Minggu, 17 Juli 2011

Anak ROHIS “Dahulukan Dakwah, Utamakan Sekolah!”

Nampaknya para pengelola dakwah sekolah sangat perlu mencermati masalah yang satu ini. Penulis teringat ketika, beberapa tahun silam pernah terlibat dalam sebuah kegiatan dakwah sekolah bertajuk“Dahulukan Dakwah, Utamakan Sekolah!”, sebuah tema yang sangat familiar dikalangan ADS (Aktivis Dakwah Sekolah) karena terlalu seringnya kita dawamkan kepada para ADS agar senantiasa menjaga keseimbangan antara aktivitas dakwah dengan tanggungjawab akademis mereka di sekolah. Memang, fenomena klasik berbenturannya aktifitas dakwah dengan tuntutan akademik sudah sejak lama dialami oleh para ADS, bahkan bukan hanya terjadi dalam lingkup dakwah sekolah saja melainkan juga lazim terjadi dalam lingkup dakwah kampus. Ibarat sedang mengarungi lautan, kita anggap saja fenomena ini sebagai sebuah badai yang mau tidak mau harus kita hadapi sebagai sebuah resiko kita dalam mengarungi lautan bernama dakwah sekolah.


Biasanya, fenomena ini akan muncul setiap kali mendekati masa ujian semester, kenaikan kelas dan semakin menjadi dilema bagi ADS tingkat 3 [Kelas XII] yang akan segera berhadapan dengan ujian nasional. Layaknya badai, dampaknya pun begitu nyata terlihat dengan berkurangnya intensitas keaktifan para ADS dari kancah kegiatan dakwah sekolah [Rohis]. Perlahan tapi pasti, berangsur mereka beralih konsentrasi dari mengurusi Rohis ke urusan akademik, karena mereka akan berhadapan dengan ujian akademis dimana harapan besar orangtua agar anaknya meraih prestasi terbaik yang menjadi taruhannya.

Layaknya badai pula, biasanya fenomena ini pun akan segera berlalu seiring dengan berakhirnya momentum ujian-ujian tersebut. Para ADS akan bergairah kembali menghidupkan agenda Rohis hingga kemudian aktifitas dakwah pun perlahan akan kembali membaik seperti sediakala.

Namun, beberapa tahun belakangan nampaknya badai akademis yang menerpa para ADS terlalu besar, hingga begitu sulit menata kembali semangat untuk bangkit menggiatkan agenda-agenda dakwah kembali. Bahkan, Rohis dibeberapa sekolah kini telah benar-benar hilang tersapu badai akademis menyusul para ADS-nya yang telah lebih dulu tenggelam ditelan badai yang sama. Mari kita cermati betapa besar pengaruhnya badai akademis tersebut.

Badai akademis ini dimulai sekitar enam tahun silam ketika pemerintah [Depdiknas, saat itu] memperkenalkan sebuah sistem Ujian Nasional dengan disertai standar nilai tertentu sebagai penentu kelulusan seorang siswa. Terlepas dari segala nilai positif yang coba diwujudkan oleh pemerintah melalui sistem ini, kenyataannya sistem ini menuai banyak reaksi kontra dikalangan masyarakat. Mulai dari banyaknya penyelewengan dalam pelaksanaannya hingga masalah penerapan sistem yang sulit dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Alih-alih meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini, justru semakin memperkeruh sistem yang ada. Hingga akhirnya muncullah wacana peniadaan UN yang sempat memanas beberapa waktu lalu, kekisruhan ini untuk sementara berakhir dengan keluarnya peraturan terbaru Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Pada tingkat SLTP dan SLTA Tahun Pelajaran 2010/2011 yang menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Bagaimanapun akhir dari kekisruhan sistem pendidikan tersebut, yang jelas kekisruhan selama lima tahun belakangan ini berdampak sangat signifikan terhadap keberlangsungan dakwah di sekolah. Dengan berlarut-larutnya masalah tersebut telah cukup membuat Dakwah Sekolah kita kalang kabut.Disadari atau tidak, bertambahnya beban akademis yang diberikan kepada pelajar menjadi salahsatu menurunnya performa dakwah sekolah kita beberapa tahun belakangan ini.

Dengan dalih mengejar standar nasional tersebut, mulailah beberapa sekolah menambahkan beban akademis bagi siswanya dengan beragam program yang tentunya membutuhkan waktu dan perhatian yang lebih dari para siswa. Bahkan, di banyak sekolah kini jam sekolah diperketat pengawasannya. Pernah seorang rekan mengalami tindakan “pengusiran” saat melaksnakan mentoring rutin selepas jam pulang sekolah, padahal sebelumnya kegiatan mentoring merupakan kegiatan yang telah sangat lumrah dilakukan di sekolah tersebut, dengan alasan sterilisasi lingkungan sekolah agar para siswa cepat pulang ke rumah dan punya waktu lebih banyak untuk belajar. Kejadian ini ternyata juga dialami oleh beberapa rekan pengelola dakwah di sekolah yang lain, kadang hari Sabtu yang memang di beberapa sekolah telah disepakati sebagai hari kegiatan ekstrakurikuler pun siswa masih dijejali dengan bergam kegiatan akademis tambahan. Kalaupun berjalan, kegiatan ekstrakurikuler biasanya dibatasi hanya sampai pukul 12.00 siang, lagi-lagi dengan alasan peningkatan waktu belajar.

Selain kebijakan pihak sekolah yang semakin over protective, ternyata badai ini juga menyebabkan pola pikir dari para siswa [objek dakwah sekolah] itu sendiri kini berubah menjadi semakin study oriented, termasuk para ADS juga tak luput terkena imbasnya. Objek dakwah yang terlalu study oriented akan menyulitkan kita dalam melakukan rekrutmen-rekrutmen dakwah, karena rasa-rasanya produk dakwah yang kita tawarkan tak mampu mengalihkan perhatian mereka dari beban akademis yang mereka hadapi. Sedangkan, ADS yang terlalu study oriented, akan membuat agenda-agenda dakwah terbengkalai. Namun, kurang bijak pula jika kita memaksa para ADS untuk berkonsentrasi penuh mengurusi dakwah sekolah sementara tanggungjawab akademis hari demi hari semakin berat dibebankan kepada mereka.

