Sabtu, 15 Januari 2011

Asma Binti Abu Bakar, Figur Muslimah Sejati



Asma binti Abu Bakar adalah figur seorang wanita muslimah sejati. Ia adalah putri
dari seorang sahabat Rasulullah yang mulia Abu Bakar Ash Shiddiq.
Kelahirannya di tengah-tengah tradisi jahiliyah yang sedang marak tidak
membuatnya menjadi produk dari masyarakat tersebut.
Asma binti Abu Bakar adalah figur seorang muslimah sejati. Ia adalah putri
dari seorang sahabat Rasulullah yang mulia Abu Bakar Ash Shiddiq.
Kelahirannya di tengah-tengah tradisi jahiliyah yang sedang marak tidak
membuatnya menjadi produk dari masyarakat tersebut. Tetapi asuhan keluarga
Asma yang masih kokoh memelihara nilai-nilai fitrah, telah
menyelamatkannya dari tarikan-tarikan tradisi masa itu. Ia begitu menekuni
ajaran suci Illahi yang dibawa oleh Rasulullah saw dengan tanpa keraguan
sedikitpun di dalam hatinya. Nilai-nilai Islam inilah yang begitu
mengendap kuat dalam jiwanya, mampu membentuk kepribadian yang kuat,
pandangan hidup, sikap serta cita-cita yang lurus.
Kematangan pribadinya terlihat jelas ketka ia dengan sekuat tenaga
bersusah payah membantu perjalanan besar Rasulullah yang disertai ayahnya
dari Mekkah menuju Madinah. Dalam peristiwa yang paling monumental itu,
Asma telah memperlihatkan semangat pengorbanannya yang luar biasa. Ia
turut memantau perkembangan keamanan di sekitar kota Mekkah, jatuh bangun
melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal
makanan dan informasi berharga bagi Rasulullah dan ayahnya yang ketika itu
sedang menyembunyikan diri dari kejaran kaum Quraisy di gua Tsaur. Dengan
cerdiknya ia kemas dan ikat segala persiapan hijrah serapih mungkin di
atas punggung unta. Untuk itu ia harus mengoyak ikat pinggangnya. Sejak
itulah ia terkenal dengan julukan ‘Si Dua Tali Ikat Pinggang’.
Hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah adalah satu peristiwa yang paling
menentukan bagi perjalanan Islam. Ialah yang akan menjadi cikal bakal bagi
tegaknya masyarakat Islam, yang akan menghancurkan tatanan masyarakat
musyrikin. Karena itulah misi yang agung ini harus diselamatkan. Dan dalam
usia yang masih sangat remaja, Asma binti Abu Bakar telah mampu untuk
memahami betapa pentingnya arti hijrah Rasulullah tersebut. Untuk itu ia
melakukan gerakan tutup mulut, ketika Abu Jahal secara paksa mengancamnya
agar ia mau memberitahukan dimana persembunyian Rasulullah dan ayahnya.
Saat Abu Jahal bertanya, “Dimana ayahmu ?”, ia hanya menjawab dengan
singkat, “Aku tidak tahu.” Berulang kali Abu Jahal menanyakan hal yang
sama, bahkan ia mengancam akan menyiksa Asma. Namun dengan berani dan
tabah Asma menjawab, “Tidak tahu.” Ketika kesabaran Abu Jahal telah
habis, ia tempeleng muka Asma kuat-kuat, hingga Asma merasakan pedih yang
amat sangat di telinganya. Namun pukulan dan berbagai ancaman itu bukanlah
sesuatu yang berarti bagi Asma yang dapat menggeser pendiriannya. Sampai
akhirnya Abu Jahal dan kawanannya bosan sendiri dengan ketegaran Asma dan
pergi meninggalkannya.
Itulah sosok Asma binti Abu Bakar yang telah memainkan peranan yang
menonjol di dalam panggung sejarah Islam. Ia banyak ikut terlibat dalam
berbagai peristiwa penting, dari sejak kerasulan Muhammad saw hingga
setelah beliau wafat. Ia ikut jatuh bangun dalam menjaga bangunan Islam
dari rongrongan kaum kafir dan munafiqin pada masa kekhalifahan, hingga
khalifah Islam jatuh pada bani Umayyah.
Asma telah melalui masa remajanya dengan berusaha kuat untuk menjaga
dirinya dari kotoran-kotoran tradisi jahiliyah. Sebagai istri dari seorang
mujahid agung, Zubair bin Awwam, ia telah memperlihatkan kesetiannya yang
begitu mengagumkan. Dengan setia ia mengikuti suami, bersama-sama
menyibukkan diri dengan perjuangan dan penyebaran islam. Tetapi
kesibukannya itu tidaklah membuat dirinya lupa terhadap putranya sebagai
amanah dari Allah. Ia begitu tekun memelihara dan mendidik putranya,
Abdullah bin Zubair, dengan penuh keikhlasan dan cinta kasih. Ia
menyandang tugas-tugas hidupnya dengan penuh kebanggaan, cinta dan
pengorbanan hingga akhir hayatnya.
Dalam usianya yang ke 100, dimana kedua matanya sudah tidak mampu lagi
melihat, ia masih mampu memberikan wejangan pada putranya yang akan pergi
berjuang.
“Kalau kau yakin , kau diatas kebenaran, kemudian kau saksikan penderitaan
dan kesulitan orang-orang yang menempuh jalan itu, apakah engkau akan
menjadi lemah ? Demi Allah ini bukanlah sikap orang-orang yang merdeka,
dan bukan sikap mukmin yang sejati. Berapa lama engkau akan tinggal di
dunia ini ? Syahid adalah jauh lebih mulia … “
Abdullah bin Zubair yang ketika itu galau, saat pengikutnya satu-persatu
mulai meninggalkannya, langsung bangkit menyongsong panggilan mulia itu
tanpa sedikitpun keraguan hingga menemui syahid di jalan-Nya.
Itulah Asma, yang dalam usia yang sangat lanjut masih mampu memperlihatkan
kharismanya sebagai seorang muslimah sejati.
Asma binti Abu Bakar wafat pada usia yang ke 100, tahun 73 setelah
hijarah. Mudah-mudahan Allah selalu melapangkan tempatnya di hari akhir
kelak. #
Sumber: Manarul ‘Ilmi

