Minggu, 17 Juli 2011

Kami Anak ROHIS

Oleh Dinar Zul Akbar

Kami anak ROHIS. Akidah kami bersih terhadap hal-hal yang bersifat magis. Baik itu jimat, wapak, jirim, ataupun keris apalagi penggaris. Pedoman hidup kami adalah Al Quran dan Al Hadits. Kami bukan kalangan alkoholis. Boro-boro untuk berakohol ria, untuk uang jajan pun kami masih mengemis.

Kami anak ROHIS. Ada seorang nenek bernama Sydney Jones yang menuduh kami radikalis. Padahal kami hanyalah sekumpulan aktivis. Tentunya aktivis Islam bukannya aktivis secularis, pluralis, liberalis, apalagi satanis. Kami hanya dapat berharap mudah-mudahan masyarakat tidak termakan isu tersebut yang buat kami menjadi miris.

Kami anak ROHIS. Dandanan kalangan pria kami atau biasa disebut ikhwan umumnya khas dengan jenggot klimis nan tipis. Sedangkan kaum hawa atau akhwatnya biasanya terlihat dengan jilbabnya yang terlihat maksimalis. Tapi hal itu tidaklah mutlak, so santai saja buat para bro n sis.

Kami anak ROHIS. Murobbi kami selalu bercerita bahwa kami adalah pewaris. Pewaris risalah para nabi dan Rasul dari zaman nabi Adam sampai sayyiduna Muhammad SAW Al-Quraisy. Untuk itulah kami dididik menjadi pemuda yang loyalis. Loyalis kepada Allah dan RasulNya serta berlepas dari paham-paham yang tidak Islamis.

Kami anak ROHIS. Bukanlah segerombolan selebritis. Yang kerjaannya update status di jagad virtual agar dibilang eksis. Yang cuman bisa basa-basi kebaikan share pilu, nestapa, atau apa saja hal-hal yang berbau melankolis. Buat kami yang terpenting adalah aksi nyata bukan bualan besar yang manis serta bombastis.
Kami anak ROHIS. Tongkrongan kami jauh dari kafe, mall, bar, diskotik ataupun di halte bis. Biasanya kami paling suka duduk di masjid atau juga di majelis-majelis. Kami selalu menjaga diri kami dari hal-hal yang bersifat najis. Baik najis jasmani ataupun psikis.

Kami anak ROHIS. Kami diajarkan untuk dapat bersifat altruis. Dan membuang jauh-jauh sifat egois. Kami juga diajarkan untuk menjadi golongan yang mukhlis.Tidak mengharapkan imbalan dari manusia yang sifatnya matrialis. Walaupun kadang kali uang jajan kami menjadi habis. Tapi, tak apalah yang penting balasan dari Allah berupa surga lengkap dengan para bidadari’s.

Kami anak ROHIS. Karakter masing-masing kami tidaklah sama seperti halnya kue lapis. Ada yang bawaannya serius, rajin, rapat tidur mulu juga ada, ataupun yang humoris. Akan tetapi kami juga dibekali ilmu untuk selalu bersikap idealis. Jangan jadi orang yang pragmatis plus oportunistis. Takutnya malah jadi orang-orang yang ikut ketularan virus liberalis. Yang kadang kalo ngomong suka bikin mengekerut alis.

Kami anak ROHIS. Pada kesempatan kali ini kami ingin mengatakan bahwa kami bukan teroris. Jangan juga mencap kami sebagai ekstrimis. Hanya di karenakan perubahan tingkah laku kami yang mungkin terlihat agak lebih agamis. Padahal teroris tulen bin sejati adalah para kaum zionis bengis rasis dan kolonialis.

Kami anak ROHIS. Kami juga ditanamkan nilai-nilai zuhud atau bahasa kerennya adalah askestis. Kami juga menjauhi hal-hal yang sifatnya glamoris. Kami berusaha untuk sejauh mungkin tidak menjadi kaum borjuis. Karna khawatir terkena penyakit wahn atau istilah lainnya hedonis.

Kami anak ROHIS. Kami juga manusia bukannya malaikat yang selalu tampil perfeksionis. Tak sedikit pula diantara kami yang takluk terhadap godaan sang iblis. Dan mereka-mereka itu pun episode dakwahnya berakhir dengan sangat tragis. Yang kalau dituliskan di sini dapat membuat mata menangis.

Kami anak ROHIS. Beberapa kami juga diberikan bakat berbisnis Selain bisnis ada juga yang bakat menulis. Dan tulisan ini dibuat bukan untuk sekedar narsis-narsis. Ya, ini hanya dibuat sekedar berbagi tentang profil ROHIS.