Hingga kini, badai akademis terus melanda kita, dan nampaknya belum juga akan mereda. Saudaraku, bagaimanakah kiat terbaik agar Rohis tetap eksis ditengah badai akademis??

(Masih) Tentang Cinta

Sudah berapa banyak mungkin ratusan ribuan, bahkan jutaan hingga milyaran. Kata cinta terlontar dari bibir manusia yang rapuh. Dari mulai presiden hingga pengamen, kaum agamis bahkan atheis pun semua berkata cinta, cinta dan cinta. Akan tetapi tentu berbeda konteks, arti dan makna dari tiap2 person tersebut dalam berbicara mengenai cinta. Seolah-olah dunia ini menjadi bising karena bunyi dari kata cinta tersebut.

Begitu juga demikian halnya dengan banyaknya karya seni yang “mengeksploitasi cinta” sebut saja mulai dari film, lagu, buku, lukisan, cerita rakyat, dan lain-lainya yang memang sudah terlalu banyak untuk dituliskan dalam media yang terbatas ini. Seakan cinta menjadi sebuah tema besar kehidupan (termasuk tema besar status facebook). Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga ini menurut Bang H. Rhoma Irama. Lain lagi dengan Agnes Monica yang bilang bahwa

Cinta ini kadang tak ada logika (bingung). Menurut Afghan bahwa Cinta ku bukan cinta biasa (emang beda biasa sama yang gak biasa, apa Ghan?). Bahkan d’Masiv berbicara bahwa Cinta ini membunuhku (luar biasa!!).

Cinta sudah menjadi industri sekarang ini dan tak dapat dipungkiri bahwa cinta menjadi ladang komersil yang sangat menggiurkan bagi para kaum kapitalis. Diciptakanlah momen-momen yang berkenaan dengan cinta, lalu kemudian dibuat produk-produk cinta tentang cinta tersebut. Para kaum kapitalistik melakukan hal ini juga mengatasnamakan “cinta”. Akan tetapi cinta terhadap kepentingan dan uang yang akan mereka raih atas “pengindustrisasian cinta”. Mereka menjual cinta seperti menjual kacang goreng dikegelapan malam ditengah ramainya acara pesta rakyat 17 Agustusan.

Apakah makna cinta itu? Apakah arti cinta menurut anda?. Setiap orang tentu mempunyai definisi dan tafsiran yang berbeda mengenai cinta. Saya jadi teringat sewaktu masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Guru Bahasa Indonesia saya pernah mengatakan bahwa Cinta itu kepanjangan dari Cerita Ini Nanti Takkan Ada. Aneh memang, tapi ada benarnya juga beliau berkata seperti itu. Kenapa?

Konon pada suatu hari sebuah riset dilakukan oleh seorang ilmuwan. Ia meriset mengenai cinta tentang bagaimana perilaku orang yang terkena cinta dan perlakuan orang-orang terhadap cintanya. Kesimpulan dari Ilmuwan tersebut menyebutkan bahwa pada masa pacaran (zaman keemasan orang berbicara cinta) kebanyakan kaum pria yang berbicara dibandingkan kaum perempuan (merayu dll). Lain lagi ketika pada masa pernikahan ketika mempunyai anak satu atau dua. Giliran kaum perempuan yang lebih banyak berbicara ketimbang kaum laki-lakinya (menuntut hak sebagai istri dan anak-anaknya). Pada fase ketiga (fase klimaks) ketika mempunyai anak lebih dari dua dan seterusnya. Maka kaum laki-laki dan kaum perempuan sama-sama saling berbicara sekuat tenaganya dan berusaha untuk saling mengalahkan satu sama lain. Lalu timbul pertanyaan, siapa yang akan mendengarkan?. Yang akan mendengarkan adalah para tetangga dan anak-anaknya. [^_^]

Berbicara cinta saya juga teringat dengan ungkapan salah satu tetangga saya. Beliau bilang bahwa cinta itu seperti (maaf) buang angin. Ketika ingin dikeluarkan malu, akan tetapi kalau tidak dikeluarkan juga dapat menimbulkan penyakit!!. Dari dua contoh yang saya sebutkan, didalam benak saya, entah kenapa mereka bisa berkata seperti itu?. Mungkin karena pengalaman, guyonan belaka, ataukah memang seperti itu perspektif dan persepsi kebanyakan manusia tentang cinta.

Kenapa manusia sering sakit terhadap cinta? Karena ditinjau dari istilahnya saja, seseorang yang merasakan hebatnya, dahsyatnya, indahnya, manisnya cinta dikatakan bahwa ia sedang “jatuh cinta”. Jika seseorang jatuh baik sengaja maupun tidak sengaja. Maka ia akan merasakan sakit, dan itu pasti tidak bisa tidak untuk menghindarkan kata jatuh dengan kata sakit atau kata yang bermakna sama.

Sedangkan alasan yang kedua adalah karena kita picik dalam memandang cinta. Kebanyakan cara pandang dari manusia picik terhadap cinta itu sendiri. Kenapa kita bisa berkata bahwa Romeo itu orang yang ganteng, tampan plus rupawan. Begitu juga dengan Juliet kenapa kita bisa yakin bahwa ia sosok wanita yang cantik, menarik, yang dapat membuat Romeo melirik.

Begitu pula dengan tokoh-tokoh fiktif mengenai kisah romansa cinta lainnya, seperti Fachry, Maria, dan Aisyah di film ayat-ayat cinta. Atau Isabella Swan dan Edward Cullen di dalam cerita Twilight (heran, setan koq bisa-bisanya ganteng ya??). Di kisah-kisah lama pun seperti tak mau ketinggalan seperti Rahma dan Shinta, Sleeping Beauty, Snow Whites dan lain-lain kesemua tokoh-tokoh utamanya (entah kita yang membayangkan atau narasi ceritanya memang berkata seperti itu) pastilah orang-orang yang mempunyai wajah yang rupawan dan cantik nun jelita.