Kamis, 13 Januari 2011

Renungan Bagi Pelajar Muslim (Aktivis Da'wah Sekolah)



A. Prolog : Profil Pelajar Indonesia Era Milenyium1

Pelajar era reformasi hobinya pacaran. Dari pagi hari sampai malam nanti. Di rumah, di sekolah, di jalan, di warung, di bioskop, di pantai, di gunung, semua serba pacaran. Kalau sering pacaran lupa sudah sama iman. Hidup serasa hanya di dunia milik mereka berdua. Tiada ingat bahwa di akhirat akan ditanya sama Sang Pencipta, tentang aktivitasnya selama di dunia. Walhasil, aborsi pun merajalela. Setiap hari ada saja praktek pembunuhan bayi, hasil hubungannya dengan pemuda tak tahu diri. Maunya hanya enak, tapi tak mau anak. Hobi ini tidak hanya monopoli pelajar kota, tetapi juga di desa-desa yang jauh dari pusat informasi. Tak peduli anak petani atau Pak Kyai, semua sudah tak terkendali

Pelajar Indonesia generasi sekarang hobinya nongkrong baik sendiri maupun rame-rame, baik nongkrong di-mulut gang, di-jalan, di-warung, di-mall, di-tempat penyewaan play station, ataupun di-tempat game. Jarang yang betah di rumah dan punya hobi membaca dan menekuni hobi edukatif lainnya. Gaya hidupnya santai, dan lebih permisif dalam berbagai hal. Banyak yang mengkonsumsi minuman keras dan narkoba sebagai gaya hidup, dan bangga sebagai pelajar sok modern. Bangga kalau bergaya kebaratan sehingga banyak yang mengecat rambutnya warna-warni, hijau, biru, orange, pirang, dan ada yang dibotakin sebagian. Banyak juga yang bergaya punk, rambut gimbal (gak mau keramas), celana jeans sobek-sobek dan belang-belang seperti tidak pernah dicuci. Sebagian pelajar banyak yang ikut geng, dan tidak semua geng ini baik, banyak juga geng yang terlibat tawuran sehingga bikin jalanan macet, menakuti masyarakat yang lewat, dan merepotkan aparat kepolisian.

Saat ini pelajar Indonesia adalah generasi yang lagi bingung karena tidak ada panutan. Bapak dan ibu golongan menengah ke atas terlalu sibuk, mulai dari bisnis, fitnes, sampai arisan. Banyak pula yang egois dan hanya mementingkan diri sendiri, terlalu sibuk, sehingga anak-anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang.

Bapak dan ibu golongan menengah ke bawah sangat miskin, sehingga untuk makan saja susah apalagi untuk memperhatikan nasib anaknya di sekolah, sehingga pelajar golongan ini banyak yang menjadi anak jalanan, dari pengamen sampai tukang todong, yang mau bantu orang tua bertani eh sawahnya udah dijual. Di luar rumah tidak ada lagi ketentraman, kejahatan merajalela, di-mana-mana ada tawuran, keamanan semakin terancam.

Tokoh-tokoh dalam film TV, yang disiarkan hanya kekerasan, sadisme, dan pornografi. Mulai dari film silat Cina yang penuh kekerasan dan brutalisme, penuh dendam, minuman keras, mabuk-mabukan, dan perjudian. Tidak jauh beda dengan film India yang main pukul-pukulanan dan tembak-tembakanan, serta goyangan yang terlalu erotis dan merangsang. Sinetron isinya hanya selingkuh, perkelahian bersenjata yang jauh dari kenyataan se-hari-hari. Tidak ada film panutan yang penuh nuansa kekeluargaan, persaudaraan, kasih sayang, rumah tangga yang harmonis dan sakinah. Pelajar setiap hari diajari untuk berkelakuan sadis dan brutal, penuh amarah balas dendam. Tidak ketinggalan film horor setan yang sangat tidak baik untuk perkembangan jiwa, karena manusia seharusnya hanya tidakut kepada Allah SWT dan menjauhi pengaruh iblis dan keturunannya.

Di luar banyak VCD porno dan majalah seks yang didapat dengan mudah dan murah, sehingga sekarang banyak sekali kejahatan pemerkosaan yang dilakukan pelajar, bahkan yang masih duduk di bangku SD sekalipun. Pelajar yang sudah dipengaruhi narkoba dan miras menjadi beringas, hobinya tawuran, sifatnya sadis, sehingga membahayakan keselamatan pelajar lain yang baik. Minuman beralkohol bebas dijual, dari super market yang besar sampai warung kecil, dari kota sampai ke-desa terpencil.

Saking bingungnya, pelajar Indonesia kini hanya menggantungkan masa depannya kepada sesama temannya, sehingga sangat berbahaya sekali kalau mendapat teman yang rusak mentalnya. Sudah pasti masa depan pelajar Indonesia ini sangat rawan. Apalagi sekarang Mafia Internasional sudah masuk Indonesia dan menjadikan pelajar sebagai konsumen, bahkan kaki tangan mereka, dalam pemakaian dan pengedaran narkoba.

Operasi mereka sedemikian rapi sampai ke-desa terpencil. Anak yang masih lugu ini dibujuk untuk mencoba narkoba dan miras, dari pil koplo sampai bubuk setan. Oleh karena mereka tidak punya uang lagi, kalau hutangnya sudah banyak mereka dipaksa menjadi pengedar, kalau tidak mau menjadi pengedar, mereka diancam dibunuh apabila tidak membayar hutang mereka. Mereka yang tidak mau jadi pengedar, banyak yang menjadi pencuri, pencopet, pembegal, perampok dan pembunuh hanya untuk beli narkoba dan miras, sebagian pelajar putri bahkan "terpaksa" melacurkan diri. Sekarang terlihat pelaku tindak kriminal dan pelacuran pelajar semakin meningkat.