Sabtu, 16 Juli 2011

Interview Bakal Calon (Balon) Pengurus ROHIS Periode 2011/2012

Interview itu apaan sih? interview biasa dikenal dengan istilah wawancara, interview adalah:

An interview is a conversation between two people (the interviewer and the interviewee) where questions are asked by the interviewer to obtain information from the interviewee....

gimana dah ngertikan? dikit2 boleh ya pake bahasa inggris, jadi interview adalah sebuah percakapan antara dua orang, yaitu orang yang di interview (interviewee) dengan yang menginterview (interviewer), dimana interviewer mengajukan beberapa pertanyaan kepada interviewee untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Oya, cerita interview calon Ketua Keputrian ROHIS SMAN 23 Periode 2011/2012 bisa dilihat di blog-nya keputrian, di http://keputrianrohissman23.blogspot.com/ baca ya...

Setiap tahunnya di akhir kepengurusan, ROHIS SMAN 23 selalu dan Insya Allah akan menyelenggarakan interview, yaitu proses wawancara kepada beberapa kandidat balon pengurus rohis, baik Ketua ROHISnya, Ketua Keputriannya, dan pengurus2 departemen lainnya, beserta para anggota. Biasanya Interview dilakukan sebelum Musyawarah Besar ROHIS sekitar bulan Juni-Juli.

Interview calon pengurus rohis dilakukan di satu tempat dan dilaksanakan secara terpisah, maksudnya pengurus ikhwan di interview oleh ikhwannya, dan begitupun pengurus akhwat, jadi tidak digabung. Setelah para kandidat pengurus mengisi lembar Questioner yang telah diberikan oleh Pengurus ROHIS Demisioner (yang akan segera berakhir kepengurusannya), interview baru dapat diselenggarakan, karena para penginterview membutuhkan data para kandidat terlebih dahulu. Berikut Pos-pos yang ada dalam interview pengurus rohis dengan 2 cara, yaitu:
1. Interview dengan pembagian pos-pos sebanyak 4 pos, yang terdiri dari Pos Shalat, Pos Al-Qur'an, Pos Questioner, dan Pos Tsaqofah. Prosesnya berlangsung secara berikut, setelah kandidat dikumpulkan, lalu diadakan pembukaan, kemudian peserta ditempatkan ke masing-masing pos secara berurutan ataupun random (acak), tergantung dari waktu dan keadaan pos tersebut, jika kosong, maka peserta akan ditempatkand dalam pos yang bersangkutan.
2.Interview dilakukan dalam satu ruangan, dimana seluruh interviewer berkumpul, kemudian kandidat masuk ke dalam ruangan interview satu persatu, proses interview berlangsung satu persatu dari masing-masing pos, artinya pasa interviewer atau penanya mewakili pertanyaan dari pos yang bersangkutan.

Proses seleksi dilakukan setelah semua peserta selesai di interview dan di tutup terlebih dahulu, kemudian tim interview berkumpul dan berembuk, mendiskusikan hasil pengamatan dan analisanya. Semoga penjelasan ini bermanfaat. Wallahua'lam bisshawab.








Selasa, 05 Juli 2011

BILA CINTA MENYAPA

.....Bismillahirrohmanirrohim.....


Teruntuk saudara seperjuanganku


Assalamu'alaikum wr...wb...

InnalhamdaLILLAH....

BILA CINTA MENYAPA ... !!!



       Cinta bikin orang gila’, begitu kata sebagian orang. Barangkali ada benarnya. Buktinya, banyak kita saksikan para pemuda atau pemudi yang rela melanggar aturan-aturan agama demi mencari keridhaan pacarnya. Alasan mereka, ‘cinta itu membutuhkan pengorbanan’. Kalau berkorban harta atau bahkan nyawa untuk membela agama Allah, tentu tidak kita ingkari. Namun, bagaimana jika yang dikorbankan adalah syariat Islam dan yang dicari bukan keridhaan Ar-Rahman? Semoga tulisan yang ringkas ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita bersama, agar cinta yang mengalir di peredaran darah kita tidak berubah menjadi bencana.



Allah ta’ala berfirman,



وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ



“Di antara manusia ada yang mencintai sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah, adapun orang-orang yang beiman lebih dalam cintanya kepada Allah. Seandainya orang-orang yang zhalim itu menyaksikan tatkala mereka melihat adzab (pada hari kiamat) bahwa sesungguhnya seluruh kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah : 165)



Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan, “Allah menceritakan bahwa mereka (orang musyrik) mencintai pujaan-pujaan mereka/sesembahan tandingan itu sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah. Maka hal itu menunjukkan bahwa mereka juga mencintai Allah dengan kecintaan yang sangat besar. Akan tetapi hal itu belum bisa memasukkan mereka ke dalam Islam. Lalu bagaimana jadinya orang yang mencintai pujaan (selain Allah) dengan rasa cinta yang lebih besar daripada kecintaan kepada Allah? Lalu apa jadinya orang yang hanya mencintai pujaan tandingan itu dan sama sekali tidak mencintai Allah?” (sebagaimana dinukil dalam Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 7. islamspirit.com).



Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan : “Allah ta’ala menyebutkan tentang kondisi orang-orang musyrik ketika hidup di dunia dan ketika berada di akhirat. Mereka itu telah mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah yaitu [sesembahan-sesembahan] tandingan. Mereka menyembahnya disamping menyembah Allah. Dan mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dia itu adalah Allah yang tidak ada sesembahan yang hak kecuali Dia, tidak ada yang sanggup menentang-Nya, tidak ada yang bisa menandingi-Nya dan tiada sekutu bersama-Nya. Di dalam Ash-Shahihain [Sahih Bukhari dan Muslim] dari Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu’anhu-, dia berkata : Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang terbesar.” Beliau menjawab : “Yaitu engkau mengangkat selain Allah sebagai sekutu bagi-Nya padahal Dialah yang menciptakanmu.” Sedangkan firman Allah, “adapun orang-orang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah.” Hal itu dikarenakan kecintaan mereka (orang yang beriman) ikhlas untuk Allah dan karena kesempurnaan mereka dalam mengenali-Nya, penghormatan dan tauhid mereka kepada-Nya. Mereka tidak mempersekutukan apapun dengan-Nya. Akan tetapi mereka hanya menyembah-Nya semata, bertawakal kepada-Nya dan mengembalikan segala urusan kepada-Nya…” (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, I/262)



Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya barangsiapa yang mencintai sesuatu selain Allah sebagaimana mencintai Allah ta’ala maka dia termasuk kategori orang yang telah menjadikan selain Allah sebagai sekutu. Syirik ini terjadi dalam hal kecintaan bukan dalam hal penciptaan dan rububiyah… Karena sesungguhnya mayoritas penduduk bumi ini telah mengangkat selain Allah sebagai sekutu dalam perkara cinta dan pengagungan.” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320).



Syaikh Hamad bin ‘Atiq rahimahullah menjelaskan, “Orang-orang musyrik itu menyetarakan sesembahan mereka dengan Allah dalam hal kecintaan dan pengagungan. Inilah pemaknaan ayat tersebut sebagaimana dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah…” (Ibthaalu Tandiid, hal. 180).



Syaikhul Islam mengatakan : “Penyetaraan semacam itulah yang disebutkan di dalam firman Allah ta’ala tatkala menceritakan penyesalan mereka di akhirat ketika berada di neraka. Mereka berkata kepada sesembahan-sesembahan dan sekutu-sekutu mereka dalam keadaan mereka sama-sama mendapatkan adzab (yang artinya) : “Demi Allah, dahulu kami di dunia berada dalam kesesatan yang nyata, karena kami mempersamakan kamu dengan Rabb semesta alam.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 97-98). Telah dimaklumi bersama, bahwasanya mereka bukan mensejajarkan sesembahan mereka dengan Rabbul ‘alamin dalam hal penciptaan dan rububiyah. Namun mereka hanya mensejejajarkan pujaan-pujaan itu dengan Allah dalam hal cinta dan pengagungan…” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320-321)



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Kecintaan orang-orang yang beriman lebih dalam dikarenakan kecintaan tersebut adalah kecintaan yang murni yang tidak terdapat noda syirik di dalamnya. Sehingga kecintaan orang-orang yang beriman menjadi lebih dalam daripada kecintaan mereka (orang-orang kafir) kepada Allah.” (Al-Qaul Al-Mufid, II/4-5).



Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa makna ‘orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah’ yaitu apabila dibandingkan dengan kecintaan para pengangkat tandingan itu terhadap sekutu-sekutu mereka. Karena orang-orang yang beriman itu memurnikan cinta untuk Allah, sedangkan mereka mempersekutukan-Nya. Selain itu, mereka juga mencintai sesuatu yang memang layak untuk dicintai, dan kecintaan kepada-Nya merupakan sumber kebaikan, kebahagiaan dan kemenangan hamba. Adapun orang-orang musyrik itu telah mencintai sesuatu yang pada hakikatnya tidak berhak sama sekali untuk dicintai. Dan mencintai tandingan-tandingan itu justru menjadi sumber kebinasaan dan kehancuran hamba serta tercerai-cerainya urusannya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 80).



Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Sumber terjadinya kesyirikan terhadap Allah adalah syirik dalam perkara cinta. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan, mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah. Adapun orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165)…” Beliau menegaskan : “Maksud dari pembicaraan ini adalah bahwasanya hakikat penghambaan tidak akan bisa diraih apabila diiringi dengan kesyirikan kepada Allah dalam urusan cinta. Lain halnya dengan mahabbah lillah. Karena sesungguhnya kecintaan tersebut merupakan salah satu koneskuensi dan tuntutan dari penghambaan kepada Allah. Karena sesungguhnya kecintaan kepada rasul –bahkan harus mendahulukan kecintaan kepadanya daripada kepada diri sendiri, orang tua dan anak-anak- merupakan perkara yang menentukan kesempurnaan iman. Sebab mencintai beliau termasuk bagian dari mencintai Allah. Demikian pula halnya pada kecintaan fillah dan lillah…” (Ad-Daa’ wad-Dawaa’, hal. 212-213)



Buktikan Cintamu!



Dari Anas radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai dia menjadikan aku lebih dicintainya daripada anak, orang tua dan seluruh umat manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata : “Maka keimanan tidak menjadi sempurna sampai Rasul lebih dicintainya daripada seluruh makhluk. Kalau demikian halnya yang seharusnya diterapkan dalam kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bagaimanakah lagi dengan kecintaan kepada Allah ta’ala?!!…” (Al-Qaul Al-Mufid, II/6).



Allah ta’ala berfirman,



قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي



“Katakanlah : Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku.” (QS. Ali-’Imraan : 31). Syaikhul Islam berkata : “Maka tidaklah seseorang menjadi pecinta Allah hingga dia mau tunduk mengikuti Rasulullah.” (lihat Al-’Ubudiyah)



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Pokok dari seluruh amal perbuatan adalah rasa suka (cinta). Karena seorang manusia tidaklah melakukan sesuatu kecuali apa yang disukainya, baik dalam rangka mendapatkan manfaat atau untuk menolak madharat. Maka apabila dia melakukan sesuatu tentulah karena dia menyukainya, mungkin karena dzat sesuatu itu sendiri (sebab internal) seperti halnya makanan atau karena sebab eksternal seperti halnya meminum obat. Ibadah kepada Allah itu dibangun di atas pondasi kecintaan. Bahkan rasa cinta itulah hakikat dari ibadah. Sebab apabila anda beribadah tanpa memiliki rasa cinta maka ibadah yang anda perbuat akan terasa hambar dan tidak ada ruhnya. Karena sesungguhnya apabila di dalam hati seorang insan masih terdapat rasa cinta kepada Allah dan keinginan untuk menikmati surga-Nya maka tentunya dia akan menempuh jalan untuk menggapainya…” (Al-Qaul Al-Mufid, II/3)



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga perkara, barangsiapa yang pada dirinya terdapat ketiganya niscaya akan merasakan manisnya iman; [1] Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, [2] dia mencintai orang lain tidak lain disebabkan cinta karena Allah, [3] dan dia tidak suka kembali kepada kekafiran sebagaimana dia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam kobaran api.” (HR. Bukhari [15,20,5581,6428] dan Muslim [60,61] dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu).



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Tali keimanan yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya [92] dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu disahihkan Al-Albani dalam takhrij Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyah).



Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Tanda kebenaran cinta itu ialah apabila seseorang dihadapkan kepadanya dua perkara, salah satunya dicintai Allah dan Rasul-Nya sementara di dalam dirinya tidak ada keinginan (nafsu) untuk itu, sedangkan perkara yang lain adalah sesuatu yang disukai dan diinginkan oleh nafsunya akan tetapi hal itu akan menghilangkan atau mengurangi perkara yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Apabila ternyata dia lebih memprioritaskan apa yang diinginkan oleh nafsunya di atas apa yang dicintai Allah ini berarti dia telah berbuat zalim dan meninggalkan kewajiban yang seharusnya dilakukannya” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 332).



Maka perhatikanlah wahai saudaraku kecenderungan dan gerak-gerik hatimu, jangan-jangan selama ini engkau telah menobatkan sesembahan selain Allah jauh di dalam lubuk hatimu; entah itu harta, kedudukan, jabatan, benda, atau sesosok manusia. Engkau mengharapkannya, menggantungkan cita-citamu kepadanya, takut kehilangan dirinya sebagaimana rasa takutmu kehilangan bantuan dari Allah ta’ala, sehingga keridhaannya pun menjadi tujuan segala perbuatan dan tingkah lakumu. Halal dan haram tidak lagi kau pedulikan, aturan Allah pun kau lupakan. Aduhai, betapa malang orang-orang yang telah menjadikan makhluk yang lemah dan tak berdaya sebagai tumpuan harapan hidupnya. Sungguh benar Ibnul Qayyim rahimahullah yang mengatakan, “Sesungguhnya mayoritas penduduk bumi ini telah mengangkat selain Allah sebagai sekutu dalam perkara cinta dan pengagungan.” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320).