Malah orang-orang yang menjadi musuhnya bisa dibilang memiliki wajah yang agak kurang dibanding tokoh-tokoh utama tersebut. Seakan-akan tidak ada cinta untuk orang-orang yang tidak tampan atau cantik (walaupun ada yang bilang bahwa rupawan atau tidaknya itu relative, tapi realisasinya yang jelek itu mutlak hukumnya. Hhehe maaf lho kalau yang ini mah bercanda doang).

Kalaupun ada cerita yang tokoh utamanya tidak rupawan. Itu hanya sekedar untuk awalan saja. Toh akhirnya tokoh-tokoh itu akan menjelma berubah menjadi sosok pangeran yang cakep, putri yang cantik dsb,dsb. Seperti Beauty and the Beast, Princes Frog, atau kalau di Indonesia -nya Lutung Kasarung.

Alasan ketiga menurut saya adalah bahwa manusia sekali lagi picik/parsial/juz’iyah dalam mengartikan cinta. Karenanya manusia sering menyandingkan cinta dengan istilah yang menurut saya, aneh. Cinta pertama salah satu contohya. Kebanyakan ketika seseorang ditanya sejak kapan ia mulai merasakan cinta pertama. Kebanyakan mereka selalu menjawab ketika berumur belasan tahun mungkin sekitar 14-18 tahun. Alangkah malang sekali hidup orang-orang ini.

Apakah semenjak umur mereka 0 hari sampai dengan usia tersebut, mereka sama sekali belum pernah merasakan cinta?. Padahal semenjak usia 0 hari mereka itu berada dalam organ manusia didalam perut yang bernama RAHIM (salah satu sifat Allah yang berarti maha penyayang). Apakah benar ia tidak merasakan cinta Tuhannya pada saat itu?. Atau ketika orang tersebut terlahir kedunia, ia pun disambut dengan air mata cinta ibunda dan ayahandanya!!. Sekali lagi, apakah orang itu tidak merasakan cinta kedua orang tuanya ketika peristiwa itu terjadi?.

Cinta monyet. Apakah cinta monyet itu? Manusia berpikir bahwa cinta monyet adalah cinta pada lawan jenis ketika masa kanak-kanak (atau semacamnya –lah). Padahal (lagi-lagi menurut saya) monyet itu adalah binatang (setuju kan)!!. Apakah kita mau menyamakan ketika diri kita kanak-kanak dengan seekor binatang. Cinta binatang justru hanya untuk memuaskan naluri kebinatangannya saja. Jarang saya mendengar bahwa ada pasangan monyet mempunyai komitmen membina sebuah keluarga, punya anak keturunan sampai cucu bahkan cicit dan seterusnya sampai ajal menjemput salah satu dari pasangan monyet tersebut. Pernahkah anda mendengarnya?. Cinta monyet (binatang) ini tak mengenal usia. Mereka-mereka yang terlibat dalam cinta ini, bisa jadi orang yang sudah dewasa dan juga remaja. Banyak juga orang yang menikah secara tak sengaja (by accident) karena cinta monyet (binatang) ini. Cinta monyet sama dengan kumpul kebo kalau menurut saya. Toh mereka itu sama-sama binatang -kan?.

Dan alasan yang keempat adalah manusia sekali lagi picik/parsial/juz’iyah dalam hal mencintai. Manusia makhluk yang tak sempurna akan tetapi juga terlalu menjadi sempurna (berlebihan) untuk mencintai sesuatu yang tidak sempurna. Dalam Al Qur’an Allah telah berfirman yang artinya “Dijadikan indah pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang tertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan dunia, dan di sisi Allah –lah tempat kembali” (QS 3 : 14).

Pandangan manusia menjadi indah ketika melihat hal-hal seperti itu. Dan ini hanya pandangan bahkan terkadang malah hanya menjadi fatamorgana belaka. Salah seorang teman pernah berkata bahwa cinta adalah sebuah penipuan. Karena didalam cinta (masih menurut teman saya) terjadi proses keberpura-puraan untuk menjadi sosok yang terlihat sempurna dihadapan hal-hal yang ia cintai. Manusia menipu dirinya karena cintanya. Padahal Allah –lah tempat kembali. Ini menunjukkan bahwa semua yang sudah disebutkan akan hilang karena ketidak sempurnaannya.

Mencintai hal yang tak sempurna berarti sudah harus siap resiko menerima sakit, kecewa perih, atau kata lain yang bermakna sejenis. Sangat wajar, karena memang apa yang dapat kita harapkan dari hal-hal yang tak sempurna?. Toh semua akan kembali ke Yang Maha Sempurna Allah SWT. Sangatlah aneh jika makhluk yang tak sempurna mengharapkan kesempurnaan dari hal-hal yang sama seperti manusia, yaitu ketidaksempurnaan. Manusia bukan suatu hal yang sempurna, karena secantik-cantiknya atau setampan-tampannya perempuan atau pria. Tetap saja jika ia buang angin (maaf sekali lagi maaf), baunya tetap saja tidak enak!!.
Wa Allahu A'lam Bi Showab

dinarzulakbar_mail@yahoo.com
mukminsehat.multiply.com

Kami Anak ROHIS

Oleh Dinar Zul Akbar

Kami anak ROHIS. Akidah kami bersih terhadap hal-hal yang bersifat magis. Baik itu jimat, wapak, jirim, ataupun keris apalagi penggaris. Pedoman hidup kami adalah Al Quran dan Al Hadits. Kami bukan kalangan alkoholis. Boro-boro untuk berakohol ria, untuk uang jajan pun kami masih mengemis.

Kami anak ROHIS. Ada seorang nenek bernama Sydney Jones yang menuduh kami radikalis. Padahal kami hanyalah sekumpulan aktivis. Tentunya aktivis Islam bukannya aktivis secularis, pluralis, liberalis, apalagi satanis. Kami hanya dapat berharap mudah-mudahan masyarakat tidak termakan isu tersebut yang buat kami menjadi miris.

Kami anak ROHIS. Dandanan kalangan pria kami atau biasa disebut ikhwan umumnya khas dengan jenggot klimis nan tipis. Sedangkan kaum hawa atau akhwatnya biasanya terlihat dengan jilbabnya yang terlihat maksimalis. Tapi hal itu tidaklah mutlak, so santai saja buat para bro n sis.