Kasihan sekali nasib Pelajar Indonesia, tidak ada yang bisa membantu. Beberapa tahun mendatang, kalau generasi penerus sudah hancur (idiot, gila, stress, bunuh diri, menjadi penjahat dan dipenjara, habis karena banyak yang mati overdosis, atau tewas karena naik motor ugal-ugalan), maka Indonesia "negeri zamrud khatulistiwa" dengan mudahnya dijajah oleh kekuatan asing jahat.

Perjuangan Diponegoro, Antasari, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Bung Tomo, Bung Hatta, Sri Sultan, dan pahlawan-pahlawan Islam lainnya yang gagah berani, sangat memperhatikan nasib rakyat, dan benci pola kehidupan barat sang penjajah menjadi tidak berarti. Orang-orang kafir kembali lagi ke Indonesia, mengeruk harta kekayaan kita dari Arun di Aceh sampai Freeport di Papua, sambil menyebarkan ajaran moral bejat, anti syariat, penuh aksi maksiat, yang terlaknat di dunia dan akhirat, sampai-sampai kiamat seperti sudah dekat.

Tiada lagi harapan umat. Tiada lagi penerus generasi. Tiada lagi ketentraman. Tiada lagi kebahagiaan. Semua bagaikan neraka yang hadir di dunia. Umat manusia tinggal menuju kepada jurang kehancurannya. Mungkin saja azab Allah SWT akan kembali datang, seperti bencana banjir besar laksana azab yang menimpa umat Nabi Nuh, atau hujan api laksana azab umat Nabi Luth, atau azab lain yang tidak kalah mengerikannya, seperti penyakit AIDS yang belum ketemu obatnya, sampai lapisan ozon yang sudah bolong di mana-mana. Semua karena ulah manusia.

Wahai kaum muslimin!!! Di mana kalian? Akankah kalian biarkan musnahnya sebuah peradaban? Akankah kalian biarkan kemaksiatan merajalela. Bukankah Allah SWT telah memberi peringatan : .........

B. Dakwah Pelajar, secercah harapan umat

Kondisi rusak-rusakan tersebut mirip dengan masa saat Rasululah hidup di masyarakat jahiliyah Makkah. Sebagai seorang manusia yang mulia, yang semua tingkah lakunya dibimbing wahyu, Rasulullah Muhammad SAW menyebarkan risalah Islam sebagai "obat" bagi berbagai penyakit masyarakat. Kemusyrikan dan kemaksiatan beliau berantas sampai tuntas-tas-tas.

Usaha perbaikan dan perubahan masyarakat tersebut sangat terkait dengan peranan pemuda. Sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah pemuda adalah pengibar panji-panjinya.2 Sejarah mencatat, bagian terbesar dari kelompok pertama yang menerima ajaran Rasulullah SAW terdiri dari para pemuda. Kader-kader mukmin yang digembleng oleh Rasulullah SAW di Darul Arqom adalah pemuda. Diantara mereka, yang paling tua adalah Abu Bakar Ra, yang usianya tiga tahun lebih muda dari Rasulullah. Dari sudut ini dapat dilihat betapa kehadiran pemuda sebagai penggerak perubahan di dalam masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar dalam Islam. Hal ini tidak hanya sekedar tuntutan yang semata-mata bersifat sosiologis. Lebih dari pada itu, hal ini memiliki landasan ideologis yang sangat kuat.3

Tidak hanya sekedar memiliki peran untuk memobilisasikan kesadaran umat saja. Pemuda juga dianggap memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk menghadapi krisis yang melanda masyarakatnya. Ia berfungsi sebagai unsur perubah masyarakat (Anasirut Taghyir), pembaharu umat (Tajdidul Ummat), dan faktor penting dalam usaha perbaikan ummat (Islahul Ummat).

Melihat kondisi ini, dakwah di kalangan pemuda terpelajar adalah suatu hal yang amat sangat maha penting sekali. Mengabaikan dakwah di sektor ini bagaikan seorang kelaparan yang mengabaikan pohon padi hijau di lahan sawah yang subur. Tahukah kita bahwa 20-30 tahun ke depan, nasib umat ini tidak lagi ditentukan oleh tokoh-tokoh yang sekarang mengatur percaturan politik negeri ini. Pada saat itu, sangat mungkin mereka telah loyo ataupun ditarik dari peredaran. Saat itu adalah masa bagi tokoh-tokoh muda, yang saat ini barangkali masih menjadi pelajar sekolah. Tiada lagi pilihan bagi kita selain "ayo dakwah!".

C. ATHG

Alhamdulillah, sudah muncul aktivis-aktivis muda yang full concern terhadap umat termasuk generasi mudanya. Di saat kerusakan semakin merajalela, bukan berarti semua sudah rusak. Masih ada beberapa gelintir yang mencoba tetap bersih diantara kotornya kehidupan. Aktivis-aktivis muda ini tanpa malu-malu bergerak di kota besar atau kecil, kampung-kampung, kampus-kampus, dan sekolah-sekolah. Mereka mendakwahkan Islam dan syariatnya kepada umat, agar umat bersedia kembali kepada ajaranNya. Perbaikan-perbaikan mereka lakukan, baik perbaikan pemikiran, akhlak, ataupun tingkah laku.

Tentu saja aktivitas mereka tidaklah selalu mulus bak mobil yang melaju di jalan tol. Tidak jarang mereka harus menghadapi sikap curiga sebagian masyarakat. Pendakwah syariat dikira pembawa aliran sesat. Saat busana pelajar putri kita semakin turun ke bawah (atasnya) dan semakin naik ke atas (bawahannya), aktivis kita mengajarkan dan memberi contoh busana muslimah yang anggun dan menyejukkan mata. Sayang, tidak jarang mereka dikatidakan "ninja, melanggar tatib, tidak rapi, diancam ijazahnya tidak sah, susah cari kerja, bahkan susah dapat jodoh, dan berbagai komentar asal njeplak lainnya". Saat muncul gairah untuk berIslam kaffah, termasuk tidak mau khalwat, ikhtilat, atau kegiatan maksiat lainnya, eh malah dikatain radikal, sok tahu, garis keras, dan predikat-predikat lain yang menghina.

