Kamis, 14 April 2011

Facebook-Mu Harimau-Mu



Curhat, curhat, share, share lalu tunggu komentar teman, begitulah aktivitas akhwat dan ummahat yang sadar IT. Yap, bagi yang banyak waktu luang, banyak masalah dan pastinya banyak uang amat rentan kecanduan share di jejaring sosial. Tapi, ada aturan main di dunia maya yang sebenarnya mirip aturan di dunia sebenarnya, kenapa saya bilang mirip?
Semua berawal dari fenomena (kegelisahan saya sebenarnya), bahwa ada yang membedakan gaya bersosialisasi di dunia maya dan dunia riil. Paling gampang adalah, ada akhwat atau ummahat yang di dunia riil sangat menjaga pergaulan dengan nonmahrom tapi sayangnya di dunia maya dia punya banyak teman laki-laki nonmahrom yang akan dengan mudahnya nimbrung komentar di tiap statusnya.

Well, kita berjuang ghadul bashor di lingkungan sekitar atau kampus tapi bebas ber “hai” ria di jejaring sosial, buat apa kita diam membisu saat bertemu tapi di jejaring social kita saling curhat, Masya Alloh. Bukankah aturan menjaga muru’ah (kehormatan diri) juga berlaku dimanapun kita berada, termasuk di dunia maya sekalipun. Jika kita bisa mengaplikasikan aturan main menjaga pergaulan dan menjaga izzah di dunia riil, mestinya kita juga bisa dan mau menerapkannya di dunia maya. Bahkan dalam mendakwahi lawan jenispun ada SOP-nya, tidak dengan dalih berdakwah lantas kita terima ikhwan-ikhwan jadi teman “maya” kita.

Saya merasa cemburu saat ada ummahat yang notabene mengerti ajaran menjaga izzah tapi teman nonmahrom di akunnya banyak banget. Tiap update status ikhwan-ikhwan juga ikutan komentar, waduh suaminya apa tidak cemburu ya?. Mengapa aturan menjaga pandangan dan menjaga izzah seolah memudar hanya karena kita tidak ketemu langsung face to face, padahal kalau dipikir, komentar di tiap status kan sama saja dengan kirim SMS, berarti sama saja kita sedang SMS-an dengan nonmahrom, curhat-curhatan dan cekakak cekikik bukan dengan suami kita?. Termasuk memajang foto tercantik kita yang dapat dilihat dengan mudahnya oleh ikhwan nonmahrom, sebaiknya dihindari, hatta dalam foto itu kita memakai cadar.
Semua itu untuk menjaga agar kita tidak menjadi fitnah (ujian dan cobaan) bagi orang lain, tidakkah terpikir oleh kita, bisa jadi foto kita tengah dikagumi oleh laki-laki bukan mahrom kita atau suami wanita lain. Ahsan, foto cantik kita digantikan simbol seperti bunga dan pemandangan untuk menjaga hati siapapun yang melihatnya. Bukankah syariat kita menjaga dan menutup celah bagi timbulnya kerusakan, sekecil apapun.

Poin penting dalam berjejaring sosial adalah kita harus merasa bahwa Alloh pasti sedang mengawasi tiap gerak-gerik kita, jadi mari kita terapkan sikap cerdas dalam memilah dan memilih teman. Jika ia bukan mahrommu, sebaiknya tidak berteman dengannya karena manusia adalah tempatnya khilaf dan kita tahu betul bahwa hati wanita mudah goyah (paling terasa saat haid, jadi gampang moody). Apalagi kembali merajut pertemananan dengan mantan atau seseorang yang pernah kita suka, ini big NO, NO deh! Hindari sekuat mungkin meng-add-nya. Insya Alloh, berteman dengan wanita saja atau mahrom kita, pasti jauh lebih menenangkan jiwa dan tentunya jika dibarengi niat untuk saling amar ma’ruf nahi munkar akan mendapat pahala, Insya Alloh.