Kami anak ROHIS. Murobbi kami selalu bercerita bahwa kami adalah pewaris. Pewaris risalah para nabi dan Rasul dari zaman nabi Adam sampai sayyiduna Muhammad SAW Al-Quraisy. Untuk itulah kami dididik menjadi pemuda yang loyalis. Loyalis kepada Allah dan RasulNya serta berlepas dari paham-paham yang tidak Islamis.

Kami anak ROHIS. Bukanlah segerombolan selebritis. Yang kerjaannya update status di jagad virtual agar dibilang eksis. Yang cuman bisa basa-basi kebaikan share pilu, nestapa, atau apa saja hal-hal yang berbau melankolis. Buat kami yang terpenting adalah aksi nyata bukan bualan besar yang manis serta bombastis.
Kami anak ROHIS. Tongkrongan kami jauh dari kafe, mall, bar, diskotik ataupun di halte bis. Biasanya kami paling suka duduk di masjid atau juga di majelis-majelis. Kami selalu menjaga diri kami dari hal-hal yang bersifat najis. Baik najis jasmani ataupun psikis.

Kami anak ROHIS. Kami diajarkan untuk dapat bersifat altruis. Dan membuang jauh-jauh sifat egois. Kami juga diajarkan untuk menjadi golongan yang mukhlis.Tidak mengharapkan imbalan dari manusia yang sifatnya matrialis. Walaupun kadang kali uang jajan kami menjadi habis. Tapi, tak apalah yang penting balasan dari Allah berupa surga lengkap dengan para bidadari’s.

Kami anak ROHIS. Karakter masing-masing kami tidaklah sama seperti halnya kue lapis. Ada yang bawaannya serius, rajin, rapat tidur mulu juga ada, ataupun yang humoris. Akan tetapi kami juga dibekali ilmu untuk selalu bersikap idealis. Jangan jadi orang yang pragmatis plus oportunistis. Takutnya malah jadi orang-orang yang ikut ketularan virus liberalis. Yang kadang kalo ngomong suka bikin mengekerut alis.

Kami anak ROHIS. Pada kesempatan kali ini kami ingin mengatakan bahwa kami bukan teroris. Jangan juga mencap kami sebagai ekstrimis. Hanya di karenakan perubahan tingkah laku kami yang mungkin terlihat agak lebih agamis. Padahal teroris tulen bin sejati adalah para kaum zionis bengis rasis dan kolonialis.

Kami anak ROHIS. Kami juga ditanamkan nilai-nilai zuhud atau bahasa kerennya adalah askestis. Kami juga menjauhi hal-hal yang sifatnya glamoris. Kami berusaha untuk sejauh mungkin tidak menjadi kaum borjuis. Karna khawatir terkena penyakit wahn atau istilah lainnya hedonis.

Kami anak ROHIS. Kami juga manusia bukannya malaikat yang selalu tampil perfeksionis. Tak sedikit pula diantara kami yang takluk terhadap godaan sang iblis. Dan mereka-mereka itu pun episode dakwahnya berakhir dengan sangat tragis. Yang kalau dituliskan di sini dapat membuat mata menangis.

Kami anak ROHIS. Beberapa kami juga diberikan bakat berbisnis Selain bisnis ada juga yang bakat menulis. Dan tulisan ini dibuat bukan untuk sekedar narsis-narsis. Ya, ini hanya dibuat sekedar berbagi tentang profil ROHIS.

Sabtu, 16 Juli 2011

Interview Bakal Calon (Balon) Pengurus ROHIS Periode 2011/2012

Interview itu apaan sih? interview biasa dikenal dengan istilah wawancara, interview adalah:

An interview is a conversation between two people (the interviewer and the interviewee) where questions are asked by the interviewer to obtain information from the interviewee....

gimana dah ngertikan? dikit2 boleh ya pake bahasa inggris, jadi interview adalah sebuah percakapan antara dua orang, yaitu orang yang di interview (interviewee) dengan yang menginterview (interviewer), dimana interviewer mengajukan beberapa pertanyaan kepada interviewee untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Oya, cerita interview calon Ketua Keputrian ROHIS SMAN 23 Periode 2011/2012 bisa dilihat di blog-nya keputrian, di http://keputrianrohissman23.blogspot.com/ baca ya...

Setiap tahunnya di akhir kepengurusan, ROHIS SMAN 23 selalu dan Insya Allah akan menyelenggarakan interview, yaitu proses wawancara kepada beberapa kandidat balon pengurus rohis, baik Ketua ROHISnya, Ketua Keputriannya, dan pengurus2 departemen lainnya, beserta para anggota. Biasanya Interview dilakukan sebelum Musyawarah Besar ROHIS sekitar bulan Juni-Juli.

Interview calon pengurus rohis dilakukan di satu tempat dan dilaksanakan secara terpisah, maksudnya pengurus ikhwan di interview oleh ikhwannya, dan begitupun pengurus akhwat, jadi tidak digabung. Setelah para kandidat pengurus mengisi lembar Questioner yang telah diberikan oleh Pengurus ROHIS Demisioner (yang akan segera berakhir kepengurusannya), interview baru dapat diselenggarakan, karena para penginterview membutuhkan data para kandidat terlebih dahulu. Berikut Pos-pos yang ada dalam interview pengurus rohis dengan 2 cara, yaitu:
1. Interview dengan pembagian pos-pos sebanyak 4 pos, yang terdiri dari Pos Shalat, Pos Al-Qur'an, Pos Questioner, dan Pos Tsaqofah. Prosesnya berlangsung secara berikut, setelah kandidat dikumpulkan, lalu diadakan pembukaan, kemudian peserta ditempatkan ke masing-masing pos secara berurutan ataupun random (acak), tergantung dari waktu dan keadaan pos tersebut, jika kosong, maka peserta akan ditempatkand dalam pos yang bersangkutan.
2.Interview dilakukan dalam satu ruangan, dimana seluruh interviewer berkumpul, kemudian kandidat masuk ke dalam ruangan interview satu persatu, proses interview berlangsung satu persatu dari masing-masing pos, artinya pasa interviewer atau penanya mewakili pertanyaan dari pos yang bersangkutan.