Tidak cukup sampai di situ, iklim kehidupan sekolah tidaklah selalu kondusif bagi perkembangan Islam. Pelajar kita setiap hari disuguhi materi pelajaran yang disusun berdasar kurikulum ala Barat. Dalam pelajaran ilmu sosial pelajar kita lebih tahu pahlawan nonI seperti Gadjah Mada sang penyembah berhala, si bengis Napoleon Bonaparte, negarawan macam Franklin Delano Roosevelt atau Winston Churchil, sampai Yahudi Dunama pengkhianat Mustofa Kemal Pasya laknatullah’alaihi. Akan tetapi, tahukah pelajar kita saat ini, siapakah Usamah bin Zaid, pemuda 18 tahun yang dengan gagah berani, perkasa, dan tangguh memimpin pasukan Islam melawan orang-orang kafir? Tahukah pelajar kita siapa Shalahuddin Al Ayyubi, pemimpim kaum muslimin dalam perang Salib, yang membebaskan umat dari serangan gerombolan jahat kafir Eropa? Tahukah pelajar kita siapa Muhammad Al Fatih, pemimpin kaum muslimin yang pasukannya dengan perkasa membebaskan Romawi Timur dan ibu kotanya Konstantinopel (sekarang Istambul)? Tahukah pelajar kita siapa Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin negara Islam yang pada masanya tidak ada orang yang miskin walau hanya seorang pun? Pelajar kita hafal apa itu Magna Charta, Four Freedom, sampai Universal Declaration Of Human Right. Namun tahukah pelajar kita apa itu Piagam Madinah, sebuah piagam kemanusiaan yang disahkan Rasulullah SAW. Tahukah pelajar kita dengan perjanjian Amirul Mukminin Umar bin Khatab saat membebaskan Al Quds di Palestina yang saat ini dikangkangi Zionis Israel?

Dalam pelajaran ekonomi pelajar kita tahu apa itu koperasi, firma, PT, sampai asuransi. Namun tahukah pelajar kita dengan inan, abdan, mudlarabah, wujuh, dan mufawadlah. Pelajar kita pun paham apa itu pajak beserta macam-macamya, juga bea cukai, saham, dan bursa valas. Namun tahukah pelajar kita apa itu harta rikaz, apa itu kharaj, apa itu jizyah, ataupun ghanimah.

Pelajar kita disuruh untuk percaya dengan teori evolusi karya Charles Darwin. Tahukah pelajar kita bahwa teori itu adalah teori atheis ? Tahukah pelajar kita bahwa meyakini teori evolusi sama saja dengan murtad dari agama Islam? Hal ini karena teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan "Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami". Karl Marx dengan jelas menyatakan bahwa teori Darwin memberikan dasar yang kokoh bagi materialisme, dan tentu saja bagi komunisme. Ia juga menunjukkan simpatinya kepada Darwin dengan mempersembahkan buku Das Kapital, yang dianggap sebagai karya terbesarnya, kepada Darwin. Dalam bukunya yang berbahasa Jerman, ia menulis: "Dari seorang pengagum setia kepada Charles Darwin.." 4

Bertahun-tahun kita belajar Bahasa Inggris, sampai-sampai ada yang bela-belain les atau kursus dengan biaya tinggi. Hafal sudah kita dengan to be, gerund, tenses, etc. Namun tahukah anda apa itu isim, apa itu fi’il. Apa yang dimaksud dengan isim muanntats, isim mudzakkar. Apa itu fi’il madhi, mudahri’, dan amr. Tahukah anda bahwa bahasa Arab adalah bahasa internasional umat Islam. Tahukah anda bahwa dahulu orang-orang Eropa sangat bodoh dan terbelakang, dan mereka maju setelah belajar dari umat Islam. Mereka pelajari bahasa Arab karena bahasa Arab adalah gerbang ilmu pengetahuan.

Pelajar Islam yang mulia. Kita semua rela bertahun-tahun duduk manis setiap hari, dari jam 07.00 pagi sampai ½ 02.00 siang (6 ½ jam perhari, 39 jam per minggu, 156 jam perbulan, dan 1716 jam per tahun ), mendengarkan pelajaran-pelajaran yang tidak semuanya Islam. Dan masih bertahun-tahun lagi kita akan berbuat demikian. Berapa banyak biaya yang kita keluarkan, mulai dari bayar SPP, sumbangan, beli buku, beli seragam, ikut bimbel, sampai biaya ngebis atau beli bensin? Pernahkah anda menghitung kalau jutaan bahkan puluhan juta rupiah uang orang tua kita telah dikeluarkan untuk biaya sekolah kita?

Sekarang, pernahkah kita menghitung, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk belajar mengkaji Islam secara intensif, secara terstruktur, seperti halnya pelajaran sekolah? Adakah 39 jam per minggu? Adakah separuhnya? Adakah seperempatnya? Atau jangan-jangan kita tidak pernah mengkaji Islam secara sistematis? Kita hanya ikut pengajian model selapanan, atau pengajian mingguan yang tiap pertemuan gonta-ganti tema, materi disampaikan sepotong-sepotong, bahkan setengah potong. Minggu ini bicara ihsan, besoknya akhlak, besoknya lagi thoharoh. Kapan kita akan dapat memahami Islam dan melaksanakan syariatnya? Pengajian model demikian tidak ubahnya bak materi pelajaran yang disampaikan tidak urut, dan loncat-loncat, tidak jelas faktanya. Misalnya, minggu ini membahas rumus jika f(x) = tan x, maka f’(x) = sec2 x,

kemudian minggu depannya membahas jika f(x) = x, maka f’(x) = 1,

minggu depannya lagi membahas soal : tentukan rumus f o f, f o g, f-1, jika f(x) =2x-3, g(x) = 3x+4

Pertanyaannya adalah, apakah kita menjadi paham dengan metode belajar yang demikian? Boro-boro jadi paham, bingung pasti itu.

