Rabu, 13 April 2011

Training Motivasi Ujian Nasional


Tidak ada dokumentasi yang kami miliki untuk di bagi kepada kita semua, kalaupun ada tersimpan dihandphone tanpa sepengetahuan, foto2 itu terhapus, padahal gambarnya bagus2! tentang siswa-siswa yang sedang berbaris meminta maaf kepada guru2nya pada saat muhasabah yang dipimpin oleh Kak Sofyan (Alumni angkatan 95), foto barisan putri kelas XII disebelah kiri yang menempel spanduk bertuliskan Lulus 100% Ujian Nasional yang dibuat oleh sekolah SMAN 23 Jakarta, dsb.

Alhamdulillah, pada tanggal 1-2 April 2011 Acara Training Motivasi suskses diselenggarakan! dengan persiapan sebulan, waktu yang sangat kasib, namun alhamdulillah acara berhasil diselenggarakan. Acara berlangsung di ruang kelas dekat Mushollah Atas, 2 ruangan kelas yang digabung menjadi satu, dihadiri sekitar 200-an siswa-siswi SMAN 23, baik muslim maupun non muslim. Alhamdulillah FIKRA 23 dan Pengurus ROHIS 23 diberi kesempatan untuk dapat menyelenggarakan acara besar tersebut.

Training Motivasi diisi oleh Trainer Kak Aris Setyawan yang sangat bersemangat, beliau juga pernah mengisi materi Tafakur Alam ROHIS 23 beberapa bulan yang lalu, dilanjutkan dengan Ramah Tamah dengan Alumni2 ROHIS 23, Muhasabah, Shalat Qiyamullail, dan Shalat Shubuh berjama'ah....setelah itu acara ditutup oleh segenap guru2 SMAN 23.

Terima kasih banyak kepada para alumni yang telah bolak-balik rapat dengan guru2 disekolah untuk mempersiapkan acara ini, kepada para alumni yang sudah meluangkan waktu untuk hadir, cukup banyak alumni yang hadir, dari angkatan 92 sampai 2010, hadir juga pengurus ROHIS yang akhwat dan ikwannya.
Terima kasih banyak buat Kak Sofyan yang sudah mengisi muhasabah dan memandu acara Ramah Tamah, kepada Kak Nanang, kak Ikhwanuddin, kak Reza, kak Rozak, kak Parlin, kak Rio, kak Junaedi, alumni2 awal, dan alumni2 yang sekarang sedang menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Kak Arif, Pompi, dan Khalid,,,semoga dapat segera disusul oleh adik2nya tahun 2011 ini ya...! Amiin.

Udara pagi yang segar selepas shubuh berjama'ah menemani rapat evaluasi kami di Musholla Bahrul Ilmi lantai bawah, bersama beberapa alumni dan pengurus ROHIS yang proaktif, terima kasih atas keseungguhan kalian semua, semoga Allah hadiahkan keistiqomahan di jalan da'wah ini samapai akhir hayat. Amiin

Out Bound "Luruskan Niat Rapatkan Barisan"


Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah...mungkin hanya kalimat itu yang mampu terucap dari lisan kami setelah berhasil menyelenggarakan acara Outbound pada hari Sabtu tanggal 9 April 2011 kemarin di Taman Tomang. Lokasi Outbound yang indah yang baru kami ketahui, mungkin sebagian kecil dari peserta outbound ini yang sudah pernah ketempat tersebut.

Acara outbound ini dapat berhasil diselenggarkan selang seminggu setelah acara Training Motivasi untuk persiapan Ujian Nasional bagi kelas XII yang akan ujian nasional tanggal 18 April besok, selamat Ujian ya...Insya Allah lulus semuanya,,,,amiin!