Semoga Allah menyelamatkan hati kita dari tipu daya Iblis dan bala tentaranya, dan semoga Allah meneguhkan hati kita untuk menjunjung tinggi kecintaan kepada-Nya di atas segala-galanya. Sebab tidak ada lagi yang lebih melegakan hati dan perasaan kita selain tatkala Allah ta’ala telah menetapkan cinta-Nya untuk kita, sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengabulkan doa. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi-Nya, segala puji bagi Allah Rabb penguasa seluruh alam semesta.

Senin, 27 Juni 2011

REUNI TAFAKUR ALAM ROHIS SMAN 23 JAKARTA (25062011)

Sebagai tindak lanjut dari acara Tafakur Alam kemarin, Rohis SMAN 23 jakarta mengadakan suatu kegiatan lagi yang diberi nama "REUNI TAFAKUR ALAM".

Kegiatan yg bertema "Indah Bersama Islam" tersebut dimulai sekitar pukul setengah sepuluh pagi, mundur satu setengah jam dari jadwal awal.

Acara dibuka oleh MC yg pada kesempatan kali ini adalah Annisa Hp dan Hassan. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Prasetyo dan saritilawahnya Lathifa. Acara dilanjutkan dengan mentoring, taujih oleh ust. Abdul Rozak, games, dan pemutaran film dokumenter Tafakur Alam kemarin sampai pukul setengah dua belas siang.

Hemmm... Sekarang saatnya kami menyantap makan siang, menu kali ini adalah spagetty ala chef antika & tia. Spagetty yg super duper pedas itu habis kami lahap, hampir tidak ada sisa. Bahkan ada yang nambah lagi. Hehe... :D

Selesai makan, kami melaksanakan solat Dzuhur berjamaah. Acara terakhir yaitu penutupan dan acara pun selesai sekitar pukul setengah dua siang.

kegiatan tersebut dihadiri oleh 15 oran peserta (7 akhwat dan 8 ikhwan), 11 orang pengurus (Egy, Hassan, Ikhwan, Juwan, Pras, Annisa Hp, Caca, Rosi, Indah, Tifa dan Agrin), dan 11 orang alumni (ka probo, ka wahyu, ka jakfat, ka ipin, ka aulia, ka arip, ka filly, ka waluyo, ka fath, ka tia dan ka antika).

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yg sudah hadir pada acara tersebut. Semoga tali ukhuwah diantara kita tetap terjalin dan semakin kuat. Aminn... :D

Writtern by: Rosi Indriani

Senin, 20 Juni 2011

Tafakur Alam "Minadzzulumati-ilannuur" 2011


Alhamdulillah, segala puji bagi Alalh, telah berhasil di selenggarakan acara Tafakur Alam pada tanggal 17 s/d 19 Juni 2011 kemarin. Tafakur Alam kali ini diangkatkatkan oleh kepengurusan Rohis periode 2010/2011, bertempat di Villa Bintang Cigamea, Gunung Bunder, Bogor.

Acara full diselenggarakan selama 3 hari, berangkat dari sekolah SMAN 23, setelah dilepas keberangkatan oleh Bapak Ali Mukodas, Bapak Hamdan Syukri, dan guru-gru lainnya di Musholla Bahrul Ilmi, kita berangkat dari depan pertigaan Jalan Mandala menggunakan Bis Hankam sebanyak 2 buah dan Bis Hankam Tronton sebanyak 1 buah, dengan total peserta yang berangkat sebanyak 85 orang. Hadir juga bersama rombongan beberapa orang guru dan Alumni, dan tentunya juga pengurus Rohis yang punya acara.

Acara Tafakur Alam kali ini di Cigamea sebenarnya adalah kali ke tiga, setelah 2 kali kepengurusan sebelumnya menyelenggarakan acara yang sama di Villa yang berbeda. Rombongan tiba di lokasi menjelang shalat jum’at, sehingga shalat jum’at di laksanakan di Villa. Setelah pembagian kelompok, pembagian kamar peserta, pemilihan ketua kelompok dan kakak mentor kelompok, dan makan siang, acara Tafakur Alam resmi di buka di ruang aula. Keberangkatan di majukan 5 jam lebih awal karena menghindari perjalanan menuju Villa di malam hari, juga menghindari kemacetan menuju Bogor. Jumlah kelompok pada peserta akhwat ada 6 kelompok, sedangkan pada ikhwan sebanyak 3 kelompok, total menjadi 9 kelompok.