Proses seleksi dilakukan setelah semua peserta selesai di interview dan di tutup terlebih dahulu, kemudian tim interview berkumpul dan berembuk, mendiskusikan hasil pengamatan dan analisanya. Semoga penjelasan ini bermanfaat. Wallahua'lam bisshawab.








Selasa, 05 Juli 2011

BILA CINTA MENYAPA

.....Bismillahirrohmanirrohim.....


Teruntuk saudara seperjuanganku


Assalamu'alaikum wr...wb...

InnalhamdaLILLAH....

BILA CINTA MENYAPA ... !!!



       Cinta bikin orang gila’, begitu kata sebagian orang. Barangkali ada benarnya. Buktinya, banyak kita saksikan para pemuda atau pemudi yang rela melanggar aturan-aturan agama demi mencari keridhaan pacarnya. Alasan mereka, ‘cinta itu membutuhkan pengorbanan’. Kalau berkorban harta atau bahkan nyawa untuk membela agama Allah, tentu tidak kita ingkari. Namun, bagaimana jika yang dikorbankan adalah syariat Islam dan yang dicari bukan keridhaan Ar-Rahman? Semoga tulisan yang ringkas ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita bersama, agar cinta yang mengalir di peredaran darah kita tidak berubah menjadi bencana.



Allah ta’ala berfirman,



وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ



“Di antara manusia ada yang mencintai sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah, adapun orang-orang yang beiman lebih dalam cintanya kepada Allah. Seandainya orang-orang yang zhalim itu menyaksikan tatkala mereka melihat adzab (pada hari kiamat) bahwa sesungguhnya seluruh kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah : 165)



Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan, “Allah menceritakan bahwa mereka (orang musyrik) mencintai pujaan-pujaan mereka/sesembahan tandingan itu sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah. Maka hal itu menunjukkan bahwa mereka juga mencintai Allah dengan kecintaan yang sangat besar. Akan tetapi hal itu belum bisa memasukkan mereka ke dalam Islam. Lalu bagaimana jadinya orang yang mencintai pujaan (selain Allah) dengan rasa cinta yang lebih besar daripada kecintaan kepada Allah? Lalu apa jadinya orang yang hanya mencintai pujaan tandingan itu dan sama sekali tidak mencintai Allah?” (sebagaimana dinukil dalam Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 7. islamspirit.com).



Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan : “Allah ta’ala menyebutkan tentang kondisi orang-orang musyrik ketika hidup di dunia dan ketika berada di akhirat. Mereka itu telah mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah yaitu [sesembahan-sesembahan] tandingan. Mereka menyembahnya disamping menyembah Allah. Dan mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Dia itu adalah Allah yang tidak ada sesembahan yang hak kecuali Dia, tidak ada yang sanggup menentang-Nya, tidak ada yang bisa menandingi-Nya dan tiada sekutu bersama-Nya. Di dalam Ash-Shahihain [Sahih Bukhari dan Muslim] dari Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu’anhu-, dia berkata : Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang terbesar.” Beliau menjawab : “Yaitu engkau mengangkat selain Allah sebagai sekutu bagi-Nya padahal Dialah yang menciptakanmu.” Sedangkan firman Allah, “adapun orang-orang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah.” Hal itu dikarenakan kecintaan mereka (orang yang beriman) ikhlas untuk Allah dan karena kesempurnaan mereka dalam mengenali-Nya, penghormatan dan tauhid mereka kepada-Nya. Mereka tidak mempersekutukan apapun dengan-Nya. Akan tetapi mereka hanya menyembah-Nya semata, bertawakal kepada-Nya dan mengembalikan segala urusan kepada-Nya…” (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, I/262)



Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya barangsiapa yang mencintai sesuatu selain Allah sebagaimana mencintai Allah ta’ala maka dia termasuk kategori orang yang telah menjadikan selain Allah sebagai sekutu. Syirik ini terjadi dalam hal kecintaan bukan dalam hal penciptaan dan rububiyah… Karena sesungguhnya mayoritas penduduk bumi ini telah mengangkat selain Allah sebagai sekutu dalam perkara cinta dan pengagungan.” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320).



Syaikh Hamad bin ‘Atiq rahimahullah menjelaskan, “Orang-orang musyrik itu menyetarakan sesembahan mereka dengan Allah dalam hal kecintaan dan pengagungan. Inilah pemaknaan ayat tersebut sebagaimana dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah…” (Ibthaalu Tandiid, hal. 180).



Syaikhul Islam mengatakan : “Penyetaraan semacam itulah yang disebutkan di dalam firman Allah ta’ala tatkala menceritakan penyesalan mereka di akhirat ketika berada di neraka. Mereka berkata kepada sesembahan-sesembahan dan sekutu-sekutu mereka dalam keadaan mereka sama-sama mendapatkan adzab (yang artinya) : “Demi Allah, dahulu kami di dunia berada dalam kesesatan yang nyata, karena kami mempersamakan kamu dengan Rabb semesta alam.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 97-98). Telah dimaklumi bersama, bahwasanya mereka bukan mensejajarkan sesembahan mereka dengan Rabbul ‘alamin dalam hal penciptaan dan rububiyah. Namun mereka hanya mensejejajarkan pujaan-pujaan itu dengan Allah dalam hal cinta dan pengagungan…” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320-321)



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Kecintaan orang-orang yang beriman lebih dalam dikarenakan kecintaan tersebut adalah kecintaan yang murni yang tidak terdapat noda syirik di dalamnya. Sehingga kecintaan orang-orang yang beriman menjadi lebih dalam daripada kecintaan mereka (orang-orang kafir) kepada Allah.” (Al-Qaul Al-Mufid, II/4-5).



Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa makna ‘orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah’ yaitu apabila dibandingkan dengan kecintaan para pengangkat tandingan itu terhadap sekutu-sekutu mereka. Karena orang-orang yang beriman itu memurnikan cinta untuk Allah, sedangkan mereka mempersekutukan-Nya. Selain itu, mereka juga mencintai sesuatu yang memang layak untuk dicintai, dan kecintaan kepada-Nya merupakan sumber kebaikan, kebahagiaan dan kemenangan hamba. Adapun orang-orang musyrik itu telah mencintai sesuatu yang pada hakikatnya tidak berhak sama sekali untuk dicintai. Dan mencintai tandingan-tandingan itu justru menjadi sumber kebinasaan dan kehancuran hamba serta tercerai-cerainya urusannya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 80).



Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Sumber terjadinya kesyirikan terhadap Allah adalah syirik dalam perkara cinta. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan, mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah. Adapun orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165)…” Beliau menegaskan : “Maksud dari pembicaraan ini adalah bahwasanya hakikat penghambaan tidak akan bisa diraih apabila diiringi dengan kesyirikan kepada Allah dalam urusan cinta. Lain halnya dengan mahabbah lillah. Karena sesungguhnya kecintaan tersebut merupakan salah satu koneskuensi dan tuntutan dari penghambaan kepada Allah. Karena sesungguhnya kecintaan kepada rasul –bahkan harus mendahulukan kecintaan kepadanya daripada kepada diri sendiri, orang tua dan anak-anak- merupakan perkara yang menentukan kesempurnaan iman. Sebab mencintai beliau termasuk bagian dari mencintai Allah. Demikian pula halnya pada kecintaan fillah dan lillah…” (Ad-Daa’ wad-Dawaa’, hal. 212-213)



Buktikan Cintamu!



Dari Anas radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai dia menjadikan aku lebih dicintainya daripada anak, orang tua dan seluruh umat manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata : “Maka keimanan tidak menjadi sempurna sampai Rasul lebih dicintainya daripada seluruh makhluk. Kalau demikian halnya yang seharusnya diterapkan dalam kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bagaimanakah lagi dengan kecintaan kepada Allah ta’ala?!!…” (Al-Qaul Al-Mufid, II/6).



Allah ta’ala berfirman,



قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي



“Katakanlah : Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku.” (QS. Ali-’Imraan : 31). Syaikhul Islam berkata : “Maka tidaklah seseorang menjadi pecinta Allah hingga dia mau tunduk mengikuti Rasulullah.” (lihat Al-’Ubudiyah)



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Pokok dari seluruh amal perbuatan adalah rasa suka (cinta). Karena seorang manusia tidaklah melakukan sesuatu kecuali apa yang disukainya, baik dalam rangka mendapatkan manfaat atau untuk menolak madharat. Maka apabila dia melakukan sesuatu tentulah karena dia menyukainya, mungkin karena dzat sesuatu itu sendiri (sebab internal) seperti halnya makanan atau karena sebab eksternal seperti halnya meminum obat. Ibadah kepada Allah itu dibangun di atas pondasi kecintaan. Bahkan rasa cinta itulah hakikat dari ibadah. Sebab apabila anda beribadah tanpa memiliki rasa cinta maka ibadah yang anda perbuat akan terasa hambar dan tidak ada ruhnya. Karena sesungguhnya apabila di dalam hati seorang insan masih terdapat rasa cinta kepada Allah dan keinginan untuk menikmati surga-Nya maka tentunya dia akan menempuh jalan untuk menggapainya…” (Al-Qaul Al-Mufid, II/3)



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga perkara, barangsiapa yang pada dirinya terdapat ketiganya niscaya akan merasakan manisnya iman; [1] Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, [2] dia mencintai orang lain tidak lain disebabkan cinta karena Allah, [3] dan dia tidak suka kembali kepada kekafiran sebagaimana dia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam kobaran api.” (HR. Bukhari [15,20,5581,6428] dan Muslim [60,61] dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu).



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Tali keimanan yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya [92] dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu disahihkan Al-Albani dalam takhrij Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyah).



Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Tanda kebenaran cinta itu ialah apabila seseorang dihadapkan kepadanya dua perkara, salah satunya dicintai Allah dan Rasul-Nya sementara di dalam dirinya tidak ada keinginan (nafsu) untuk itu, sedangkan perkara yang lain adalah sesuatu yang disukai dan diinginkan oleh nafsunya akan tetapi hal itu akan menghilangkan atau mengurangi perkara yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Apabila ternyata dia lebih memprioritaskan apa yang diinginkan oleh nafsunya di atas apa yang dicintai Allah ini berarti dia telah berbuat zalim dan meninggalkan kewajiban yang seharusnya dilakukannya” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 332).



Maka perhatikanlah wahai saudaraku kecenderungan dan gerak-gerik hatimu, jangan-jangan selama ini engkau telah menobatkan sesembahan selain Allah jauh di dalam lubuk hatimu; entah itu harta, kedudukan, jabatan, benda, atau sesosok manusia. Engkau mengharapkannya, menggantungkan cita-citamu kepadanya, takut kehilangan dirinya sebagaimana rasa takutmu kehilangan bantuan dari Allah ta’ala, sehingga keridhaannya pun menjadi tujuan segala perbuatan dan tingkah lakumu. Halal dan haram tidak lagi kau pedulikan, aturan Allah pun kau lupakan. Aduhai, betapa malang orang-orang yang telah menjadikan makhluk yang lemah dan tak berdaya sebagai tumpuan harapan hidupnya. Sungguh benar Ibnul Qayyim rahimahullah yang mengatakan, “Sesungguhnya mayoritas penduduk bumi ini telah mengangkat selain Allah sebagai sekutu dalam perkara cinta dan pengagungan.” (dinukil dari Fathul Majid, hal. 320).



Semoga Allah menyelamatkan hati kita dari tipu daya Iblis dan bala tentaranya, dan semoga Allah meneguhkan hati kita untuk menjunjung tinggi kecintaan kepada-Nya di atas segala-galanya. Sebab tidak ada lagi yang lebih melegakan hati dan perasaan kita selain tatkala Allah ta’ala telah menetapkan cinta-Nya untuk kita, sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengabulkan doa. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi-Nya, segala puji bagi Allah Rabb penguasa seluruh alam semesta.

Senin, 27 Juni 2011

REUNI TAFAKUR ALAM ROHIS SMAN 23 JAKARTA (25062011)

Sebagai tindak lanjut dari acara Tafakur Alam kemarin, Rohis SMAN 23 jakarta mengadakan suatu kegiatan lagi yang diberi nama "REUNI TAFAKUR ALAM".