Taman yang indah, bersih dan rindang, tidak jauh dari Mall Taman Anggrek, posisinya memang bersembunyi diantara jalan tol, jadi mungkin sedikit yang mengetahuinya. Out boun dimulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 1 siang. Rangkaian acaranya mulai dari Brieffing peserta, pembagian kelompok yang terdiri dari 5 kelompok akhwat dan 1 kelompok ikhwan, games yang terdiri dari 5 buah games dengan masing2 password,  setelah selesai semua games, dilanjutkan dengan sessi muhasabah sambil pemberikan punishment bagi pelanggaran pada saat games, terus mengisi perut dengan konsumsi yang telah dipersiapkan oleh Panitia Alumni, evaluasi kepengurusan, dan diakhiri dengan orat-oret sharing di atas bahan 2 meter.

Subhanallah, Maha Suci Allah dengan pertolongannya yang telah memberikan kesehatan fisik dan semangat, hari yang cerah, dan kemudahan pelaksanaan outbound. Semoga tujuan diselenggarakannya outbound ini sampai kepada peserta hingga kelanjutannya. Mohon maaf  jika outboundnya jauh mengecewakan dari yang diharapkan, karena Trainer outbound berhalangan hadir, jadinya alumni berinisiatif agar outbound  tetap terlaksana dengan menjadi trainer outbound langsung.

Games pada outbound terdiri dari 5 buah, password masing2 games sangat penuh makna, mulai dari “Ta’aruf, Tafahum, Ta’awun dan Takaful yang meruapakan rukun2 ukhuwah, Udkhulu fissilmi kaaffah, Al-Imanu yazid wa yanqus, Laa yu’minu ahadukum hatta yuhibbu liakhihi maa yuhibbu linafsih, dan satu lagi apa ya...? hmmm...lupa deh...! ya udah, semoga kedepannya kita dapat lebih baik lagi dalam mengadakan acara....Amiin.





OUT BOUND Taman Tomang "Luruskan Niat Rapatkan Barisan"








Jumat, 25 Maret 2011

Kiat Menghadapi Ujian

Mengapa harus ada ujian ?

Ujian diadakan sebagai alat tes, sejauh mana siswa dapat memahami materi yang telah diberikan oleh guru. Selain itu, juga sebagai peningkatan ilmu. Sebagai contoh pada awalnya ilmunya 1 bisa menjadi 2.

The tips ...
1. Tenang
“Kunci menyelesaikan setiap masalah adalah ketenangan” Begitu pula dengan ujian, jika diri kita merasa gelisah, lihatlah terlebih dahulu mengapa diri kita mengalami hal itu. Ketenangan didapatkan jika kita telah memiliki ilmu mengenai masalah itu. Apapun kondisinya jika kita telah memiliki ilmu maka sesungguhnya kita telah mengusai keadaan. Sehingga kita pun menjadi tenang.

2. Persiapkan diri, ilmu dan perlengkapan
Apa yang terjadi apabila kita pergi jauh tetapi tanpa bekal yang mencukupi ? Menderita dan menyesal. Nah, sebelum dua hal tadi terjadi, persiapkanlah hal-hal yang diperlukan. Yang pertama adalah persiapan diri, yaitu kesiapan mental kita untuk menghadapi ujian. Yang kedua adalah ilmu. Ujian yang dilakukan tanpa ilmu apa jadinya ? Tentu nilai yang tidak diharapkan akan datang. Yang ketiga kesiapan perlengkapan. Apa yang terjadi apabila kita ingin ke Puncak, tetapi tidak ada kendaraan ? Kita tidak akan sampai ke sana. Demikian dengan ujian, bukankah ujian membutuhkan alat tulis dan sebagainya ?

3. Buatlah jadwal belajar (pilih waktu belajar)
Untuk memudahkan kita belajar, buatlah jadwal belajar yang sesuai dengan kondisi kita. Ada orang yang merasa “enak” jika waktu belajarnya adalah malam hari. Atau mungkin pagi hari ketika udara masih bersih. Selain itu buatlah urutan jadwal belajar yang sesuai dengan jadwal ujian, insya Allah hal ini memudahkan kita untuk mengingat pelajaran.