Lanjut, acara setelah pembukaan adalah Training Motivasi oleh kak Aris Setyawan di ruang aula hingga pukul 17.00 WIB. Training yang seru!. Ba’da maghrib acara dilanjutkan di ruang aula, dzikir bersama dan games sambil menunggu shalat isya berjama’ah. Peserta tidur lebih awal di malam yang dingin agar dapat mempersiapkan fisik untuk Outbound besok pagi. Outbound dimulai setelah sarapan pagi dan berlangsung hingga sore hari. Outbound kali ini juga seru dan pertama kali diselenggarakan dalam acara Tafakur Alam, Outbound perkelompok di area Villa. Outbound di handle oleh Trainer dair Penta Adventure sebanyak 6 orang Trainer, outbound mulai dari middle impact hingga high impact. Outbound middle impact yang kotor2an karena harus bertarung dilumpur, outbound juga melibatkan panitia akhwat. Outbound sangat terbantu dengan perlengkapan Slayer Oranye untuk peserta dan slayer kuning untuk panitia, terima kasih banyak untuk kak Parlin yang sudah mengusahakan menyablon slayer sebanyak 100an lebih hingga larut malam, juga untuk pantia yang sudah mengejar deadline untuk mengobras slayernya.

Acara ba’da ashar dilanjutkan dengan materi oleh Pak Nanang, alumni rohis 23 angkatan 93, temanya Ma’rifatullah, terima kasih banyak untuk Pak Nanang yang sudah jauh2 datang ke Villa sendiri dan langsung pulang juga karena ada agenda yang lain. Ba’da maghrib setelah mentoring bersama acara dilanjutkan di aula nonton bersama, film malam pertama di alam kubur, iiih….seru! malamnya, peserta dibangunkan lebih awal untuk mendirikan shalat Qiyamullail dan Muhasabah oleh Kak Sofyan, alumni Rohis angkatan 95.

Ba’da shalat shubuh di aula, setelah mengikuti rangkaian cara Muhasabah kemarin malam, peserta bersiap-siap untuk bertafakur alam ke Curug 1000. Huffh! Perjalanan jauh dan sangat2 melelahkan, beberapa peserta tumbang karena kelelahan dengan perjalanan ke curug yang sangat curam dan terjal, berliuk2 anak tangga yang memompa jantung lebih cepat, namun semua terbayar setelah merasakan segar dan dinginnya air terjun Curug 1000.

Setelah bersih-bersih dan makan siang, acara dilanjutkan dengan makan siang,  pembagian door prize kepada peserta terbaik ikhwan dan akhwat, penutupan acara oleh guru dan ketua pelaksana, dan siap2 untuk pulang deh. Oya, di hari kedua menyusul datang beberapa orang guru, yaitu Ibu Hanifah, Bapak Sumidjo, Ibu Cut, dan Ibu Meni, di hari sebelumnya bersama rombongan ada Bapak Mahmudin, Ibu Ina, Ibu Yus, dan Mam El. Dari alumni ikhwan ada Kak Syarif (05), Probo (06), Waluyo (05), Ipin (010) Abdul (010), Tomo (010), Pompi (08), Arip (011), Ria Ranis (011), Aulia Pratiwi (09), Antika F. (02), Fatimah (02), juga menyusul hadir kak Rio dan kak Laila yang baru saja jadi pengantin baru.

Selamat, kepada para panitia dan alumni atas kerjasamanya, bahwa kalian telah melalui hari-hari yang berat selama acara Tafakur Alam berlangsung. Perjuangan dan ketegaran kalian lebih berharga, kesungguhan kalian lebih terasa, dan semangat kalian akan terus ada, semoga terus bersemangat untuk memberikan kesabaran terbaik! Selamat kepada Panitia Egy Subentra, Hassan, Ikhwanuddin, Prasetyo, Juwan, juga kepada Annisa HP, Rosi Indriani, Indah Cahyani, Lathifah, Anissa S, Agrin, dan sebagainya. Sungguh kalian telah melakukan yang terbaik.