Marilah akhwat dan ummahat yang baik nan salihah, tetap jaga kehormatan kita dimanapun dan kapanpun plus berhati-hati dalam bersikap maupun bertutur. Seperti yang pernah dilansir sebuah situs ternama bahwa penyebab tertinggi perceraian di Jawa Barat adalah akibat Facebook.

Jejaring sosial merk apapun tergantung pemakainya, jika pemakainya cerdas maka ia sukses memiliki jaringan (terutama bagi yang berjualan via OS), tapi jika memperturutkan hawa nafsu dan tak berilmu maka jejaring sosial hanya akan menjadi jurang gelap berbuah sesal dan dosa, Naudzubillahi min Dzalik. Wallahu a’lam.
(Penulis: Dian, ibu rumah tangga tinggal di Ambon)

Hancurnya Diri Karena Sendiri


Jika kau merasa besar, periksa hatimu

Mungkin ia sedang bengkak

Jika kau merasa suci, periksa jiwamu

Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani

Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu

Mungkin ia sedang melayang kehilangan pinjakan

……….

Salim Al Fillah ( dalam dekapan ukhuwah)


Puisi yang diambil dari salah satu buku karya Salim Al Fillah, ya sebuah renungan tentang keberadaan hati. Hati yang selama ini kita bawa kemana-mana. Hati yang selama ini kita rasakan dan kita emban. Disadari atau tidak merasa paling benar, sombong dan merasa paling suci kerap menemani hati-hati kita yang tandus. Apakah disengaja ataupun tidak, ia datang dengan sendirinya seiring kejadian yang kita lihat di sekeliling kehidupan. Dalam cerita manapun kerap kita temukan bahwa sikap sombong dan merasa paling benar selalu berujung dengan kenestapaan. Dimulai dari Iblis, fir’aun, dan masih banyak para tokoh-tokoh yang binasa dengan kosombongannya dan menjadi catatan terpenting untuk pembelajaran hati.

Sifat sombong adalah hal yang dibenci dilangit maupun dibumi. Merasa benar, merasa tinggi, merasa suci ,merasa lebih adalah penyakit yang sangat menjijkan malaikat maupun manusia di dunia ini. Karena sombong adalah ibu jari segala kejhatan dan kehancuran. Penderitaan manusia dipenghujung hidupnya dan sepanjang sejarah, diakibatkan oleh paduan antara sombong dan keangkuhan serta kekuasaan. Ataupun saat ini yang sering terjadi, senyawa dengan merasa unggul dengan kepandaian, atau sombong dengan kekayaan. Atau dekatnya rasa tinggi hati dengan kecendikiawanan. Dan semua itu akan menjadi bencana besar, sebesar tsunami yang kerap melanda bumi, sebesar gempa bumi yang sering menggoyang negeri kita. Sejatinya kesombongan akan mengahalangi kebaikan. Karena jiwa yang merasa tinggi mengalahkan akal dengan kebijakan. Dan karena keangukuhan membunuh persaudaraan.

Merasa diri paling benar dan paling baik adalah segersang-gersangnya tanah dan se tandus-tandusnya lahan bagi Iman. Seiring itu persaudaran hampir mustahil akan terjalin dan tumbuh dengan pupuk kesombongan. Merasa diri lebih baik dibandingkan yang lain adalah penghalang terbesar dalam menjalin hubungan baik dengan sesama. Kalaupun kita melihat keluarga atapun sahabat disekeliling kita berbuat salah. Maka janganlah kita untuk menyimpulkan kesalahan. Sebab kesalahan tersebut adalah ketika kita hanya bisa menyimpulkan tanpa menyadari dan berfikir secara objektif tentang apa yang mereka perbuat. Sejatinya kesalahan-kesalahan yang kita lihat disekeliling kita adalah bentuk kekurangan kita yang harus disadari. Setiap diri adalah cermin maka bercerminlah dengan diri kita. Dan hidup ini adalah sebuah pilihan maka pilihlah pilihan tersebut dengan bijak, dan tentu setiap pilihan yang kita pilih mempunyai konsekuensnya. Entah apa yang kita pilih, namun sesuai judul diatas, kesombongan hanya membawa kita kepada kehancuran. Karena kita sadari kesombongan bukanlah milik manusia, ya dia adalah Allah, hanya Ia yang pantas memakai jas kesombongan. Dan apabila kita masih memakai jas tersebut maka lepaskanlah. Dan ganti dengan kemeja rendah hati.