4. Start for study : Konsisten dengan jadwal
Nah ini dia, yang agaknya cukup sulit. Tetapi bukankah yang sulit itu mungkin saja kita lakukan ? Ya, berusahalah untuk menepati jadwal yang telah kita buat sendiri. Bukankah ketika kita membuat jadwal, kita juga berfikir tentang alasan kenapa kita memilih waktu tersebut. Misalkan, kalau di siang hari kita belajar akan panas sekali.

5. Belajar kelompok ? Enak juga
Ketika ada teman, insya Allah akan ada juga yang mengingatkan. Itulah pentingnya kita memiliki kelompok. Selain itu kita pun dapat bertanya apabila tidak tahu, ataupun sebaliknya.

6. SKS ? No way
Apa yang akan terjadi apabila cangkir diberikan air seember ? Ya, yang tumpah akan lebih banyak dari pada yang tertampung. Demikianlah apabila kita “memaksakan” untuk belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS). Jangan paksakan diri kita dengan cara seperti itu. Tidak pernah belajar, tetapi sekalinya belajar dilakukan tanpa henti. Lebih baik menyicil daripada terus menerus belajar tiada henti. Bukankah kendaraan juga butuh istirahat ketika dipakai berjalan ?

7. Pelajari yang intinya saja
Waktu terbatas ? Sedangkan kita masih ingin sekali belajar ? Jika semua kita pelajari, mungkin tidak cukup waktu untuk mempelajarinya. Karena itu, pelajarilah intinya saja, setelah itu kembangkan sendiri.

8. Banyak tanya banyak tahu
Ada anggapan yang keliru tentang orang yang banyak bertanya adalah orang yang bodoh. Sedangkan jika kita banyak bertanya, sesungguhnya kita akan semakin bertambah ilmu kita. Bertanyalah kepada teman, kakak, ibu, bapak, guru atau orang lain apabila kita kurang atau tidak memahami suatu pelajaran.

9. Rest is ok !
Pernah merasa jenuh ? Ya, karena kita adalah manusia yang memiliki perasaan dan pikiran. Istirahatlah sejenak, jangan paksakan diri kita untuk melanjutkan. Segarkan pikiran kita dengan hal-hal yang lain. Hal ini berguna untuk meningkatkan motivasi belajar yang sempat tertunda akibat merasa jenuh. Misalkan dengan jalan-jalan sebentar, menelfon teman, atau mungkin hal lainnya.

10. Perbanyak Ibadah Sunnah dan Shodaqoh
Tentunya juga jangan tinggalkan yang wajib. Perbanyak dan tambah yang sunnah, misal: Dhuha, Puasa Senin Kamis. Juga perbanyak amal Sholeh, Infaq Shodaqoh. Siapa tahu para pengemis yang kita shodaqoh-in mendo’akan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Perbanyak juga baca Qur’an. Dan sebelum belajar, jadwalkan Do’a Terlebih Dahulu.

11. Perbanyak Do’a
Kita tak akan tahu kita lulus atau tidak. Karena Allah yang mentakdirkan yang terbaik. Dianalogikan seperti sebuah mesin. Walaupun mesin itu canggih, namun terkadang mesin dapat eror. Siapa tahu mesin LJK UN rusak, dan kita bisa jadi gak lulus?
Namun banyak orang yang biasa2 saja, tapi lulus dengan hasil baik. Semua karena Kehendak Allah. Kalau Allah berkehendak, Kita akan Lulus 100%. Tentunya dengan Usaha. Doa adalah senjata utama umat Islam.

Wallahu’alam bishawab...