Kegiatan yg bertema "Indah Bersama Islam" tersebut dimulai sekitar pukul setengah sepuluh pagi, mundur satu setengah jam dari jadwal awal.

Acara dibuka oleh MC yg pada kesempatan kali ini adalah Annisa Hp dan Hassan. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Prasetyo dan saritilawahnya Lathifa. Acara dilanjutkan dengan mentoring, taujih oleh ust. Abdul Rozak, games, dan pemutaran film dokumenter Tafakur Alam kemarin sampai pukul setengah dua belas siang.

Hemmm... Sekarang saatnya kami menyantap makan siang, menu kali ini adalah spagetty ala chef antika & tia. Spagetty yg super duper pedas itu habis kami lahap, hampir tidak ada sisa. Bahkan ada yang nambah lagi. Hehe... :D

Selesai makan, kami melaksanakan solat Dzuhur berjamaah. Acara terakhir yaitu penutupan dan acara pun selesai sekitar pukul setengah dua siang.

kegiatan tersebut dihadiri oleh 15 oran peserta (7 akhwat dan 8 ikhwan), 11 orang pengurus (Egy, Hassan, Ikhwan, Juwan, Pras, Annisa Hp, Caca, Rosi, Indah, Tifa dan Agrin), dan 11 orang alumni (ka probo, ka wahyu, ka jakfat, ka ipin, ka aulia, ka arip, ka filly, ka waluyo, ka fath, ka tia dan ka antika).

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yg sudah hadir pada acara tersebut. Semoga tali ukhuwah diantara kita tetap terjalin dan semakin kuat. Aminn... :D

Writtern by: Rosi Indriani

Senin, 20 Juni 2011

Tafakur Alam "Minadzzulumati-ilannuur" 2011


Alhamdulillah, segala puji bagi Alalh, telah berhasil di selenggarakan acara Tafakur Alam pada tanggal 17 s/d 19 Juni 2011 kemarin. Tafakur Alam kali ini diangkatkatkan oleh kepengurusan Rohis periode 2010/2011, bertempat di Villa Bintang Cigamea, Gunung Bunder, Bogor.

Acara full diselenggarakan selama 3 hari, berangkat dari sekolah SMAN 23, setelah dilepas keberangkatan oleh Bapak Ali Mukodas, Bapak Hamdan Syukri, dan guru-gru lainnya di Musholla Bahrul Ilmi, kita berangkat dari depan pertigaan Jalan Mandala menggunakan Bis Hankam sebanyak 2 buah dan Bis Hankam Tronton sebanyak 1 buah, dengan total peserta yang berangkat sebanyak 85 orang. Hadir juga bersama rombongan beberapa orang guru dan Alumni, dan tentunya juga pengurus Rohis yang punya acara.

Acara Tafakur Alam kali ini di Cigamea sebenarnya adalah kali ke tiga, setelah 2 kali kepengurusan sebelumnya menyelenggarakan acara yang sama di Villa yang berbeda. Rombongan tiba di lokasi menjelang shalat jum’at, sehingga shalat jum’at di laksanakan di Villa. Setelah pembagian kelompok, pembagian kamar peserta, pemilihan ketua kelompok dan kakak mentor kelompok, dan makan siang, acara Tafakur Alam resmi di buka di ruang aula. Keberangkatan di majukan 5 jam lebih awal karena menghindari perjalanan menuju Villa di malam hari, juga menghindari kemacetan menuju Bogor. Jumlah kelompok pada peserta akhwat ada 6 kelompok, sedangkan pada ikhwan sebanyak 3 kelompok, total menjadi 9 kelompok.

Lanjut, acara setelah pembukaan adalah Training Motivasi oleh kak Aris Setyawan di ruang aula hingga pukul 17.00 WIB. Training yang seru!. Ba’da maghrib acara dilanjutkan di ruang aula, dzikir bersama dan games sambil menunggu shalat isya berjama’ah. Peserta tidur lebih awal di malam yang dingin agar dapat mempersiapkan fisik untuk Outbound besok pagi. Outbound dimulai setelah sarapan pagi dan berlangsung hingga sore hari. Outbound kali ini juga seru dan pertama kali diselenggarakan dalam acara Tafakur Alam, Outbound perkelompok di area Villa. Outbound di handle oleh Trainer dair Penta Adventure sebanyak 6 orang Trainer, outbound mulai dari middle impact hingga high impact. Outbound middle impact yang kotor2an karena harus bertarung dilumpur, outbound juga melibatkan panitia akhwat. Outbound sangat terbantu dengan perlengkapan Slayer Oranye untuk peserta dan slayer kuning untuk panitia, terima kasih banyak untuk kak Parlin yang sudah mengusahakan menyablon slayer sebanyak 100an lebih hingga larut malam, juga untuk pantia yang sudah mengejar deadline untuk mengobras slayernya.

Acara ba’da ashar dilanjutkan dengan materi oleh Pak Nanang, alumni rohis 23 angkatan 93, temanya Ma’rifatullah, terima kasih banyak untuk Pak Nanang yang sudah jauh2 datang ke Villa sendiri dan langsung pulang juga karena ada agenda yang lain. Ba’da maghrib setelah mentoring bersama acara dilanjutkan di aula nonton bersama, film malam pertama di alam kubur, iiih….seru! malamnya, peserta dibangunkan lebih awal untuk mendirikan shalat Qiyamullail dan Muhasabah oleh Kak Sofyan, alumni Rohis angkatan 95.

Ba’da shalat shubuh di aula, setelah mengikuti rangkaian cara Muhasabah kemarin malam, peserta bersiap-siap untuk bertafakur alam ke Curug 1000. Huffh! Perjalanan jauh dan sangat2 melelahkan, beberapa peserta tumbang karena kelelahan dengan perjalanan ke curug yang sangat curam dan terjal, berliuk2 anak tangga yang memompa jantung lebih cepat, namun semua terbayar setelah merasakan segar dan dinginnya air terjun Curug 1000.