D. Epilog

Berdakwahlah saudaraku. Penuhilah proses-prosesnya agar dakwah berlangsung optimal. Jalani proses tabligh (dakwah secara umum) sebagai alat propaganda, dakwah fardiyah (pendekatan personal) sebagai media perekrutan kader, takwiniyah (pembentukan) kader, dan tanfzhiyah (pelaksanaan) sebagai ajang amal.4 Dakwah bukanlah aktivitas asal jalan. Ia ada fikroh dan manhajnya.

Mari bersama tingkatkan kualitas diri sebelum terjun ke medan dakwah yang penuh tantangan dan hambatan. Berdakwah adalah suatu jalan yang panjang. Suatu jalan yang penuh dengan aral nan melintang. Usia kita belum tentu cukup dalam menuju goal setting dakwah Islam. Teruslah berjuang! Luruskan niatmu tetapkan langkahmu! Kuatkan hati raih ridho ilahi! Sucikan jiwa dan mari berjuang bersama-sama!5 Tegakkan Islam dalam hatimu! Jangan pernah bimbang dan ragu!

Kalau masih kurang, lakukan hal berikut ini ! Setiap hari, usai bangun pagi, saat hawa masih dingin sekali, tegakkan badan, berdiri gagah, tangan mengepal ke atas meninju udara, dan nyanyikan nasyid ini keras-keras !

Sabtu, 08 Januari 2011

Gimana Sih Numbuhin Percaya Diri...?

Pertanyaan bagus itu disampaikan oleh Sari, anak Rohis 23 kelas X yang tadi sudah meluangkan waktunya untuk ikut mentoring (8/1/2011), alhamdulillah selain sari hadir juga Tina, Silvia dan Khansa, sedangkan pengurus rohis akhwatnya yang hadir ada Rosi, Annisa HP, Lathifah, Indah, dan Chacha.

Mentoring kali ini agak mulur setengah jam, oya, di ikhwannya juga banyak yang hadir, ada Ka Syarif alumni rohisnya yang dah bawain banyak kalender 2011 buat yang hadir, trus ada Ka Ipin dan Ka Abdul yang dah datang dari pagi, tapi mereka semua lagi pada rapat, jadi ga mau ganggu deh. Kabarnya Kak Pompi juga hadir, tapi beliau belum memperkenalkan diri, beliau masih mahasiswa tahun awal di UI depok, sering2 ke 23 ya kak...terus alumni2 ikhwan dan anak2 rohis ikhwan lainnya kurang tau semuanya nih, jadi maaf ya jika tidak disebutkan disini.

Alhamdulillah tadi pengurus dan anggota rohis akhwatnya dapat memulai kegiatan Tahsin Qur'an atau kegiatan memperbaiki bacaan Al-Qur'an yang dipandu oleh Kak Ratna, Istri dari Ka Parlin yang dah lama membimbing kita semua, alumni dan pengurus Rohis 23, terima kasih banyak pada Kak Parlin dan Kak Ratna yang sudah meluangkan waktunya.

Setelah sharing gabungan mentoring kelas X dan XI tentang Rapot semester ganjil kemarin yang ada sebagian nilainya di bawah KKM, dan membuat harapan serta Azam agar di semester dua nilainya di rapot agar lebih baik, kudu pake strategi nih...mudahkan kami ya Allah. Selanjutnya mentoring kelas X dan XI kita di pisah, biar fokus aja, kelas X nya di pegang sama Kak Munawaroh dan Kak Tia, alhamdulillah kakak2 dapat meluangkan waktunya setiap pekan. Oya, Kak Antika tidak dapat hadir karena ibunya sedang sakit, jadi beliau harus menjaga ibunya, semoga ibunda kak Antika cepat sembuh ya...Amiin

Pertanyaan2 bagus yang dilontarkan anak2 rohis saat mentoring tadi, gimana sih cara numbuhin percaya diri? gimana sih agar berani bicara di depan umum? subhanallah, semoga menjadi PR yang dikerjakan bersama, bertahap dan terus menerus suatu saat pertanyaan itu pasti terjawab, hingga malah balik bertanya, kenapa sih kemarin kita tidak percaya diri dan belum berani berbicara di depan umum atau forum2...? penasaran dengan jawabannya? semoga bertahap dapat kita temukan jawabannya dalam mentoring mingguan.

Sharing dengan pak Ali Mukodas sepulang mentoring tadi dengan beberapa orang alumni akhwat, Kak Tia, Muna dan Fatimah, cukup memberikan kabar gembira bagi alumni rohis, memeberikan semangat dan motivasi tersendiri dari kemajuan rohis 23 kedepannya, terima kasih banyak pak...terima kasih pada alumni semuanya...

Pede Dong jadi Remaja Muslim!


Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya?
Silakan dicoba.

Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.

Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!

Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.

Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?

Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…

Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udah understand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.

Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.

Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.

Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..

Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.

Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!

Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).

Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?

Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.

Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!

Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.

Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam bikin kita pede

Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.

Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)

Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?

Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.

Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata¬kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga¬belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”

Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh!

http://ksrdki.blogspot.com

Jaulah FIKRA 23 Ke KALAM 28

(Versi Kalam 28)
Sabtu, 25 Desember 2010, KALAM 28 kedatangan tamu dari jauh, yaitu FIKRA 23 yang merupakan forum alumni ROHIS SMAN 23 Jakarta. Para alumni yang sekolahnya terletak di daerah Tomang, Jakarta Barat ini bermaksud datang untuk menyambung silaturahim sekaligus melakukan studi banding mengenai manajemen organisasi dan sistem kaderisasi KALAM dan ROHIS 28.

Sekadar informasi, kegiatan jaulah ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Hubungan Luar (Hublu) yang diketuai oleh Amin Ilyas (2005) dengan didukung pengurus KALAM 28 lainnya.
Awalnya, FIKRA 23 berencana jaulah ke KALAM beserta ROHIS 28, namun dikarenakan ada kegiatan E-Gen bagi siswa 28 maka jaulah diadakan dengan hanya mempertemukan para pengurus kedua forum alumni tersebut. Hal tersebut tidak mengurungkan niat FIKRA 23 untuk bersilaturahim ke Pasar Minggu. Bahkan mereka masih berencana untuk bertemu dengan teman-teman ROHIS 28 di lain kesempatan.