Belajar
Berusaha
Berdo’a
Tawakkal
UN 2011 Kita Lulus 100%
Amiiin... 
Sumber : blog Komunitas Sahabat  Rohis

Senin, 28 Februari 2011

Pelatihan IT Islami







Acaranya seru dan perdana ini berlangsung hari sabtu kemarin, tanggal 12 Februari 2011. Sempet diundur dari rencana semula sihhh... tadinya mau diadain pas hari kamis 03 Februari 2011, tapi bentrok sama anak kelas dua yang pada study science di Jogja. Hehehe....

Di jadwal acara mulai jam 8, nahhh... akhwat kan dapet tugas buat beli konsumsi tuhhh... jadinya kita belanja kue dulu ke pasar darurat di daerah mandala tomang. Dua kue yang dibeli, bolu dan bolu... haha... tapi beda bentuknya. Pas udah nyampe sekolah... ternyata yang ikhwannya juga pada belanja makanan.... hemmm... jadi kelebihan makanan deh... tapi Alhandulillah sampai akhir acara, makanannya abis juga...

Acara mulai sekitar jam setengah sepuluh. Ngaret satu setengah jam dari yang udah dijadwalin. Alhandulullah pesertanya cukup banyak Alumni yang hadir pun juga. Dari akhwat ada ka kiki sama ka aty. Dari ikhwannya,,,siapa ya? lupa...! hehehe... yang jelas jumlahnya lebih banyak dari akhwat. Tapi tetep pesertanya menangan akhwat donggggg....!

Pertama-tama acara di buka oleh sang moderator yaitu Maulana Hassan Syafrudin yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS. Habis itu, baru deh narasumbernya, ka Arif Julianto, Mahasiswa Fasilkom UI yang juga alumni SMAN 23 memulai presentasinya. Penjelasannya macem-macem dari mulai pengertian Social Network sampai macam-macam social network yang ternyata bukan hanya facebook ajah!, masih banyak media-media lain yang bisa kita manfaatin.

Abis presentasi, ka Arif minta kita supaya pesertanya bikin kelomok; 2 kelompok ikhwan dan 3 kelompok akhwat. Tugasnya kurang lebih begini :
1.tentukan satu atau lebih social network yang ingin digunakan untuk marketing rohis 23.
2.apa alasannya???
3.target-target yang ingin dicapai??
4.cara-cara untuk mewujudkan target2 itu apa aja??
5.cara-cara supaya member di social network yang udah dipilih, enggak pindah ke media lain.
Jawabannya itu di tulis di kertas karton & dihias semenarik mungkin.

Setengah jam sebelum zuhur, satu persatu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Sebagian besar memilih media facebook. Ada dua yang beda yaitu twitter dan blog.
Kelompok terakhir presentasi tepat saat azan zuhur. Setelah acara ditutup, kami solat zuhur terlebih dahulu , dan terakhir pulanggggggggg.......
Subhanallah acara hari itu sangat berkesan dan Insya Allah memberikan manfaat yang besar buat peserta-pesertanya... Amin...)! oya, foto2 kegiatannya bisa dilihat di fb Rohis Dua Tiga yang dah di posting sama Kak Syarif  (RI)

Rabu, 23 Februari 2011

Nasehat adalah bukti dalam mencintai.

satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
aku merasa tak layak akh, katanya

aku tersenyum dan berkata
jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan
sungguh di dunia ini tak ada lagi
orang yang layak memberi nasehat



memang merupakan kesalahan
jika kita terus saja saling menasehati
tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari

tapi adalah kesalahan juga
jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

dan adalah kesalahan terbesar
jika kita enggan saling menasehati
hanya agar kita sendiri tetap
merasa nyaman berkawan kesalahan

Subhanallaah, di jalan cinta para pejuang
nasehat adalah ketulusan
kawan sejati bagi nurani
menjaga cinta dalam ridhaNya

-Salim A. Fillah-

Semangat kita, cintaNya

Bersemangatlah mengekspresikan cinta. Karena dengan semangat dan niat baik, kesalahan pun tetap bermakna.