Dan janganlah engkau memalingkan muka-mu kerana memandang rendah kepada manusia dan janganlah engkau berjalan dibumi dengan berlagak sombong, sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takabbur lagi membangga diri.” (Surat Luqman:18).

Sungguh yang membuat seseorang sombong dan bangga diri bukanlah kelebihan-kelebihan yang dimilikanya. Melainkan pikirannya yang dangkal dan jiwanya yang sempit.

Rabu, 13 April 2011

Training Motivasi Ujian Nasional


Tidak ada dokumentasi yang kami miliki untuk di bagi kepada kita semua, kalaupun ada tersimpan dihandphone tanpa sepengetahuan, foto2 itu terhapus, padahal gambarnya bagus2! tentang siswa-siswa yang sedang berbaris meminta maaf kepada guru2nya pada saat muhasabah yang dipimpin oleh Kak Sofyan (Alumni angkatan 95), foto barisan putri kelas XII disebelah kiri yang menempel spanduk bertuliskan Lulus 100% Ujian Nasional yang dibuat oleh sekolah SMAN 23 Jakarta, dsb.

Alhamdulillah, pada tanggal 1-2 April 2011 Acara Training Motivasi suskses diselenggarakan! dengan persiapan sebulan, waktu yang sangat kasib, namun alhamdulillah acara berhasil diselenggarakan. Acara berlangsung di ruang kelas dekat Mushollah Atas, 2 ruangan kelas yang digabung menjadi satu, dihadiri sekitar 200-an siswa-siswi SMAN 23, baik muslim maupun non muslim. Alhamdulillah FIKRA 23 dan Pengurus ROHIS 23 diberi kesempatan untuk dapat menyelenggarakan acara besar tersebut.

Training Motivasi diisi oleh Trainer Kak Aris Setyawan yang sangat bersemangat, beliau juga pernah mengisi materi Tafakur Alam ROHIS 23 beberapa bulan yang lalu, dilanjutkan dengan Ramah Tamah dengan Alumni2 ROHIS 23, Muhasabah, Shalat Qiyamullail, dan Shalat Shubuh berjama'ah....setelah itu acara ditutup oleh segenap guru2 SMAN 23.

Terima kasih banyak kepada para alumni yang telah bolak-balik rapat dengan guru2 disekolah untuk mempersiapkan acara ini, kepada para alumni yang sudah meluangkan waktu untuk hadir, cukup banyak alumni yang hadir, dari angkatan 92 sampai 2010, hadir juga pengurus ROHIS yang akhwat dan ikwannya.
Terima kasih banyak buat Kak Sofyan yang sudah mengisi muhasabah dan memandu acara Ramah Tamah, kepada Kak Nanang, kak Ikhwanuddin, kak Reza, kak Rozak, kak Parlin, kak Rio, kak Junaedi, alumni2 awal, dan alumni2 yang sekarang sedang menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Kak Arif, Pompi, dan Khalid,,,semoga dapat segera disusul oleh adik2nya tahun 2011 ini ya...! Amiin.