Jaulah yang rencananya dimulai pukul 10.00 ternyata harus mundur 1 jam dari jadwal karena kendala teknis dari pihak tuan rumah. Acara ini dilaksanakan di ruang kelas SMPIT As-Salaam  atas pertimbangan kondisi di lapangan. Pengurus KALAM yang hadir saat itu berjumlah 4 orang, yaitu Amin (Hublu), Fikar (PPSDS), Nesti (Pendidikan), dan Ulfah (Humas), sedangkan dari FIKRA berjumlah 9 orang (5 ikhwan, 4 akhwat).

Acara dibuka dan dimoderatori oleh Amin selaku penanggung jawab. Mulai pembukaan sampai zhuhur diisi dengan perkenalan struktur dan program kerja departemen-departemen KALAM (exp. Hublu dan PPSDS). Tidak lupa sebelumnya pihak FIKRA memperkenalkan para pengurusnya yang hadir dan maksud kedatangan mereka.

Ba’da sholat zhuhur dilanjutkan dengan acara inti jaulah, yaitu sharing. Sharing dimulai dengan penjabaran kondisi dakwah di SMAN 23 dan kondisi sumber daya alumni di FIKRA. 28 patut bersyukur mempunyai alumni seperti Bang Oho (1992) yang telah menulis buku Panduan Dakwah Sekolah. Berawal dari buku tersebut FIKRA termotivasi untuk mengembangkan manajemen organisasi dan sistem kaderisasi di SMAN 23 agar dakwah di sekolah mereka bisa berjalan dengan baik.

Hujan yang turun di luar cukup mengademkan hawa udara yang tadinya panas. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dari FIKRA kepada KALAM. Tema utama yang ditanyakan berpusat pada sistem kaderisasi di sekolah, alumni, dan keputrian serta bagaimana mensolidkan para alumni yang tersebar. Lagi-lagi 28 patut bersyukur dengan para alumni yang mempunyai kesempatan mengecap bangku kuliah di perguruan tinggi negeri. Karena ilmu dan pengalaman dakwah kampus menjadi bekal yang kemudian dikembangkan di dakwah sekolah. Sehingga KALAM yang dirintis oleh para alumni angkatan ‘90an bisa tetap berjalan sampai sekarang seiring dinamika dakwah SMAN 28.

Secara keseluruhan acara jaulah ini berjalan dengan lancar. Saran-saran yang terlontar selama acara menjadi masukan untuk FIKRA sekaligus KALAM itu sendiri. Jaulah berakhir pada pukul 14.30. Kemudian sebagai kenang-kenangan FIKRA memberikan souvenir kepada KALAM dan tidak lupa ada sesi dokumentasinya juga. Semoga dengan adanya jaulah ini telah menyambung silaturahim antara 28 dan 23. (Uhs/hMs)

Senin, 27 Desember 2010

Jaulah FIKRA23 Ke KALAM28

FIKRA23 atau akronim dari Forum Silaturrahim dan Ukhuwah Rohis Alumni SMAN 23, berkunjung ke KALAM28, Keluarga Alumni Muslim SMAN 28, di bilangan Pasar Minggu. Bertolak dari Sekolahan 23, sambil menunggu beberapa alumni lainnya berkumpul di halaman depan SMAN 23. Alhamdulillah sesuai target, Alumni yang dapat berangkat berjumlah 9 orang dan star dari 23 pukul 8.42 pagi. Ada Ka Probo Setiawan (2006), Ka Wahyu Nursyiam (2006), Ka Aulia Rahman Utomo (2007), Ka Abdul Jakfat Asy Shidiq (2010), Arifin Iskandar (2007), Ka Antika Fajriani (2002), Ka Siti Fatimah (2002). Ka Eltria Putri (2005), dan Ka Munawaroh (2005). Dengan 5 buah motor, Alhamdulillah kita bisa konvoi sampai ke SMAN 28 pada pukul 9.35 pagi, Alhamdulillah ga telat, soalnya kita janjiannya jam 10 pagi. Sambil ngisi waktu, akhwat alumninya makan batagor bersama, maaf ya teman2 alumni ikhwannya...

Alhamdulillah dengan sangat antusias FIKRA23 disambut oleh KALAM28 yang dihadiri oleh Ka Amin Ilyas (2005), Ka Zulfikar (2006), Ka Nestiyanto (2007), Ka Ulfah Hadi Surya (2005), sayangnya ada satu lagi yang menginisiasi silaturrahim kami ke 28, yaitu Ka Desti Raisa (2005), namun beliau harus "overtime" di tempat kerjanya, tapi insya Allah ga papa koq Mba Ides, Jazakillah sudah memudahkan silaturrahim kami.

Latar belakang kunjungan kami sebenarnya kami ingin mo' Refreshing, "Go Ahead" kalo gayanya iklan A Mild, ketika masalah begitu ruwet, ya kita jalan2 aja, seperti Isra' dan Mi'rajnya Rasulullah saat dalam keadaan sulit, karena saat kita berada di Ketinggian seperti Rasulullah yang ber-Mi'raj, atau gaya iklan A Mild yang menaikin tambang demi tambang hingga sampai di ketinggian gedung, toh semua masalah itu sederhana saja jadinya. "Gampang aja!", kalo gayanya Ka Fikar dari Kalam 28. Diketinggian kaki saat berada di dalam pesawat pada malam hari pun, tak tampak seorang manusia pun, yang tamak hanya titik2 cahaya yang mengkilat. Yup, terkadang kita memang harus melihat masalah dari sudut pandang orang lain, karena memang tidak serumit yang kita pikirkan, gitu kata ka Aulia dalam status fb-nya.