Sedikit catatan sebagai usulan kepada panitia Tafakur Alam di kepengurusan selanjutnya, agar menghadirkan acara khusus yang melibatkan panitia, peserta dan guru. Alumni akhwat yang sedikit datang cukup kelimpungan juga dengan jumlah peserta Tafakur Alam yang banyak, sehingga harus merangkap peran dari alumni, kakak mentor, panitia, seksi dapur, dsb. Acara Tafakur Alam cukup terbantu dengan Tim konsumsi yang siap siaga, dan beberapa orang alumni yang membantu, meski sudah terjamin makanan yang di pesan, alumni dan panitia, kak Ranis dan Sherly, juga menyediakan pisang goreng yang nikmat, wedang jahe yang segar, dan teh manis yang hangat! Hmmm…kenangan ini akan menjadi begitu indah suatu saat nanti.

Written by : hadiidhonesty

Minggu, 12 Juni 2011

Konsumsi Buah yuk, Biar Sehat di Hari Nanti...?

Kita mau bagi buah-buahan niy
buat bekal di hari nanti, baik dikonsumsi setiap hari;
 
Apel (Ayo pelajari Al-Qur'an)
Strawberry (Slalu taat & rajin memberi),,
Jeruk (Jangan berbuat buruk),,
Pisang (Pantang iri, sombong dan angkuh),,
Anggur (Anggota gemar bersyukur),,
Tomat (Tobat & tdk maksiat),,
Talas (tidak ada kata malas),,
Mentimun (Menuntut ilmu tidak banyak melamun),,,
Salak (slalu mnjaga akhlak),,,
Melon (MElaksanakan shoLat ON time)
Jambu (JAga iMan & qalBU),,,
Nangka (sEnang berbaik sangka) ,,,
pepaya (penuh percaya diRi),,,
Markisa (mari kita sadaqoh),,,

^_^

Belajar Dari Semut

Subhanallah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah, Maha Sempurna Allah dengan segala Mahluk CIPTAANYA yang sempurna

Sahabat, waktu kecil aku suka banget melihat iring iringan semut, kadang aku mengikuti sampai dimana mereka berjalan, aku juga senang sekali, ketika semut yang berlawanan arah bertemu, lalu mereka berhenti sebentar terus meneruskan lagi perjalanannya, waktu itu aku berfikir, mereka bersalaman..

Sahabat ku dalam Alqur'an juga ada surat Anml (Surat 27) yang menyebut binatang SEMUT seperti FirmanNya :


Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
(QS:27,Ayat 18)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebut binatang Semut dalam Surat ini, agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.Semut adalah binatang yang hidup berkelompok didalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat tingkat, sebagai rumah dan gudang tempat penyimpanan makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terinjak oleh Nabi Sulaiman Alaihi Salam dan tentaranya, setelah mendapat peringatan dari rajanya

Secara tidak langsung Allah mengingatkan kepada kita manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari hari, mementingkan pula kemudharatan bersama dan sebagainya.Untuk itu sahabat, kalau kita mau mengambil pelajaran dari semut inilah kelebihan2 semut serta kebudayaannya.


PEDULI
Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama.


POSITIF & ANTUSIAS
Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha.

 
INISIATIF
Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara.

 
RENDAH HATI
Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain.

 
KREATIF & INOVATIF
Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenang-kan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya.


 
DISIPLIN & BERTANGGUNG JAWAB
Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan.



 
KERJASAMA
Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.



 
PRODUKTIF
Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.


 
KOMITMEN & TABAH
Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawa
.


 
KOMUNIKATIF
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.

Semut mempunyai empat filosofi yang luar biasa. Yaitu:


 
Pertama,
Semut tidak pernah menyerah. Bila kita menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Tidak sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuannya.
 
Kedua,
Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang penting. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas.

Ke tiga,
Ssemut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, "Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.


ke empat, seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk persiapan musim dingin mereka? Semampu mereka!

Demikianlah sahabat, dalam hal dan kejadian apapun kalau kita mau membuka hati dan akal fikiran kita, pasti kita bisa menemui HIKMAH HIKMAH yang bisa kita ambil, sebagai pelajaran buat kita manusia, hanya saja kadang kita manusia suka MENUTUP hati, akal dan fikiran kita, bersikap acuh tak acuh dengan segala kejadian yang ada di sekitar kita, sehingga kita tidak bisa mengambil pelajaran apapun darinya. Maha Sempurna Allah yang menciptakan segala Mahluk tanpa meniru dengan siapapun dan dengan apapun, SUBHANALLAH

Semoga Bermanfaat


[Kembang Anggrek]

Sudut Pandang Heksagonal Rohis SMAN 23

Tahukah anda? Jie, udah kaya apa gitu…! Hehehe…tahukah kita tentang segi enam, atau heksagonal, segi enam sama sisi. Segi enam itu bias kita temukan pada sarang lebah. Nah, makna segi enam sendiri pada sarang lebah itu sangat banyak, bahkan harun yahya sendiri membuat satu dokumentasi penting tentang makna segi enam pada sarang lebah. Ada rahasia kebesaran Allah yang sangat luar biasa pada segi enam sarang lebah ini.