Udara pagi yang segar selepas shubuh berjama'ah menemani rapat evaluasi kami di Musholla Bahrul Ilmi lantai bawah, bersama beberapa alumni dan pengurus ROHIS yang proaktif, terima kasih atas keseungguhan kalian semua, semoga Allah hadiahkan keistiqomahan di jalan da'wah ini samapai akhir hayat. Amiin

Out Bound "Luruskan Niat Rapatkan Barisan"


Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah...mungkin hanya kalimat itu yang mampu terucap dari lisan kami setelah berhasil menyelenggarakan acara Outbound pada hari Sabtu tanggal 9 April 2011 kemarin di Taman Tomang. Lokasi Outbound yang indah yang baru kami ketahui, mungkin sebagian kecil dari peserta outbound ini yang sudah pernah ketempat tersebut.

Acara outbound ini dapat berhasil diselenggarkan selang seminggu setelah acara Training Motivasi untuk persiapan Ujian Nasional bagi kelas XII yang akan ujian nasional tanggal 18 April besok, selamat Ujian ya...Insya Allah lulus semuanya,,,,amiin!

Taman yang indah, bersih dan rindang, tidak jauh dari Mall Taman Anggrek, posisinya memang bersembunyi diantara jalan tol, jadi mungkin sedikit yang mengetahuinya. Out boun dimulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 1 siang. Rangkaian acaranya mulai dari Brieffing peserta, pembagian kelompok yang terdiri dari 5 kelompok akhwat dan 1 kelompok ikhwan, games yang terdiri dari 5 buah games dengan masing2 password,  setelah selesai semua games, dilanjutkan dengan sessi muhasabah sambil pemberikan punishment bagi pelanggaran pada saat games, terus mengisi perut dengan konsumsi yang telah dipersiapkan oleh Panitia Alumni, evaluasi kepengurusan, dan diakhiri dengan orat-oret sharing di atas bahan 2 meter.

Subhanallah, Maha Suci Allah dengan pertolongannya yang telah memberikan kesehatan fisik dan semangat, hari yang cerah, dan kemudahan pelaksanaan outbound. Semoga tujuan diselenggarakannya outbound ini sampai kepada peserta hingga kelanjutannya. Mohon maaf  jika outboundnya jauh mengecewakan dari yang diharapkan, karena Trainer outbound berhalangan hadir, jadinya alumni berinisiatif agar outbound  tetap terlaksana dengan menjadi trainer outbound langsung.

Games pada outbound terdiri dari 5 buah, password masing2 games sangat penuh makna, mulai dari “Ta’aruf, Tafahum, Ta’awun dan Takaful yang meruapakan rukun2 ukhuwah, Udkhulu fissilmi kaaffah, Al-Imanu yazid wa yanqus, Laa yu’minu ahadukum hatta yuhibbu liakhihi maa yuhibbu linafsih, dan satu lagi apa ya...? hmmm...lupa deh...! ya udah, semoga kedepannya kita dapat lebih baik lagi dalam mengadakan acara....Amiin.





OUT BOUND Taman Tomang "Luruskan Niat Rapatkan Barisan"








Jumat, 25 Maret 2011

Kiat Menghadapi Ujian

Mengapa harus ada ujian ?

Ujian diadakan sebagai alat tes, sejauh mana siswa dapat memahami materi yang telah diberikan oleh guru. Selain itu, juga sebagai peningkatan ilmu. Sebagai contoh pada awalnya ilmunya 1 bisa menjadi 2.

The tips ...
1. Tenang
“Kunci menyelesaikan setiap masalah adalah ketenangan” Begitu pula dengan ujian, jika diri kita merasa gelisah, lihatlah terlebih dahulu mengapa diri kita mengalami hal itu. Ketenangan didapatkan jika kita telah memiliki ilmu mengenai masalah itu. Apapun kondisinya jika kita telah memiliki ilmu maka sesungguhnya kita telah mengusai keadaan. Sehingga kita pun menjadi tenang.

