarkan untuk-Nya, maka karena-Nya, aku akan terus bertahan, terus meretas jalan perjuangan, dan terus berlelah-lelah untuk menggapai kemenangan.. Dalam dekapan ukhuwah akhina.. berharap semuanya juga mampu kita rasakan dan kita amalkan..

Akhina..
Diakhir tulisan ini aku berharap, akhir dari dalam dekapan ukhuwah kita, bermuara pada telaga kautsar yang disampingnya telah ditunggu oleh Sang Lelaki Mulia, Nabi Muhammad saw.

~ Yusuf Al Bahi ~
Inspiring from Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. FIllah


Panitia Walimahtul 'Ursy akh Parlin

Outbond Tafakur Alam ROHIS 23
Peserta 'itikaf di masjid BI
Para Pencari TUHAN ('itikaf 2010)

Pernah Ada Masa-Masa

pernah ada masa-masa dalam cinta kita

kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu


pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai


di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api


kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”


maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”


padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-


dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-


kini aku hanya menangis rindu membaca kisah ini;
satu hari abu bakr, lelaki tinggi kurus itu menjinjing kainnya
terlunjak jalannya, tertampak lututnya, gemetar tubuhnya
“sahabat kalian ini”, kata Sang Nabi pada majelisnya, “sedang kesal
maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya..”


“antara aku dan putera al khaththab”, lirih abu bakr
dia genggam tangan nabi, dia tatap mata beliau dalam-dalam
“ada kesalahfahaman. lalu dia marah dan menutup pintu rumah.
kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulangkali untuk memohon maafnya,
tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan.”


tepat ketika abu bakr selesai berkisah, ‘umar datang dengan resah
“sungguh aku diutus pada kalian”, Sang Nabi bersabda
“lalu kalian berkata ‘engkau dusta!’, wajah beliau memerah

“hanya abu bakr seorang yang langsung mengiya, ‘engkau benar!’
lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya.
masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?”


‘umar berlinang, beristighfar dan berjalan simpuh mendekat
tapi tangis abu bakr lebih keras, air matanya bagai kaca jendela lepas
katanya, “tidak ya Rasulallah.. tidak.. ini bukan salahnya..
demi Allah akulah memang yang keterlaluan..”
lalu diapun memeluk ‘umar, menenangkan bahu yang terguncang


ya Allah jika kelak mereka berpelukan lagi di sisiMu
mohon sisakan bagian rengkuhannya untuk kami
pada pundak, pada lengan, pada nafas-nafas ini..


outbond Tafakur Alam

Rabu, 16 Februari 2011

Keistimewaan Wanita

bunda..Mengapa kau menangis..?


Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya

"Ibu,mengapa ibu menangis...?".
Ibunya menjawab
"Sebab ibu hanyalah seorang wanita,Nak.."
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak,kamu memang tak akan pernah mengerti..."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya
"Ayah..mengapa ibu menangis...? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas ?" 
Sang ayah menjawab..
"Semua wanita memang menangis tanpa da alasan..."
Hanya itu jawaban yang bisa di berikan ayahnya.
Lama kelamaan,si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya.
Mengapa wanita menangis..

Pada suatu malam,ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan
"Ya Allah...mengapa wanita mudah sekali menangis...?"

Dalam mimpinya Allah menjawab..

"Saat Kuciptakan wanita...Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya,agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,walaupun juga,bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan keperkasaan,yang akan membuatnya tetap bertahan,pantang menyerah,saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita,Kuberikan kesabaran,untuk merawat keluarganya,walau letih,walau sakit,walau lelah,tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita,perasaan peka dan kasih sayang,untuk mencintai semua anaknya,dalam kondisi apapun,dan dalam situasi apapun.Walau tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaanya,melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap.Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya,melalui masa-masa sulit,dan menjadi pelindung baginya.Sebab,bukankah tulang rusuklah yang melindungi hati dan jantung agar tak terkoyak...?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan,dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan,bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.Walau,seringkali pula,kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami,agar tetap berdiri,sejajar,saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya...
Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita,agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita,walaupun sebenarnya air mata ini adalah AIR MATA KEHIDUPAN.."

NB : Catatan seorang akhwat


Wanita MUSLIMAH adalah Wanita SEMPURNA...

Ini adalah sebuah perumpamaan fiksi, tapi semoga bisa berhikmah dan bermanfa'at.


Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri, dan kesempurnaan mawar adalah pada durinya, semua kisah, puisi, syair dari klasik hingga modern memberi tajuk ''mawar berduri'' untuk gambaran kesempurnaan bunga. namun terkadang orang menganggap duri pada mawar menganggu, merusak bahkan mengurangi keindahan kelopak mawar. padahal justru dgn duri itulah setangkai mawar jadi sempurna terjaga terlindungi, tak di petik sembarang orang.

Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yg melekat dari Allah bagi seorang wanita. banyak orang mengatakan aturan yg Allah buat utk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit mendapatkan pekerjaan. padahal seperti duri pada mawar justru aturan itu yg melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia, seperti duri yg jadi penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar sempurna, pastinya wanita dgn aturan yg melekat dari Allah pula wanita yg sempurna.

Seorang wanita sempurna seperti mawar berduri di tepi jurang. bukan mawar di tengah taman, jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan bisa memetiknya. dari orang biasa hingga orang kurang ajar yg nekat memetik walaupun ada tulisan ''Dilarang Memetik Bunga'', walau ada larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan itu hanya tertulis ancaman ''Denda sekian puluh ribu rupiah atau kurungan sekian bulan'' tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan berani menyentuhnya.

Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang, hingga tak sembarang tangan bisa mencolekmu. hingga jika pun suatu saat ada seorang yang memetikmu, pastilah dia yg paling berani berkorban utkmu, bukan sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki, karena wanita bukanlah barang murah yg boleh di sentuh seenaknya. bukan barang hiasan yg bisa di petik dgn ancaman kecil. Dan setelahnya tak ada yg lebih indah dari mawar berduri di tepi jurang bagi seorang lelaki berani, seorang wanita dgn aturan dan ''Keterasinganlah" yg menarik minat lelaki peradaban. tapi bagi lelaki pecundang, tentu mengambil mawar tak berduri di tengah taman lebih di inginkan, ''Lebih sedikit resiko'' begitu kata mereka yg kalah. lalu terserah kamu para wanita, apakah kamu berharap tangan pemberi atau hanya tangan para pecundang yg menyentuh kamu. Jadi silahkan saja pilih.??

Disaat hidayah Allah berikan, setelah seorang wanita berkata ingin menjadi mawar sempurna di tepi jurang, dgn
langkah awal menutup sempurna aurat.
Subhanallah jaga kami semua dlm hidayahmu ya Robbi..... Allahuma Aamiin ya Allah..

Semoga bermanfa'at..
Barakallahu fiikum..
Salah dan hilaf andai ada kata yg kurang berkenan mohon dimaafkan..

By: Menata Hati


Dalam Dekapan Ukhuwah (Part 1)

Dalam dekapan ukhuwah kita menghayati pesan Sang Nabi. “Jangan kalian saling membenci”, begitu beliau bersabda seperti dicatat Al Bukhari dalam Shahihnya, “Jangan kalian saling mendengki, dan jangan saling membelakangi karena permusuhan dalam hati.. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."

Dalam dekapan ukhuwah kita mendaki menuju puncak segala hubungan, yakni taqwa. Sebab, firmanNya tentang penciptaan insan yang berbangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal ditutup dengan penegasan bahwa kemuliaan terletak pada ketaqwaan. Dan ada tertulis, para kekasih di akhirat kelak akan menjadi seteru satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita; sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.

Dalam dekapan ukhuwah, kita akan mengeja makna-makna itu, menjadikannya bekal untuk menjadi pribadi pencipta ukhuwah, pribadi perajut persaudaraan, pembawa kedamaian, dan beserta itu semua; pribadi penyampai kebenaran.

inspirasi : buku "Dalam Dekapan Ukhuwah" SaLim A. Fillah


Pelatihan IT Islami (Februari 2011)

Kelompok Ikhwan serius...
Ba'da acara MABIT

Selasa, 15 Februari 2011

"Kenalilah DENGAN SIAPA KAMU BERTEMAN....!!!!"

Jika jiwamu pada suatu hari membisikanmu untuk berteman dengan orang-orang karena kau membutuhkan mereka.

Maka bertemanlah dengan orang yang:
  • Tidak akan mendatangkan kejahatan bagimu
  • Tidak berseberangan jalan denganmu
  • Tidak pula merendahkanmu saat menghadapi kenyataan
  • Apabila engkau berteman dengannya ia akan membuatmu menawan
  • Apabila engkau bergegas mendekatinya, ia akan melindungimu
  • Apabila cobaan menimpamu, ia meringankan bebanmu
  • Apabila engkau berkata, ia membenarkan kata-katamu
  • Apabila engkau menggandengnya, ia menggandengmu lebih erat
  • Apabila engkau mengulurkan tanganmu untuk memberi, ia pun membuka tangannya untuk memberimu lebih
  • Apabila ia melihat kebaikan darimu, ia memandangnya
  • Apabila tampak darimu suatu kekurangan, ia menutupinya

10 hari mencari lailatul Qodr

 

Followers

Blogger Tricks

free counters