Seperti kisah pengelana yang salah ucap.
Suatu hari, demikian Rasulullah berkisah sebagaimana Al Bukhari meriwayatkan, seorang musafir dari Bani Israil melintas gurun luas. Untuk mengarungi padang pasir yang tak tampak batasnya itu, ia menyiapkan bekal lengkap beserta unta kesayangannya. Air, makanan, pakaian, dan semua keperluan perjalanan ia bebankan pada punggung sang unta, sementara ia berjalan menuntun di samping hewan itu, berlindung dari terik mentari pada bayang-bayangnya.



Saat sampai di sebuah oase, sejenak dia beristirahat. Dia mencuci muka, minum, dan mengisi kantong airnya. Lalu ia berbaring memejam mata di bawah sebatang pokok tua. Sejenak saja. Tapi begitu ia membuka mata, sang unta beserta seluruh bekal yang dihelanya telah lenyap dari pandangan.


Bekalnya menghilang. Untanya kabur. Harapan hidupnya menguap. Panikpun menyergap.
Bagai orang gila dia berteriak-teriak memanggil untanya. Ia mencoba mencari, berlari ke sana-kemari sambil berseru-seru. Terseok-seok mengarungi pasir sembari terus menajamkan pandangan, ia berteriak lagi. Berlari lagi. Lalu menangis. Berlari lagi. Berteriak lagi.


Sampai akhirnya tenaganya habis. Keringatnya kering terperas. Pandangannya mengabur. Kesadarannya turun ke titik terrendah. Dan iapun jatuh. Pingsan.

Tak terasa semalam terlewati. Saat pagi dan mentari menyengatnya dengan sinar hangat, perlahan ia siuman. Pelan dibukanya mata, dihimpunnya sisa kesadaran dan pertama kali yang tampak di matanya adalah.. Untanya, beserta seluruh bekalnya, kini teronggok di depannya! Ada di situ! Benar-benar nyata tanpa kurang suatu apa!


Dadanya bergemuruh.. Kebahagiaannya meluap! Dan ia ungkapkan rasa syukurnya dengan meloncat sambil berteriak keras-keras, ”Allahumma Anta ’abdii wa ana Rabbuk! Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanMu!”
Bukankah ini kalimat paling munkar yang pernah terucap dari seorang makhuluq? Bahkan jahatnya melebihi Fir’aun yang berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”


Ya.. Kalimat ini memang salah. Tapi salah ucap, dengan semangat tinggi dan niat baik, nyatanya tetap dihargai di sisi Ilahi. Ia Maha Tahu, Ia Maha Memahami, dan semangat untuk bersyukur dan membukti cinta padaNya akan berbalas indah. ”Allah tertawa mendengar kalimat orang itu”, kata Sang Nabi, ”Mengampuni dosanya, dan memasukkannya ke dalam surga!”

Ah, Allah.. Engkau memang Maha Penyayang!
-Salim A. Fillah-

Minggu, 20 Februari 2011

Hanya Kurang Dari 15 Menit, Otak Sudah Dapat Merekam Kata Baru

Sahabat ROHIS 23…untuk kali pertamanya blog ROHIS 23 akan membahas salah satu nikmat Allah yang ada pada tubuh kita yaitu otak. Ternyata nih, otak kita mampu merekam kata-kata baru kurang dari 15 menit. Berikut fakta dari para ilmuwan Otak akan mempelajari sebuah kata baru dalam waktu kurang dari 15 menit. Cukup perdengarkan kata tersebut sebanyak 160 kali.

Menurut para ilmuwan di University of Cambridge, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata tersebut.Temuan para ilmuwan ini menjelaskan kalau waktu yang dibutuhkan otak untuk mempelajari kata itu ternyata lebih cepat dari pada perkiraan.

Penelitian dilakukan dengan menempatkan elektroda di kepala 16 relawan yang sehat. Aktivitas otak mereka dimonitor selama mengikuti pengujian yang terdiri dari 2 tahap.

Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang sudah familiar. Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berulang-ulang.

Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. "Secara virtual tidak ada bedanya," kata Dr. Yury Shtyrov yang terlibat dalam penelitian.

"Untuk mendengarkan saja sudah membantu untuk belajar bahasa," ujar Dr. Shtyrov kepada The Telegraph. Akan tetapi, untuk mengucapkan kata tersebut, butuh jaringan saraf baru, yakni bagian otak yang mengatur bicara.

Meski demikian, penelitian ini tidak bertujuan untuk membantu turis belajar bahasa. Menurut Dr. Shtyrov, penelitian ini untuk membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan bicara.

Untuk itu, University of Cambridge menggandeng Cognition & Brain Sciences Unit dari Medical Research Council untuk mengembangkan sebuah terapi afasia yang diberi nama CIAT (Constraint-induced Aphasia Therapy).

Afasia merupakan kehilangan kemampuan bicara akibat sakit, cacat, atau cedera pada otak.

Tes berikutnya akan melibatkan pasien stroke. Seperti dijelaskan Dr. Shtyrov, rehabilitasi bisa cepat dengan menargetkan bagian otak untuk memori.

"Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat," jelasnya.

Ia memberi contoh dalam bidang olah raga. Seseorang bisa hapal nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. "Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal.

Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting," tegas Dr. Shtyrov.

Sahabat ROHIS 23…alangkah indahnya dan mulianya jika kemampuan otak kita digunakan untuk menghafal Al Qur’an. Tahu kan salah satu keutamaan dari menghafal Al Qur’an itu.

Dari Abi Hurairah Radiyallahu 'anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: :"Penghafal Al Qur'an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur'an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur'an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur'an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan"
Wallahu a’lam

Baca Ini Setiap Hari!


Lihat ini setiap harinya!
Maka ia akan selalu terlintas dalam pikiranmu dan akan menjadi paradigmamu, lalu akan menjadi amal-amal nyatamu, kemudian berulang menjadi kebiasaanmu sehingga ia menjadi karakter dirimu dan yakinlah, ialah peradaban masa depanmu.

Camkan!

Baca! Ingat! Raih!

Next Day Preparation (enough to be His loyal servant)

0. Ikhlas…just4Allah..everytime, everywhere
1. Qiyamul Lail 7x / minggu,
2. Sholat Jama’ah 5 waktu di Masjid / hari,
3. Tilawah 1,5 juz / hari,
4. Muhasabah 1x / hari,
5. Berinfaq Rp. 2000 / hari,
6. Al-Ma’tsurot 7 kali / minggu,
7. Hafalan +5 halaman / minggu
8. Sholat Dhuha 7x / minggu
9. Shaum sunnah 8x / bulan

Curah Cita (dalam perenungan singkat akan makna kehidupan)!

1. Business man of the world : Mass Media as Political, Economical, and Cultural Weapon.
2. Punya keluarga idaman, teladan.
3. Punya sekolah islam internasional bermutu tinggi.
4. Berjihad fii sabilillah, Syahid!!
5. Hafidz qur’an dengan memahami maknanya.
6. Memiliki negara/kekhalifahan termakmur yang seluruh rakyatnya mengikhlaskan agamanya untuk Allah swt.

Lakukan ini 60 menit sebelum tidur (everyday you can die)!

In sequence…
1. Menggosok gigi, (3 menit)
2. Berwudhu, (2 menit)
3. Membaca Konsepsi HidupKu, peta hidupku dan rangkaian amanahku, (5 menit)
4. Menulis Diary, dan rencana esok hari, (25 menit)
5. Tilawah 1/2 juz, (15 menit)
6. Minum air putih hangat 2 gelas. (5 menit)
7. Membaca Ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas,(5 menit)
8. Berdo’a + Posisi.

sumber: http://triajinugroho.wordpress.com/resume-ppsdms/
 

Followers

Blogger Tricks

free counters