2. Persiapkan diri, ilmu dan perlengkapan
Apa yang terjadi apabila kita pergi jauh tetapi tanpa bekal yang mencukupi ? Menderita dan menyesal. Nah, sebelum dua hal tadi terjadi, persiapkanlah hal-hal yang diperlukan. Yang pertama adalah persiapan diri, yaitu kesiapan mental kita untuk menghadapi ujian. Yang kedua adalah ilmu. Ujian yang dilakukan tanpa ilmu apa jadinya ? Tentu nilai yang tidak diharapkan akan datang. Yang ketiga kesiapan perlengkapan. Apa yang terjadi apabila kita ingin ke Puncak, tetapi tidak ada kendaraan ? Kita tidak akan sampai ke sana. Demikian dengan ujian, bukankah ujian membutuhkan alat tulis dan sebagainya ?

3. Buatlah jadwal belajar (pilih waktu belajar)
Untuk memudahkan kita belajar, buatlah jadwal belajar yang sesuai dengan kondisi kita. Ada orang yang merasa “enak” jika waktu belajarnya adalah malam hari. Atau mungkin pagi hari ketika udara masih bersih. Selain itu buatlah urutan jadwal belajar yang sesuai dengan jadwal ujian, insya Allah hal ini memudahkan kita untuk mengingat pelajaran.

4. Start for study : Konsisten dengan jadwal
Nah ini dia, yang agaknya cukup sulit. Tetapi bukankah yang sulit itu mungkin saja kita lakukan ? Ya, berusahalah untuk menepati jadwal yang telah kita buat sendiri. Bukankah ketika kita membuat jadwal, kita juga berfikir tentang alasan kenapa kita memilih waktu tersebut. Misalkan, kalau di siang hari kita belajar akan panas sekali.

5. Belajar kelompok ? Enak juga
Ketika ada teman, insya Allah akan ada juga yang mengingatkan. Itulah pentingnya kita memiliki kelompok. Selain itu kita pun dapat bertanya apabila tidak tahu, ataupun sebaliknya.

6. SKS ? No way
Apa yang akan terjadi apabila cangkir diberikan air seember ? Ya, yang tumpah akan lebih banyak dari pada yang tertampung. Demikianlah apabila kita “memaksakan” untuk belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS). Jangan paksakan diri kita dengan cara seperti itu. Tidak pernah belajar, tetapi sekalinya belajar dilakukan tanpa henti. Lebih baik menyicil daripada terus menerus belajar tiada henti. Bukankah kendaraan juga butuh istirahat ketika dipakai berjalan ?

7. Pelajari yang intinya saja
Waktu terbatas ? Sedangkan kita masih ingin sekali belajar ? Jika semua kita pelajari, mungkin tidak cukup waktu untuk mempelajarinya. Karena itu, pelajarilah intinya saja, setelah itu kembangkan sendiri.

8. Banyak tanya banyak tahu
Ada anggapan yang keliru tentang orang yang banyak bertanya adalah orang yang bodoh. Sedangkan jika kita banyak bertanya, sesungguhnya kita akan semakin bertambah ilmu kita. Bertanyalah kepada teman, kakak, ibu, bapak, guru atau orang lain apabila kita kurang atau tidak memahami suatu pelajaran.

9. Rest is ok !
Pernah merasa jenuh ? Ya, karena kita adalah manusia yang memiliki perasaan dan pikiran. Istirahatlah sejenak, jangan paksakan diri kita untuk melanjutkan. Segarkan pikiran kita dengan hal-hal yang lain. Hal ini berguna untuk meningkatkan motivasi belajar yang sempat tertunda akibat merasa jenuh. Misalkan dengan jalan-jalan sebentar, menelfon teman, atau mungkin hal lainnya.

10. Perbanyak Ibadah Sunnah dan Shodaqoh
Tentunya juga jangan tinggalkan yang wajib. Perbanyak dan tambah yang sunnah, misal: Dhuha, Puasa Senin Kamis. Juga perbanyak amal Sholeh, Infaq Shodaqoh. Siapa tahu para pengemis yang kita shodaqoh-in mendo’akan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Perbanyak juga baca Qur’an. Dan sebelum belajar, jadwalkan Do’a Terlebih Dahulu.