Subhanallah dengan persiapan dari teman2 Kalam28 yang sudah mempersiapkan infokus dengan power point Kalam 28 nya yang lengkap, atau jamuan snack untuk kami yang sangat lezat, dan terutama untuk ilmu yang kami dapat teramat banyak dan berharga, sungguh tidak ingin kami lupakan bagaimana baiknya teman2 Kalam 28 yang menyambut kami semua. Saat umat nasrani Natalan, kita malah kunjungan di akhir tahun 2010 ini, dapat "special gift" malah, berupa ilmu dan pengalaman. Terima kasih banyak yang tidak terkira untuk teman2 dari Kalam 28 yang telah menydiakan waktunya, kesempatannya, dan sharing ilmunya.

Jaulah kita dibumbui dengan Sharing yang menjadikan pertemuan itu terasa keindahan khuwahnya. Dengan di navigasi oleh Ka Amin Ilyas, jaulah tersebut sedikit banyak menarik perhatian kita untuk belajar belajar tentang manajemen da'wah dan struktur organisasi dari KALAM 28 yang cukup rapih untuk perbaikan FIKRA23 kedepannya. Sejujurnya, kami sangat puas dengan Jaulah dan Sharing tersebut, membuka pikiran dan memberikan inspirasi tersendiri bagi kami, hingga akhirnya kami dapat menemukan benang merah yang menjadikan da'wah kami tersendat pada waktu sebelumnya.

Jaulah kemarin memberi kami banyak oleh2 yang ingin kami bagi pada teman2 alumni rohis 23 lainnya, pada alumni2 yang telah mempertahankan da'wah ini hingga payah, lelah, goyah & berdarah2. Jazakumullah Khairul Jaza kepada teman2 Kalam28 semuanya, semoga silaturrahim kemarin menjaga kita dalam kerangka tawasshul pada kebenaran dan kesabaran. Amiin


Jumat, 24 Desember 2010

Terbentur, Terbentur, dan TERBENTUK!

Kalimat diatas tidak sengaja ku dengar saat menyaksikan acara televisi di suatu malam. Terbentur, terbentur, dan terbentuk. Pepatah diatas diucapka oleh Tan Malaka, Pahlawan Nasional kita. Memulai tulisan ini di pagi hari, agar dapat meramaikan blog ROHIS  SMAN 23 tercinta.

Siapa yang pernah terbentur? Sakit tidak? terbentur biasanya oleh benda keras ya, seperti dinding, kayu atau logam. Kalau bagian tubuh kita terbentur, biasanya ada sedikit luka lecet atau patahan pada tulang yang terbentur. Seperti orang yang mengalami kecelakaan dijalan, apapun yang terbentur oleh aspal, pasti sakit bagian luar dan dalamnya, dan yang sangat dikhawatirkan adalah benturan pada bagian kepala kita, Na'udzubillah. Terus, kalo misalnya Handphone kita yang terbentur, atau jatuh secara tidak sengaja, atau juga sengaja, apa yang terjadi? hancur, kacanya pecah, LCD-nya rusak, atau apapun, dan harus diservis.

Siapa yang kesehariannya tidak pernah terbentur? boleh dibilang tidak ada ya. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, dan sebagainya, pasti akan ada benturan. Benturan secara fisik ataupun secara nonfisik. Benturan dapat berupa permasalahan-permasalahan. Bedanya, benturan secara fisik itu sakit yang dirasakan secara langsung, berupa perih, dan kesudahannya mungkin ada bekas lecet, jahitan, atau operasi, sedangkan benturan dalam kehidupan kita sejatinya ingin membentuk diri kita menjadi lebih baik. Persamaannya, benturan-benturan itu sungguh menyakitkan, membutuhkan waktu kita untuk beristirahat agar cepat pulih, dan benturan itu mengganggu aktivitas kita, tapi sabar ya.

Benturan, atau permasalahan-permasalahan, yang membuat kita resah, khawatir, cemas, dan sebagainya, sejatinya adalah membentuk diri menjadi lebih baik. Bak sebuah gelas cantik yang terbuat dari tanah liat yang harus mengalami beberapa kali benturan atau pembentukkan, atau sebuah pedang yang harus beberapa kali pukulan baru dapat menghasilkan pedang yang tajam dan mengkilat, atau bangunan puluhan dan ratusan lantai yang harus ditanam dalam-dalam dengan beberapa kali pukulan agar menghasilkan bangunan yang tahan terhadap gempa dan bencana lainnya.

Seharusnya benturan itu membentuk diri, bukan malah melemahkan. Benturan-benturan itu mengajak kita untuk diam sejenak berkontemplasi, merenung tentang apa yang telah kita lakukan, adakah yang kurang tepat atau perlu ditingkatkan. Benturan mengajak kita berpikir sejenak mencari alternatif-alternatif cara untuk menyelesaikan masalah yang baru, dan agar kita lebih cerdas dari masalah kita.
wallahua'lam bisshawab.

SEPORSI CINTA?

Oleh : Laela Awalia 
  
Suatu malam, seorang teman mengirim pesan pendek pada saya yang sedang asyik bercengkrama dengan keyboard dan layar komputer. Dalam pesan pendeknya, ia menulis kata-kata yang tiba-tiba mampu menghentikan aktivitas saya dalam sejenak. Ia tak bertanya tentang PR-PR organisasi yang selama ini jadi menu sehari-hari kami. Ia pun tak bertanya tentang kabar kuliah atau kegiatan menulis saya. Ia hanya mengirim saya kata-kata ini.

"Cinta itu begitu luar biasa ya, mampu membuat kita tergugu dengan berjuta harap juga rindu, bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai. Hingga wujudnya sudah mencipta resah, cemas, juga doa-doa."

Lama saya tak membalas pesan pendeknya. Bukan karena malas, tapi saya harus mencermati setiap kata yang ia tuliskan di layar kecil itu. Adakah ia serius atau hanya ingin ‘perang' kata-kata dengan saya. Dan setelah saya berpikir agak lama, saya membalasnya. Hingga saya harus menghentikan aktivitas saya sejenak karena setelah itu kami terus saling berbalas pesan pendek.