Sarang lebah berbentuk heksagonal atau segi enam yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan madu. Setelah melalui penelitian panjang, para ahli matematika menyimpulkan bentuk inilah yang paling optimal sebagai tempat penyimpanan madu, dilihat dari segi efektivitas ruang yang terbentuk dan bahan yang digunakan untuk membuatnya.


Bentuk heksagonal yang simetris, jika digabungkan akan menghasilkan kombinasi ruang guna yang sempurna, yaitu tidak menghasilkan ruang-ruang sisa yang tak berguna, seperti jika ruang-ruang yang berpenampang lingkaran atau segilima. Lebih jauh, bentuk ruang dengan penampang segitiga atau segiempat bisa jadi juga menghasilkan kombinasi yang optimal. Walaupun demikian, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat bentuk-bentuk ini ternyata lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk membuat bentuk ruang dengan penampang heksagonal. Ruang penyimpanan berbentuk heksagonal, ternyata membutuhkan bahan baku lilin paling sedikit, dengan daya tampung terbesar.


Bentuk heksagonal juga bisa ditemukan pada senyawa kimia, benzena. Menurut Friedrich August Kekule, Jerman (1865), strukur Benzena dituliskan sebagai cincin dengan enam atom karbon yang mengandung tiga buah ikatan tunggal dan tiga buah ikatan rangkap yang berselang seling. Kerangka atom karbon dalam benzena membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan sebesar 120 derajat.

Gimana, sudah pusing belum? Dari matematika lanjut ke kimia, terus? Hehehe…okelah kalo begitu, intinya bentuk segi enam adalah bentuk yang stabil dan pas, hal itu juga menjadi dasar dalam kita memandang Rohis SMAN 23. Apa hubungannya ya? Hubungannya sih saudara kandung gitu deh…! Sudut pandang, atau bahasa jawanya Point of View, adalah bagaimana kita atau orang lain memandang rohis, baik mengenai imagenya, kegiatannya, personalnya, pengurusnya, dan kelakuannya. Namun, dalam tulisan ini penekanannya adalah adalah pada bagian-bagian personal yang memandang Rohis SMAN 23.


Setelah dipikir-pikir, sudut pandang Rohis itu ada enam, oleh karena itu kenapa kita mengambil bentuk segi enam sebagai analogi dalam menggambarkan bagian-bagian dari pemandang (viewer) Rohis 23 ini, yaitu Siswa/i Kelas X, Kelas, XI, Kelas XII, Alumni, Guru/Staf Sekolah, dan Publik.

Dalam sebuah kegiatan yang akan diangkatkan Rohis misalnya Tafakur Alam, kegiatan ini bermanfaat buat Siswa/I kelas X, lalu kegiatan untuk kelas XI yang menjadi pengurus Rohis misalnya LKMR (Latihan Kepemimpinan Manajemen Rohis), terus kelas XII misalnya Rihlah, yang melibatkan Guru dan Staf sekolah misalnya Pelaksanaan Hari Besar Islam atau Pentas Seni, kalo alumni apa ya, semuanya mungkin bisa, tapi lebih spesifik lagi mungkin pada acara rapat, hehehe dan terakhir pada publik, bisa di lihat pada pengaktifan mingguan blog/web rohis, group dan akun-akun rohis pada jejaring social (Social Networking), pengaktifan mading, atau buletin kajian keislaman yang diaktifkan rohis. Nah, kalo kegiatan yang melibatkan semua bagian si pemandang (viewer) itu apa ya?

Sudut pandang ini (Point of View) sangat bermanfaat dalam kita memilih kegiatan apa saja yang sebaiknya diangkatkan, baik acara yang sifatnya warisan dari kepengurusan sebelumnya atau kegiatan-kegiatan  insidensil seperti pergi menjenguk atau menghadiri undanngan/hajatan, silaturrahim halal bi halal, dan sebagainya, atau kegiatan-kegiatan yang baru, yang berbeda dari kepengurusan-kepengurusan sebelumnya. Jadi, selamat berkarya dengan acara-acara rohis yang banyak manfaat, agar baik dalam pandangan teman-teman sekolah kita, alumni, guru, atau pandangan orang umum!

written by: hadiidhonesty

Sabtu, 28 Mei 2011

Tentang Keteladanan dari Ki Hajar Dewantara


Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi orang lain.

Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang - orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang - orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat.

Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang - orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat . Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.











http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006111130

http://www.gudangmateri.com/2010/04/arti-kata-tut-wuri-handayani.html
 

Followers

Blogger Tricks

free counters