11. Perbanyak Do’a
Kita tak akan tahu kita lulus atau tidak. Karena Allah yang mentakdirkan yang terbaik. Dianalogikan seperti sebuah mesin. Walaupun mesin itu canggih, namun terkadang mesin dapat eror. Siapa tahu mesin LJK UN rusak, dan kita bisa jadi gak lulus?
Namun banyak orang yang biasa2 saja, tapi lulus dengan hasil baik. Semua karena Kehendak Allah. Kalau Allah berkehendak, Kita akan Lulus 100%. Tentunya dengan Usaha. Doa adalah senjata utama umat Islam.

Wallahu’alam bishawab...


Belajar
Berusaha
Berdo’a
Tawakkal
UN 2011 Kita Lulus 100%
Amiiin... 
Sumber : blog Komunitas Sahabat  Rohis

Senin, 28 Februari 2011

Pelatihan IT Islami







Acaranya seru dan perdana ini berlangsung hari sabtu kemarin, tanggal 12 Februari 2011. Sempet diundur dari rencana semula sihhh... tadinya mau diadain pas hari kamis 03 Februari 2011, tapi bentrok sama anak kelas dua yang pada study science di Jogja. Hehehe....

Di jadwal acara mulai jam 8, nahhh... akhwat kan dapet tugas buat beli konsumsi tuhhh... jadinya kita belanja kue dulu ke pasar darurat di daerah mandala tomang. Dua kue yang dibeli, bolu dan bolu... haha... tapi beda bentuknya. Pas udah nyampe sekolah... ternyata yang ikhwannya juga pada belanja makanan.... hemmm... jadi kelebihan makanan deh... tapi Alhandulillah sampai akhir acara, makanannya abis juga...

Acara mulai sekitar jam setengah sepuluh. Ngaret satu setengah jam dari yang udah dijadwalin. Alhandulullah pesertanya cukup banyak Alumni yang hadir pun juga. Dari akhwat ada ka kiki sama ka aty. Dari ikhwannya,,,siapa ya? lupa...! hehehe... yang jelas jumlahnya lebih banyak dari akhwat. Tapi tetep pesertanya menangan akhwat donggggg....!

Pertama-tama acara di buka oleh sang moderator yaitu Maulana Hassan Syafrudin yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS. Habis itu, baru deh narasumbernya, ka Arif Julianto, Mahasiswa Fasilkom UI yang juga alumni SMAN 23 memulai presentasinya. Penjelasannya macem-macem dari mulai pengertian Social Network sampai macam-macam social network yang ternyata bukan hanya facebook ajah!, masih banyak media-media lain yang bisa kita manfaatin.

Abis presentasi, ka Arif minta kita supaya pesertanya bikin kelomok; 2 kelompok ikhwan dan 3 kelompok akhwat. Tugasnya kurang lebih begini :
1.tentukan satu atau lebih social network yang ingin digunakan untuk marketing rohis 23.
2.apa alasannya???
3.target-target yang ingin dicapai??
4.cara-cara untuk mewujudkan target2 itu apa aja??
5.cara-cara supaya member di social network yang udah dipilih, enggak pindah ke media lain.
Jawabannya itu di tulis di kertas karton & dihias semenarik mungkin.