Setelah bersih-bersih dan makan siang, acara dilanjutkan dengan makan siang,  pembagian door prize kepada peserta terbaik ikhwan dan akhwat, penutupan acara oleh guru dan ketua pelaksana, dan siap2 untuk pulang deh. Oya, di hari kedua menyusul datang beberapa orang guru, yaitu Ibu Hanifah, Bapak Sumidjo, Ibu Cut, dan Ibu Meni, di hari sebelumnya bersama rombongan ada Bapak Mahmudin, Ibu Ina, Ibu Yus, dan Mam El. Dari alumni ikhwan ada Kak Syarif (05), Probo (06), Waluyo (05), Ipin (010) Abdul (010), Tomo (010), Pompi (08), Arip (011), Ria Ranis (011), Aulia Pratiwi (09), Antika F. (02), Fatimah (02), juga menyusul hadir kak Rio dan kak Laila yang baru saja jadi pengantin baru.

Selamat, kepada para panitia dan alumni atas kerjasamanya, bahwa kalian telah melalui hari-hari yang berat selama acara Tafakur Alam berlangsung. Perjuangan dan ketegaran kalian lebih berharga, kesungguhan kalian lebih terasa, dan semangat kalian akan terus ada, semoga terus bersemangat untuk memberikan kesabaran terbaik! Selamat kepada Panitia Egy Subentra, Hassan, Ikhwanuddin, Prasetyo, Juwan, juga kepada Annisa HP, Rosi Indriani, Indah Cahyani, Lathifah, Anissa S, Agrin, dan sebagainya. Sungguh kalian telah melakukan yang terbaik.

Sedikit catatan sebagai usulan kepada panitia Tafakur Alam di kepengurusan selanjutnya, agar menghadirkan acara khusus yang melibatkan panitia, peserta dan guru. Alumni akhwat yang sedikit datang cukup kelimpungan juga dengan jumlah peserta Tafakur Alam yang banyak, sehingga harus merangkap peran dari alumni, kakak mentor, panitia, seksi dapur, dsb. Acara Tafakur Alam cukup terbantu dengan Tim konsumsi yang siap siaga, dan beberapa orang alumni yang membantu, meski sudah terjamin makanan yang di pesan, alumni dan panitia, kak Ranis dan Sherly, juga menyediakan pisang goreng yang nikmat, wedang jahe yang segar, dan teh manis yang hangat! Hmmm…kenangan ini akan menjadi begitu indah suatu saat nanti.

Written by : hadiidhonesty

Minggu, 12 Juni 2011

Konsumsi Buah yuk, Biar Sehat di Hari Nanti...?

Kita mau bagi buah-buahan niy
buat bekal di hari nanti, baik dikonsumsi setiap hari;
 
Apel (Ayo pelajari Al-Qur'an)
Strawberry (Slalu taat & rajin memberi),,
Jeruk (Jangan berbuat buruk),,
Pisang (Pantang iri, sombong dan angkuh),,
Anggur (Anggota gemar bersyukur),,
Tomat (Tobat & tdk maksiat),,
Talas (tidak ada kata malas),,
Mentimun (Menuntut ilmu tidak banyak melamun),,,
Salak (slalu mnjaga akhlak),,,
Melon (MElaksanakan shoLat ON time)
Jambu (JAga iMan & qalBU),,,
Nangka (sEnang berbaik sangka) ,,,
pepaya (penuh percaya diRi),,,
Markisa (mari kita sadaqoh),,,

^_^

Belajar Dari Semut

Subhanallah, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah, Maha Sempurna Allah dengan segala Mahluk CIPTAANYA yang sempurna

Sahabat, waktu kecil aku suka banget melihat iring iringan semut, kadang aku mengikuti sampai dimana mereka berjalan, aku juga senang sekali, ketika semut yang berlawanan arah bertemu, lalu mereka berhenti sebentar terus meneruskan lagi perjalanannya, waktu itu aku berfikir, mereka bersalaman..

Sahabat ku dalam Alqur'an juga ada surat Anml (Surat 27) yang menyebut binatang SEMUT seperti FirmanNya :


Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
(QS:27,Ayat 18)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebut binatang Semut dalam Surat ini, agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.Semut adalah binatang yang hidup berkelompok didalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat tingkat, sebagai rumah dan gudang tempat penyimpanan makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terinjak oleh Nabi Sulaiman Alaihi Salam dan tentaranya, setelah mendapat peringatan dari rajanya

Secara tidak langsung Allah mengingatkan kepada kita manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari hari, mementingkan pula kemudharatan bersama dan sebagainya.Untuk itu sahabat, kalau kita mau mengambil pelajaran dari semut inilah kelebihan2 semut serta kebudayaannya.


PEDULI
Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama.


POSITIF & ANTUSIAS
Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha.

 
INISIATIF
Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara.

 
RENDAH HATI
Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain.

 
KREATIF & INOVATIF
Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenang-kan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya.


 
DISIPLIN & BERTANGGUNG JAWAB
Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan.



 
KERJASAMA
Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.



 
PRODUKTIF
Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.


 
KOMITMEN & TABAH
Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawa
.


 
KOMUNIKATIF
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.

Semut mempunyai empat filosofi yang luar biasa. Yaitu:


 
Pertama,
Semut tidak pernah menyerah. Bila kita menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah mereka, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Tidak sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuannya.
 
Kedua,
Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang penting. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas.

Ke tiga,
Ssemut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas. Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, "Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.


ke empat, seberapa banyak semut akan mengumpulkan makanan mereka di musim panas untuk persiapan musim dingin mereka? Semampu mereka!

Demikianlah sahabat, dalam hal dan kejadian apapun kalau kita mau membuka hati dan akal fikiran kita, pasti kita bisa menemui HIKMAH HIKMAH yang bisa kita ambil, sebagai pelajaran buat kita manusia, hanya saja kadang kita manusia suka MENUTUP hati, akal dan fikiran kita, bersikap acuh tak acuh dengan segala kejadian yang ada di sekitar kita, sehingga kita tidak bisa mengambil pelajaran apapun darinya. Maha Sempurna Allah yang menciptakan segala Mahluk tanpa meniru dengan siapapun dan dengan apapun, SUBHANALLAH

Semoga Bermanfaat


[Kembang Anggrek]
 

Followers

Blogger Tricks

free counters