"Tapi, cinta pun menyediakan air mata... Bagaimanapun, ketika kita terjebak dalam sebuah rasa yang awalnya mungkin tak kita sadari, harusnya kita bisa jadi lebih dewasa. Bagaimanapun -sekali lagi- cinta akan tetap indah jika ia disembunyikan hingga hanya kita dan Allah saja yang tahu."

"Cinta itu ibarat warna, jadi ketika kita merasakan ada getar yang tak terdefinisi, itulah cinta. Hanya saja, kita tak tahu cinta dengan warna apa dan seberapa kuat pendarnya menerangi hati kita. Ada orang yang menyadari warna cinta dan kuatnya pendar itu langsung ketika dekat dengan orang yang dicintai.ada juga yang baru sadar ketika orang tercinta telah pergi."

"Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kita lah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu, mengapa harus sedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai kan!"

"Benarkah balasan cinta itu akan kita peroleh dari orang yang tidak kita cintai? Tidakkah itu justru akan semakin menyakitkan kita atau setidaknya bukan cinta yang kita berikan pada orang lain itu, melainkan hanya rasa sayang atau kasihan..."

"Ya, itulah keajaiban sebuah cinta! Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi, bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati? Yah, pada akhirnya kita harus memilih. Tapi, yakinku hanya satu, bahwa cinta tetap indah pada akhirnya..."

"Ya, cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itu lah seni keindahannya... mungkin memang tepat satu kalimat ‘Surga hanya diperuntukkan bagi para pencinta.'"

Pesan-pesan pendek itu menjadi smacam renungan untuk saya, dan mudah-mudahan bagi kita semua. Bahwa cinta seindah apapun akan bisa menciptakan luka jika terlalu mengejarnya dengan porsi yang tak seharusnya. Tapi di sisi lain, cinta bagaimanapun rupanya bisa menciptakan kebahagiaan jika diporsikan sesuai kadarnya.

Cinta memang sepatutnyalah bisa membuat kita jadi lebih dewasa dan bijaksana. Tanpa perlu label khusus bagi kebanyakan pecinta muda yang belum sepenuhnya mengerti makna sesungguhnya. Sepatutnyalah cinta diporsikan sesuai dengan kebutuhan dan hak sesorang atau Dzat yang memberi kita cinta. Jikalah ada seseorang yang memberi kita cinta, mungkinkah cintanya akan melebihi cinta yang telah diberikan Dzat pencipta cinta itu? Maka, bertanyalah pada diri kita sekarang. Seberapa besar porsi cinta yang telah kita berikan pada Pencipta Cinta?

dudung.net

Jumat, 17 Desember 2010

Maybe Not Now, But Later!



Maybe Not Now, But Later! Mungkin Tidak Sekarang, Tapi Boleh Jadi Esok...!

Bismillahirrahmanirrahim...
Segala puji bagi Allah yang senantiasa merindukan taubat hamba-hamba-Nya.
Saudaraku, Kakak2 Alumni Rohis SMAN 23, Para pengurus Rohis 23, dan adik2 Rohis kelas X yang dicintai Allah.

Saat kita disuguhkan atau ditawarkan segelas air putih oleh saudara kita, mungkin saat itu kita dapat menolaknya, walaupun mungkin juga kita menerimanya, tergantung kondisi tenggorokan kita saat itu. Kita menolaknya boleh jadi karena kita juga memiliki sebotol air minum dalam tas, atau kita sedang tidak haus, atau kita segan karena mungkin saudara kita itu lebih membutuhkannya, namun ia itsar kepada kita, atau mungkin juga segelas air putih tidak cukup menarik perhatian kita untuk meneguknya. Namun boleh jadi saudaraku, kita akan membutuhkannya esok kelak. Esok saat kita tidak mendapatkan air putih untuk diminum karena air mati atau gas mati, tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli segelas air putih, atau tidak ada penjual air putih di sekeliling kita, sehingga saat itu tenggorokan kita begitu kehausan, saat itulah kita akan menggenggam kuat sang gelas agar airnya tidak tumpah setetespun.

Saat Rasulullah SAW dilemparkan kotoran berkali-kali oleh seseorang yang sangat membencinya setiap Ia melewati sebuah blok jalan dekat rumahnya, sehingga membuat geram putri dan para sahabat-sahabatnya, namun di sebuah kesempatan saat orang yang selalu melempari kotoran pada Rasulullah itu jatuh sakit, Rasulullah adalah orang pertama kali menjenguknya. Anehnya, justru Rasulullah bertanya kemana orang yang "biasa" melempari kotoran kepadaku? Subhanallah! Dan orang itupun kemudian masuk islam. Dalam sebuah kesempatan, seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, kenapa Rasulullah tidak membalas kejahatan orang tersebut, bahkan malah menjenguknya, Rasulullah dengan bijaksana menjawab, "mungkin saat ini ia belum dapat menerima da'wah kita, namun boleh jadi esok...! atau mungkin keturunan-keturunannya kelak!" Masya Allah! siapa nama sahabat itu? silahkan temukan dalam buku shirah nabawiyah ya.

Tulisan ini sebenarnya untuk menyemangati diri dan menyemangati saudara-saudaraku yang terus berjuang dan bertahan dalam da'wah sekolah di almamater kita tercinta. Mungkin kita belum melihat semangat pembinaan, semangat mengikuti kegiatan-kegiatan rohis, semangat mendengarkan nasihat kebenaran dan kesabaran, semangat berda'wah, dan semangat memperjuangkan keindahan islam. Mungkin belum sekarang saudaraku! Mungkin mereka belum membutuhkan kita. Bukankah da'wah itu seperti menyuguhkan segelas air putih?  Siapakah orang yang lebih sabar antara yang menyuguhkan segelas air putih dengan orang yang sabar menolaknya? Ketika orang-orang yang menolak da'wah kita atau para penyeru-penyeru kejahiliyahan tetap sabar dan lebih berdedikasi dalam menghancurkan generasi-generasi muda islam, kenapa kita mudah lemah semangat?
Wallahua'lam bisshawab...
 

Followers

Blogger Tricks

free counters