Setengah jam sebelum zuhur, satu persatu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Sebagian besar memilih media facebook. Ada dua yang beda yaitu twitter dan blog.
Kelompok terakhir presentasi tepat saat azan zuhur. Setelah acara ditutup, kami solat zuhur terlebih dahulu , dan terakhir pulanggggggggg.......
Subhanallah acara hari itu sangat berkesan dan Insya Allah memberikan manfaat yang besar buat peserta-pesertanya... Amin...)! oya, foto2 kegiatannya bisa dilihat di fb Rohis Dua Tiga yang dah di posting sama Kak Syarif  (RI)

Rabu, 23 Februari 2011

Nasehat adalah bukti dalam mencintai.

satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
aku merasa tak layak akh, katanya

aku tersenyum dan berkata
jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan
sungguh di dunia ini tak ada lagi
orang yang layak memberi nasehat



memang merupakan kesalahan
jika kita terus saja saling menasehati
tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari

tapi adalah kesalahan juga
jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

dan adalah kesalahan terbesar
jika kita enggan saling menasehati
hanya agar kita sendiri tetap
merasa nyaman berkawan kesalahan

Subhanallaah, di jalan cinta para pejuang
nasehat adalah ketulusan
kawan sejati bagi nurani
menjaga cinta dalam ridhaNya

-Salim A. Fillah-

Semangat kita, cintaNya

Bersemangatlah mengekspresikan cinta. Karena dengan semangat dan niat baik, kesalahan pun tetap bermakna.

Seperti kisah pengelana yang salah ucap.
Suatu hari, demikian Rasulullah berkisah sebagaimana Al Bukhari meriwayatkan, seorang musafir dari Bani Israil melintas gurun luas. Untuk mengarungi padang pasir yang tak tampak batasnya itu, ia menyiapkan bekal lengkap beserta unta kesayangannya. Air, makanan, pakaian, dan semua keperluan perjalanan ia bebankan pada punggung sang unta, sementara ia berjalan menuntun di samping hewan itu, berlindung dari terik mentari pada bayang-bayangnya.



Saat sampai di sebuah oase, sejenak dia beristirahat. Dia mencuci muka, minum, dan mengisi kantong airnya. Lalu ia berbaring memejam mata di bawah sebatang pokok tua. Sejenak saja. Tapi begitu ia membuka mata, sang unta beserta seluruh bekal yang dihelanya telah lenyap dari pandangan.


Bekalnya menghilang. Untanya kabur. Harapan hidupnya menguap. Panikpun menyergap.
Bagai orang gila dia berteriak-teriak memanggil untanya. Ia mencoba mencari, berlari ke sana-kemari sambil berseru-seru. Terseok-seok mengarungi pasir sembari terus menajamkan pandangan, ia berteriak lagi. Berlari lagi. Lalu menangis. Berlari lagi. Berteriak lagi.


Sampai akhirnya tenaganya habis. Keringatnya kering terperas. Pandangannya mengabur. Kesadarannya turun ke titik terrendah. Dan iapun jatuh. Pingsan.

Tak terasa semalam terlewati. Saat pagi dan mentari menyengatnya dengan sinar hangat, perlahan ia siuman. Pelan dibukanya mata, dihimpunnya sisa kesadaran dan pertama kali yang tampak di matanya adalah.. Untanya, beserta seluruh bekalnya, kini teronggok di depannya! Ada di situ! Benar-benar nyata tanpa kurang suatu apa!


Dadanya bergemuruh.. Kebahagiaannya meluap! Dan ia ungkapkan rasa syukurnya dengan meloncat sambil berteriak keras-keras, ”Allahumma Anta ’abdii wa ana Rabbuk! Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanMu!”
Bukankah ini kalimat paling munkar yang pernah terucap dari seorang makhuluq? Bahkan jahatnya melebihi Fir’aun yang berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”


Ya.. Kalimat ini memang salah. Tapi salah ucap, dengan semangat tinggi dan niat baik, nyatanya tetap dihargai di sisi Ilahi. Ia Maha Tahu, Ia Maha Memahami, dan semangat untuk bersyukur dan membukti cinta padaNya akan berbalas indah. ”Allah tertawa mendengar kalimat orang itu”, kata Sang Nabi, ”Mengampuni dosanya, dan memasukkannya ke dalam surga!”

Ah, Allah.. Engkau memang Maha Penyayang!
-Salim A. Fillah-
 

Followers

Blogger Tricks

free counters